Jangan Lupa Sama Diri Sendiri

Mahasiswa Manajemen 2022 Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Felicia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jangan lupa peduli sama diri sendiri karena belum tentu orang lain selalu peduli sama diri kita. Adakalanya kita menghadapi sesuatu yang berat dan itu tidak mungkin bisa selalu dipedulikan oleh orang lain, karena pada hakikatnya manusia tidak punya kemampuan untuk mendengar isi hati orang lain.
Yah, memang sebagai manusia kadang kita mudah merasakan apa yang orang lain rasakan, entah itu mereka sedang bahagia atau sedang teramat sedih. Tetapi, tidak semua hal tentang perasaan dan masalah kita bisa diketahui oleh orang lain. Jadi, penting bagi kita semua untuk menjadi orang pertama yang peduli dengan diri kita sendiri.
Menjadi diri sendiri adalah jalan pertama bagi kita untuk terus hidup menjalani hari demi hari. Adakalanya kebahagiaan, entah bagaimana caranya, tiba-tiba tidak dapat diutarakan atau dibagikan kepada mereka yang menjadi teman atau sahabat dekat. Begitupun juga dengan kesedihan, adakalanya kesedihan itu tidak dapat diutarakan juga kepada mereka.
Kadang pula, segala hal yang harusnya mereka pedulikan tentang kita sebagaimana mereka adalah orang yang dekat dengan kita, pada akhirnya kita simpan sendirian karena mereka tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi pada kita, dan itu mengundang kekecewaan pada diri kita sendiri.
Maka pada akhirnya, itu membuat kita merasa bahwa kita sendirian. Maka dari itu, penting untuk berpikir bahwa selain ada mereka, juga ada diri kita sendiri yang peduli kepada kita.
Tidak melulu soal perasaan sedih dan bahagia, kadang ada orang yang saking baiknya lebih peduli dengan orang lain daripada dirinya sendiri. Ada yang butuh pendengar, maka dia akan menjadi pendengar. Namun ketika dia butuh pendengar, dia tidak punya pendengar yang mau mendengarnya.
Kadang ada yang seperti itu, dan bagi mereka yang pernah mengalami itu, maka peduli terhadap diri sendiri itu penting, sebab peduli dengan diri sendiri adalah keseimbangan yang mutlak supaya mereka tidak lupa betapa pentingnya kesejahteraan hidupnya. Karena, tujuan hidup itu juga untuk bahagia.
Secara fisik maupun mental, baik penampilan dari luar maupun dari dalam, melalui peduli dengan diri sendiri ini bisa membantu kita untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Memang rasa-rasanya tidak puas kalau orang lain tidak peduli dengan kita. Namun jika kalian merasakan kesendirian itu, maka itu juga bagian dari kehidupan, tapi jangan lupa untuk peduli dengan diri sendiri yang juga bagian dari kehidupan kita pribadi. Bagaimanapun juga, melalui peduli dengan diri sendiri itu bisa membantu kita untuk kembali ke kebahagiaan, karena bahagia juga bagian dari kehidupan kita.
Seperti yang pernah dikatakan oleh Maureen Joyce Connolly, "latihan penyelamatan diri terlebih dahulu sebelum kamu membantu orang lain."
Apa saja yang dapat kita lakukan untuk peduli dengan diri sendiri?
Pertama, luangkan waktu untuk diri sendiri. Ini baik untuk kita supaya kita rileks dan merasa tenang. Hal ini bermanfaat positif bagi kesehatan mental, pikiran, dan fisik. Lakukan kegiatan apapun yang bersifat positif dan setidaknya libur sehari dari dunia luar, misalnya melakukan kegiataan yang di dambakan atau menjalani hobi.
Kedua, belajar berpikiran positif, karena lingkungan tempat kita berinteraksi tidak selalu baik. Jadi, ketika orang lain berkata sarkas atau melakukan sesuatu karena mereka tidak suka kepada kita, maka kendalikan pikiran untuk berpikiran positif. Dari sanalah nanti pikiran yang baik itu menuntun kita ke arah yang positif.
Ketiga, luapkan isi hati seperti rasa sedih, kecewa, dan marah. Jangan di pendam, karena sebagaimana yang kita tahu terus memendam perasaan itu sangat menyakitkan. Ada cara umum yang dapat kita lakukan untuk meluapkan isi hati kita tersebut, yaitu menceritakannya kepada orang terpercaya.
Namun jika mereka dirasa kurang cocok untuk kita bagi cerita atau mereka memang sedang tidak mau peduli dengan cerita-cerita kita, maka menulis buku harian juga praktis untuk dilakukan. Atau luangkan waktu berbicara dengan diri sendiri, atau dengan Tuhan. Jadikan perasaan yang memuakan itu menghilang, karena perasaan lega adalah pelangi ruh jiwa kita.
Keempat, bersikap tegas. Lakukan apa yang sikap egosi kita pernah lakukan. Sering kali kita bersikap lebih peduli dengan orang lain ketimbang dengan diri kita sendiri. Maka bersikap tegas itu penting, kalau peduli dengan orang lain saja bisa dengan mudah kita lakukan, mengapa dengan diri sendiri sulit untuk kita lakukan?
Menurut saya, empat hal itu sangat penting dilakukan untuk bersikap peduli dengan diri sendiri. Karena tidak semua orang mau mengerti dan peduli dengan kita. Apalagi masalah tidak jauh-jauh dari kesulitan dan soal perasaan sedih, kecewa, dan marah. Saya berharap tulisan ini bisa membantu para pembaca sekalian untuk tidak lupa bahwa yang pertama peduli dengan diri kita adalah diri kita sendiri. Juga, tidak semua orang senang dengan kita, dan itu sering menusuk hati dan perasaan kita, di lain sisi orang-orang itu tidak mau tahu lagi dengan apa yang telah mereka perbuat.
Semoga tulisan saya bisa menjadi pengingat bagi para pembaca sekalian untuk peduli dengan diri sendiri karena bahagia juga tujuan kita untuk hidup, supaya semua hari-hari yang dilalui bisa berjalan dengan baik dan lancar, dan benak kita tidak menambah beban pikiran. Karena pada akhirnya sikap peduli dengan diri sendiri melancarkan semua jalan dan rencana kehidupan kita, baik untuk masa depan dan juga untuk hari-hari yang kita lalui. Maka dari itu saya nyatakan, jangan lupa peduli sama diri sendiri.
