Mahasiswa KKN Edukasi Manfaat Saccharomyces cerevisiae bagi Pertumbuhan Ikan

Mahasiswa Universitas Diponegoro Program Studi Akuakultur 2023
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Faris Mutaz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pemanfaatan Saccharomyces cerevisiae dalam Pakan Ikan untuk Budidaya Berkelanjutan
Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro memberikan edukasi mengenai pemanfaatan Saccharomyces cerevisiae sebagai feed additive ikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi budidaya kepada pembudidaya di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Program kerja ini bertujuan memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh pembudidaya dalam meningkatkan efisiensi budidaya ikan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa biaya pakan masih menjadi komponen terbesar dalam usaha budidaya ikan, bahkan dapat mencapai sekitar 60–70% dari total biaya produksi. Oleh karena itu, upaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan keuntungan pembudidaya.
Pemanfaatan Saccharomyces cerevisiae sebagai Feed Additive untuk Mendukung Budidaya Ikan
Pada sesi penyampaian materi, peserta dikenalkan dengan Saccharomyces cerevisiae, yaitu ragi bersel tunggal yang selama ini banyak dimanfaatkan pada industri pangan dan memiliki potensi sebagai bahan tambahan pakan ikan. Ragi ini bersifat nonpatogen, aman digunakan, serta mengandung protein, mineral, dan senyawa bioaktif seperti β-glukan dan mannan-oligosakarida (MOS) yang bermanfaat bagi kesehatan ikan.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa penambahan Saccharomyces cerevisiae dalam pakan dapat membantu meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, sehingga protein dan lemak lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh ikan. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan nutrisi menjadi lebih efisien, menurunkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR), serta meningkatkan efektivitas penggunaan pakan untuk pertumbuhan ikan.
Selain meningkatkan efisiensi pakan, kandungan β-glukan dan MOS juga berperan sebagai imunostimulan yang mampu mendukung sistem kekebalan tubuh ikan. Dengan kondisi pencernaan yang lebih baik dan daya tahan tubuh yang meningkat, pertumbuhan ikan menjadi lebih optimal. Materi yang disampaikan juga mengacu pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 6 gram per kilogram pakan memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, serta beberapa parameter kesehatan ikan nila.
Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi bersama para pembudidaya mengenai peluang penerapan Saccharomyces cerevisiae dalam kegiatan budidaya sehari-hari. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait cara penggunaan, manfaat, serta kemungkinan penerapannya pada komoditas budidaya yang mereka kelola.
Edukasi Penggunaan Saccharomyces cerevisiae dalam Pakan Ikan untuk Meningkatkan Pertumbuhan
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro berharap informasi yang diberikan dapat menambah wawasan para pembudidaya mengenai pemanfaatan feed additive alami sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya di Desa Tambaksari.
