Perombakan Kabinet Yang Kontroversial

Law Student Univ. Ahmad Dahlan Yogyakarta. Barisan Anti Korupsi Ahmad Dahlan (BAKAD) Tangerang, Indonesia
Tulisan dari Faris Fikri Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Faris Fikri Fauzi - Mahasiswa (Fakultas Ilmu Hukum UAD Yogyakarta, Deputi Sosialisasi Kampanye Publik Barisan Anti Korupsi Ahmad Dahlan (BAKAD).
Rabu, 23 Desember 2020 menjadi hari yang dinanti masyarakat Indonesia. Pasalnya, Presiden Joko Widodo baru saja melantik 6 menteri kabinet Indonesia maju.
Ke-enam menteri yang dilantik oleh presiden itu adalah, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang didapuk menjadi menteri sosial menggantikan Juliari Batubara, yang kini menjadi tersangka KPK dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek 2020. Sandiaga S Uno, menggantikan Wishnutama yang sebelumnya menjabat sebagai menparekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Budi Gunadi, menggantikan Terawan Agus P, yang sebelumnya menjabat menteri kesehatan. M. Lutfi, menggantikan Agus Supramanto yang sebelumnya menjabat sebagai menteri perdagangan. Gus Yaquf, menggantikan Fachrul Razi, yang sebelumnya menjadi Menteri Agama. Wahyu Sakti Trenggono, menggantikan Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP yang sebelumnya kita ketahui bahwa Edhy Prabowo terjerat kasus benih lobster.
Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo melakukan Reshuffle kabinet Indonesia maju. Yang awalnya difokuskan menggantikan menteri sosial dan kelautan perikanan yang terjerat kasus korupsi. Akan tetapi, Presiden Joko Widodo sepertinya tidak puas dengan para menteri yang dianggap kurang dalam menjalankan tugasnya.
Dalam masa pandemik seperti ini, tidak lain yang sangat disorot adalah menteri kesehatan, Terawan Agus P. Menkes Terawan dianggap tidak mampu menyeimbangkan pemerataan kualitas fasilitas kesehatan antar pulau, baik dalam maupun luar. Hal ini membuat dr. tirta berusara terkait pergantian menteri kesehatan yang baru (Budi Gunadi).
“Sebelumnya bapak budi gunadi menjabat sebagai ketua komite pemulihan ekonomi nasional (KPEN). Dan sukses menangani beberapa BUMN.” Ujar Dr. Tirta.
Bagaimana Penilaian terhadap Menteri yang baru ditunjuk Presiden, Apakah sudah tepat?
Banyak yang mengkritik pemilihan budi gunadi sebagai menteri kesehatan, karena tidak adanya latar belakang dokter atau dalam hal kesehatan. Akan tetapi, posisi menteri kesehatan adalah manajerial yang akan mengatur persoalan kesehatan. yang paling penting bagaimana menkes baru ini dalam menentukan pembantunya yang memang harus ahli dalam bidang kedokteran, sehingga keputusannya menjadi bermanfaat.
Lalu, ada Menteri Sosial Juliari P Batubara. Mensos Juliari digantikan oleh ibu Tri Rismaharini, karena sebelumnya terjerat kasus korupsi dana bansos. Hal ini sempat menjadi perbincangan media. Penunjukan Tri Rismaharini banyak memunculkan komentar negatif masyarakat yang disebut tidak cocok menjadi mensos dikarenakan sikap yang dimiliki ibu risma ini sangat tegas dan tidak merakyat.
“Tidak cocok ditempatkan dalam mensos, karna dia kan sikapnya suka marah, kasian nanti rakyatnya kena marah. Rakyat kan butuh perhatian yang lembut apalagi ini menyangkut sosial masyarakat.” Ujar Seseorang Warganet.
Dan terakhir yang menjadi sorotan adalah Menteri KKP, Edhy Prabowo. Menteri Edhy terjaring dalam OTT setelah pulang dari kunjungan kerja ke AS. Edhy diduga membelanjakan uang sebesar Rp 750 juta yang diperkirakan pemberian hadiah dari kasus benih lobster.
Edhy Prabowo pun bersuara setelah melakukan jumpa pers di KPK, “Ini kecelakaan saya, saya akan bertanggung jawab dunia akhirat, saya minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat perikanan yang mungkin merasa terkhianati.” katanya.
Tidak berhenti disitu, Hal ini pun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengeluarkan statement. Prabowo sangat kecewa dan marah.
“I picked him up from the gutter, and this is what he does to me,” Ucap Prabowo kepada Hashim Djojohadikusumo.
Setelah dilakukan pelantikan ini, banyak yang mengatakan bahwa Joko Widodo melakukan Reshuffle yang tepat. Pergantian menteri yang baru ini akan menjadi sebuah perjalanan Indonesia maju yang baru.
Lantas, apakah dengan menteri yang baru, akan membuat wajah Indonesia bersih dan sejahtera? Terutama Presiden Joko Widodo memberikan waktu yang sangat singkat kepada Sandiaga Uno untuk menyelaraskan pariwisata ini yang dalam masa pemulihan pandemik covid-19.
Menteri baru, Kabinet baru. Dari Lawan kritik, menjadi Kawan Politik.
