Peran Digitalisasi Bagi Para Pengusaha Bisnis Kecil, Menengah, dan Besar

Farel ilham
Saya merupakan mahasiswa jurusan ekonomi pembangunan dari fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Negeri Malang
Konten dari Pengguna
21 September 2023 9:36 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Farel ilham tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar oleh Freepik. Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-smiley-woman-working_13130738
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Freepik. Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-smiley-woman-working_13130738
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kondisi pandemi selama dua tahun terakhir telah membuat penggunaan internet meningkat hingga 70%. Penggunaan platform video streaming juga melonjak hingga 20 kali lipat, dan penggunaan aplikasi berbasis komunikasi naik dua kali lipat menurut data dari World Economic Forum. Ini menunjukkan bahwa peran digitalisasi dalam berbagai situasi semakin penting.
ADVERTISEMENT
Dalam dunia bisnis, untuk menguasai peran digitalisasi, bisnis harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap kompetitif. Para pengusaha dapat memanfaatkan teknologi digital untuk terus mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan berharap mendapatkan lebih banyak keuntungan melalui digitalisasi.
Penting untuk dipahami bahwa digitalisasi adalah transformasi digital yang mengubah cara komunikasi dan berinteraksi dalam lingkungan bisnis. Pelaku bisnis yang mengadopsi digitalisasi harus siap untuk mengubah cara mereka menjalankan organisasi, merancang strategi baru, menciptakan inovasi, dan terbuka terhadap nilai-nilai dan peluang baru.
Banyak perusahaan telah beralih ke model bisnis digital, termasuk perusahaan di sektor jasa, sektor publik, dan manufaktur. Karena permintaan terus meningkat, banyak platform digital yang menawarkan peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan produk, jasa, dan layanan tambahan.
ADVERTISEMENT
Platform digital ini menarik bagi pengusaha karena dapat digunakan dalam berbagai aspek bisnis, termasuk produksi, pemasaran, dan distribusi layanan dengan lebih efisien serta mencapai lebih banyak pelanggan. Infrastruktur digital juga mempermudah komunikasi, komputasi, dan kolaborasi yang bermanfaat bagi organisasi. Infrastruktur digital mencakup beragam teknologi dan alat digital, seperti pencetakan 3D dan komunitas online.
Gambar oleh rawpixel.com. Sumber : https://www.freepik.com/free-photo/digital-concept-with-skyline_11306713
Faktor-faktor yang memengaruhi transformasi digital dalam bisnis dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:
1. Faktor Internal
Faktor internal ini mencakup elemen-elemen seperti kepemilikan dan manajemen bisnis, sumber daya manusia yang terlibat, efisiensi operasional, praktik bisnis yang diterapkan, serta kesiapan dan kemampuan perusahaan dalam mengadopsi teknologi digital.
Peran faktor-faktor internal dalam organisasi bisnis memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan perusahaan untuk mengadopsi dan berkinerja dalam era digital. Bisnis yang siap mengikuti tren digital memiliki perangkat dan proses yang mendukung perubahan ini, dan ini dapat memengaruhi kinerja bisnis secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal melibatkan kondisi di luar perusahaan, seperti dampak dari pandemi, ketersediaan data dan informasi, perubahan dalam tuntutan pelanggan, persaingan yang kompetitif, fenomena globalisasi dan urbanisasi, peran pemerintah dan pihak luar, kemajuan teknologi dan proses digitalisasi, sumber daya alam yang relevan, karakteristik demografi, serta faktor iklim.
Dalam konteks zaman modern, di mana para pelanggan mengharapkan kemudahan dan aksesibilitas dalam berinteraksi dengan bisnis, adopsi teknologi digital menjadi semakin penting. Globalisasi dan urbanisasi telah meningkatkan ekspektasi pelanggan, memaksa pelaku bisnis untuk beradaptasi dengan dunia digital.
Contoh-contoh inovasi dalam teknologi digital termasuk media sosial, komputasi awan, teknologi sensor, pencetakan 3D, teknologi blockchain, perangkat smartphone, robotika, kecerdasan buatan, pengolahan data besar (big data), rantai pasokan digital, teknologi manufaktur tingkat lanjut, dan penggunaan aplikasi untuk pertemuan jarak jauh. Semua ini adalah alat yang dapat membantu bisnis dalam menghadapi era digital yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT
Farel Ilham Pamungkas, Universitas Negeri Malang