Kumparan Logo

Prabowo Turunkan Target Lifting Gas pada 2027, Minyak Mentah Stagnan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menurunkan target lifting gas bumi, sebagai salah satu asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.

Indikator lifting gas bumi dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (BOEPD), turun dari asumsi dasar APBN 2026 yakni sebesar 984.000 BOEPD.

Sementara target lifting minyak mentah ditetapkan 610.000 barel minyak per hari (BOPD), stagnan dari target dalam APBN 2026. Sementara harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) naik tipis dari USD 70 per barel pada 2026, menjadi USD 75 per barel.

"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 Dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari," ungkap Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Sabtu (15/8).

Adapun proyeksi atau outlook lifting gas pada tahun 2026 ini diperkirakan berada dalam rentang 929.000 sampai 985.000 BOEPD, sementara lifting minyak berada di kisaran 605.000 sampai 605.000 BOPD. Kemudian, ICP diperkirakan di level USD 75-85 per barel, di tengah gejolak konflik geopolitik global.

Subsidi Energi 2027

Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan sebesar 2,8 persen, sedangkan pada tahun 2027 bisa lebih tinggi menjadi 3,1 persen.

"Artinya ada prospek positif untuk pertumbuhan perekonomian di dalam negeri, di tengah gejolak utama seperti geopolitik, harga energi, harga pangan, serta suku bunga tinggi yang masih terus berlanjut," katanya saat Konferensi Pers Nota Keuangan RAPBN 2027.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan alokasi belanja negara untuk subsidi energi mencapai Rp 272,95 triliun dalam RAPBN 2027, naik signifikan dari alokasi yang ditetapkan dalam APBN 2026, yakni sebesar Rp 210 triliun.

"Terus subsidi energi tahun depan itu mencapai Rp 272,95 triliun," ungkapnya.

Dalam data yang ditampilkan, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 dianggarkan sebesar Rp 3.246 triliun, belanja negara Rp 4.097,2 triliun, dan defisit anggaran sebesar 2,4 persen dari PDB atau Rp 671,2 triliun.

Khusus untuk belanja Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah menganggarkan sebesar Rp 549,9 triliun, salah satu komponen dari anggaran tersebut yakni subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT), baik itu solar maupun minyak tanah.

Alokasi kuota subsidi energi untuk JBT yakni sebesar 20,09 juta kiloliter (KL). Jika dibandingkan kuota JBT sepanjang tahun 2026 yang sebesar 18,63 juta KL.

Ditemui usai acara, Purbaya menuturkan bahwa subsidi energi pada tahun 2027 kemungkinan bisa menurun dari outlook realisasi tahun ini. Sebab, fluktuasi harga migas masih bergejolak karena perang AS-Iran dan blokade Selat Hormuz.

"Subsidi BBM-nya turun. Tahun depan (ICP) sekitar USD 75 per barel, kan sekarang USD 83. Jadi itu otomatis, kalau volumenya naik sedikit, tapi harganya turun segitu, subsidinya cenderung turun," ungkap Purbaya.