Kumparan Logo

Terminal LNG Arun Jadi Pusat Bisnis Gassing Up-Cooling Down Kapal LNG Asia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memeriksa instalasi pipa regasifikasi (pengubahan kembali LNG menjadi gas) di area pabrik PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Aceh, Senin (27/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memeriksa instalasi pipa regasifikasi (pengubahan kembali LNG menjadi gas) di area pabrik PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Aceh, Senin (27/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas Pertamina dan anak perusahaan dari PT Pertamina Gas (Pertagas), menjadi salah satu pusat layanan pengoperasian Gassing Up and Cooling Down (GUCD) bagi kapal LNG internasional dan domestik yang beroperasi di Terminal Arun, Lhokseumawe, Aceh.

GUCD merupakan rangkaian pengoperasian untuk memastikan tangki kapal LNG berada dalam kondisi ideal dan aman sebelum memuat molekul LNG. Dalam industri energi, tangki kapal tidak dapat langsung dilakukan pemuatan LNG begitu saja.

Langkah ini menjadi prosedur keselamatan utama untuk menjaga ketahanan struktur tangki kapal, mencegah potensi bahaya akibat perubahan suhu yang drastis, serta menjamin kualitas muatan LNG tetap terjaga selama proses pengiriman.

President Director PAG, Yan Syukharial, menyampaikan pengembangan layanan GUCD merupakan bagian dari komitmen perusahaan mengoptimalkan aset Arun, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan LNG yang terintegrasi.

“Layanan GUCD menjadi salah satu bentuk optimalisasi infrastruktur LNG Terminal Arun sekaligus wujud komitmen PAG dalam memberikan layanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada para pengguna jasa,” ujar Yan dalam keterangan resmi, Senin (28/9).

Petugas memeriksa instalasi pipa regasifikasi (pengubahan kembali LNG menjadi gas) di area pabrik PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Aceh, Senin (27/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Yan mengatakan, perusahaan melihat peluang bisnis GUCD memiliki potensi yang sangat besar. Sebelumnya, hanya Singapura yang menjadi pemain utama bisnis GUCD di Asia, namun saat ini Terminal PAG telah menjadi pusat baru bagi kapal LNG di Asia.

"Dengan begitu, Terminal LNG Arun dapat semakin berperan dalam mendukung kebutuhan LNG nasional maupun pasar internasional,” jelasnya.

Mulai tahun 2023, PAG menerima pelanggan layanan GUCD pertama dari BP Singapore dengan jumlah volume ± 4.900 m³ dan aktual molekul sebesar 115.060,000 Million British Thermal Unit (MMBTU).

Seiring dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan, hingga tahun 2026 PAG telah memasarkan jasa bisnis ini secara masif dan menerima lebih dari 38 kapal yang berasal dari lebih 15 perusahaan dunia yang menggunakan layanan GUCD dan jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah setiap tahunnya.

Petugas memeriksa tekanan gas pada instalasi regasifikasi (pengubahan kembali LNG menjadi gas) di area pabrik PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Aceh, Senin (27/2/2023). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sampai tahun 2026, PAH telah menerima 18 kapal kargo sehingga total aktual volume LNG yang diterima sebesar ± 70.000 m³ dengan aktual molekul sebesar ± 1,6 juta MMBTU. Memasuki September 2026, PAG terus menunjukkan perkembangan dan memperluas lini bisnis dengan berbagai perusahaan LNG Global.

Keberadaan layanan GUCD juga semakin memperkuat peran Arun sebagai bagian dari pengembangan LNG Hub di Kawasan Asia.

Dengan dukungan fasilitas terminal, storage, jetty, serta infrastruktur LNG yang terintegrasi, PAG terus mengembangkan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan rantai pasok LNG, termasuk penerimaan, penyimpanan, regasifikasi, unloading & reloading, serta layanan lainnya.