KKN UNNES BERDAMPAK! Pemberdayaan Perempuan, Workshop Detergen ramah lingkungan
Tulisan dari Faridatun Niqmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN angkatan 12 UNNES menggelar workshop pembuatan deterjen mandiri ramah lingkungan di Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Dengan tujuan audiens ibu-ibu PKK yang merupakan sebagai organisasi agen pancasila menjadi penggerak nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk upaya pemberdayaan perempuan agen pancasila dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan keterampilan praktis, pelatihan dilaksanakan pada 15/07/2025 di pendopo balai desa yang dihadiri dari 8 dukuh ibu-ibu PKK Kebonagung, kegiatan ini juga memberi edukasi kepada warga jika banyak atau tidaknya busa pada deterjen tidak mempengaruhi bersihnya cucian artinya ini hanyalah perspektif yang dibuat oleh masyarakat tentang busa pada detergen.
Busa detergen berasal dari surfaktan sintesis seperti LAS dan ABS yang membawa pengaruh buruk terhadap lingkungan apabila tidak terurai dapat mencemari saluran air dan menggangu keseimbangan ekosistem. Menurut penelitian di Bendungan Jatisari, Kabupaten Probolinggo (2024) menemukan detergen yang mengandung surfaktan anionik seperti ABS secara signifikan mengganggu respirasi ikan dan organisme air lainnya, bahkan berpotensi menyebabkan kematian massal biota perairan.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan keterampilan aplikatif dan bermanfaat untuk masyarakat serta lingkungan, khususnya perempuan agar mereka dapat hemat pengeluaran rumah tangga dan membuka peluang usaha dari rumah. Dengan memperkenalkan Methyl Ester Sulfonate (MES) dan garam sebagai bahan utama dalam pembuatan deterjen ramah lingkungan, MES yang terbuat dari minyak nabati dan mudah terurai secara hayati (biodegradable) serta lebih aman untuk kulit.
Peserta workshop terlihat antusias dan memberi respon yang positif, setelah mengikuti workshop peserta di beri 1 botol detergen cair yang telah di demonstrasikan oleh mahasiswa KKN angkatan 12 UNNES untuk di uji coba di rumah masing-masing. Menariknya banyak ibu-ibu PKK langsung mencoba menggunakan untuk mencuci pakaian dan hasilnya di nilai memuaskan. Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga lingkungan terutama dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pengembangan masyarakat desa.

