Konten dari Pengguna

Menilik Jenis Iket Milik Dedi Mulyadi

Farid Farhan

Farid Farhan

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Farid Farhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menilik Jenis Iket Milik Dedi Mulyadi
zoom-in-whitePerbesar

Santer kabar terngiang dari sebagian kalangan kepada sebagian kita yang lain. Konon katanya, iket yang biasa dipakai oleh Bupati Purwakarta itu bukan iket Sunda, melainkan iket Bali.

Please ya, di Bali tidak ada iket, istilah mereka itu udeng. Jadi, mari sejenak kita telaah jenis iket yang biasa dipakai oleh Dedi Mulyadi ini.

Dalam tradisi iket Sunda, iket ini bernama Makuta Wangsa, iket yang biasa dipakai oleh para raja Sunda terdahulu. Siapa pun yang memakai iket jenis ini, maka ia harus mengamalkan Panca Dharma.

Dedy Mulyadi yang hobi mengenakan iket Sunda (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Dedy Mulyadi yang hobi mengenakan iket Sunda (Foto: Istimewa)

Panca Dharma (lima awal kehidupan) memiliki poin sebagai berikut:

1. Apal jeung hormat ka Purwa Daksi (mengetahui dan menghormati asal usul diri)

Jngan heran jika Dedi Mulyadi selalu berbicara tentang tanah, air, udara dan matahari sebagai unsur penyusun aspek fisik manusia, juga bicara spiritualitas, yakni makna ruh dalam diri manusia.

2. Nurut kana hukum jeung aturan (tunduk pada hukum dan peraturan)

Inilah alasan mengapa Dedi Mulyadi selalu bicara "tetekon" (peraturan) dan tatakrama (etika) sebagai orang Sunda

3. Boga elmu, teu meunang bodo (harus memiliki pengetahuan dan tidak bodoh)

LIhat saja Dedi Mulyadi, kalau pidato tidak pernah memakai teks, mengalun, dari mulai falsafah sampai sisi laku kehidupan.

4) Mengagungkan Sang Hyang Tunggal (Mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa)

Pengakuan terhadap religiusitas dalam kehidupan dengan berbagai terma Agama di Nusantara. Poin ini ia buktikan di Purwakarta dengan cara membangun seluruh rumah ibadah agama dan pendalaman seluruh kitab agama sesuai dengan keyakinan dan agama yang dianut oleh masing-masing pelajar Purwakarta.

5) Bakti ka lemah cai (berbakti kepada tanah air)

Baik dalam persfektif kultur maupun struktur bernegara, rakyat mutlak harus membela tanah air. Secara kultur, kecintaan terhadap Tanah Sunda merupakan bukti kecintaan kepada tanah air. Secara struktur bernegara, nasionalisme adalah harga mati yang harus diperjuangkan.

Itulah lima karakter yang harus ada pada siapapun yang memakai iket Sunda jenis Makuta Wangsa. Jadi, bagi Anda yang siap ingin mengenakan iket Sunda sehari-hari, baik urang Sunda maupun non-Sunda, sebaiknya harus memiliki lima karakter utama di atas.