Konten dari Pengguna

Adiós, Luis Milla

Fathru Qalbie Septizar Akbar

Fathru Qalbie Septizar Akbar

Future superhero

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathru Qalbie Septizar Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adiós, Luis Milla
zoom-in-whitePerbesar

Kegelisahan pecinta sepakbola Indonesia akhirnya sudah terjawab, PSSI dalam sidang Exco hari ini (21/10) menyatakan tidak melanjutkan Luis Milla sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia senior untuk gelaran piala AFF 2018 mendatang dan digantikan oleh Bima Sakti, sang legenda timnas Indonesia dan yang juga sebelumnya menjadi asisten pelatih Luis Milla. Anggota sidang Exco, Pieter Tanuri memaparkan bahwa mantan punggawa Real Madrid dan Barcelona ini sudah tidak percaya pada PSSI. Selain itu, Pieter juga menyatakan bahwa tidak memakai jasa Luis Milla karena gaji yang tinggi namun minim pencapaian prestasi. Padahal Luis Milla dianggap membawa pengaruh positif bagi persepakbolaan di tanah air, Milla membangun filosofi baru permainan timnas dari permainan yang monoton dan juga memanfaatkan skil individu pemain. Masyarakat juga menganggap gagalnya Milla pada beberapa ajang bukan merupakan mutlak kegagalan, namun awal dari kebangkitan untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik karena tidak ada hasil yang didapat secara instan.

Ingkar Janji PSSI

Sejak awal kepergian Luis Milla setelah pertandingan terakhir Indonesia pada ajang Asian Games kemarin, PSSI terus didesak masyarakat dan warganet untuk memperpanjang Luis Milla setidaknya sampai AFF mendatang. Namun, kabar simpang siur terus berhembus dari pihak PSSI. Awalnya PSSI menjanjikan akan menindaklanjuti kontrak sang Entrenador dan bernegosiasi dengan pihak Luis Milla, seiring berjalannya waktu PSSI hanya memberikan tenggat waktu kepada masyarakat untuk kepastian hal tersebut. Banyak pihak yang berpendapat bahwa hal ini tersendat karena tunggakan gaji PSSI yang belum dibayarkan. Beberapa bulan lalu, Komite Eksekutif PSSI memang menyatakan bahwa PSSI menunggak gaji Luis Milla selama 3 bulan sebesar Rp. 6,9 Milliar dan PSSI tidak membayar hotel yang disewa Milla saat di Bali sehingga dia harus menggunakan uangnya sendiri.

PSSI terus memberikan statement bahwa Luis Milla hanya menunggu kesepakatan untuk kembali ke Indonesia, hingga pihak PSSI menyatakan dia hanya tinggal dibelikan tiket pesawat untuk datang kesini. Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi dalam wawancaranya menyatakan bahwa Milla sudah deal untuk kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, dan itu sudah pasti. Namun, tidak lama berselang, PSSI membuang semua harapan warga Indonesia dengan mengumumkan diputusnya kontrak Luis Milla.

Ucapan Selamat Tinggal Milla, dan Sindiran Untuk PSSI

Adiós, Luis Milla (1)
zoom-in-whitePerbesar

Setelah diumumkannya pemutusan kontrak Luis Milla oleh PSSI, tidak lama berselang Luis Milla melalui akun Instagram miliknya menyatakan dengan berat mengucapkan selamat tinggal kepada Indonesia beserta staff yang sudah bekerjasama dengannya selama menjadi pelatih di Indonesia. Selain mengucapkan terimakasih kepada orang-orang terdekatnya, Luis Milla menyayangkan buruknya manajemen yang dimiliki PSSI, secara tiba-tiba memutus kontrak dan mengatakan PSSI memiliki tingkat profesionalisme yang rendah. Luis Milla merasa sudah melakukan semua tugasnya dengan baik selama 1 setengah tahun bersama Garuda, tidak lupa Milla juga menyatakan Indonesia sebagai rumah kedua baginya karena perlakuan yang baik dari masyarakat kepada istrinya, asistennya, dan juga dirinya. Terakhir dia menyatakan "Saya tidak akan pernah melupakan kalian, kalian selalu ada dihati saya. Ingat, kalian punya seorang teman dari Spanyol untuk apapun. THANKS Indonesia." tutupnya.

Harapan warga Indonesia sudah pupus untuk membangun sepakbola jangka panjang bersama Luis Milla, masyarakat begitu paham bobroknya PSSI dan kinerjanya yang selalu mengecewakan. Kini, kita titipkan timnas senior kepada legenda timnas Bima Sakti yang cukup dekat dan memiliki strategi seperti Luis Milla. Pecinta dan pendukung sepakbola Indonesia hanya bisa mendukung dan mendoakan agar 'dosa' PSSI ini tidak mengganjal prestasi timnas kedepannya. Walaupun hanya sebentar terasa, Luis Milla menghasilkan banyak hal positif bagi sepak bola tanah air, masyarakat pun harus merelakan kepergian pelatih yang mulai dicintainya. Adios luis milla, nos vemos de nuevo.