Belajar dari Sosok Putri Ariani

Penulis Merupakan Penggiat Literasi Sosial
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Fiderman Gori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kejutan spektakuler datang dari Putri Ariani, gadis tunanetra asal Jogja yang tampil memukau hingga menaklukkan panggung America’s Got Talent (AGT) 2023 beberapa hari lalu. Sebuah pengalaman indah, mengharukan dan juga membahagiakan banyak orang. Penampilan Putri di America’s Got Talent (AGT) 2023 tersebut berhasil mengharumkan tanah air Indonesia di mata dunia internasional.
Terus terang, saya menuliskan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Putri Ariani atas prestasi yang diperolehnya di acara yang bisa dibilang salah satu pencarian bakat terpopuler di dunia. Dan selebihnya tulisan ini untuk kita generasi muda yang sedang membangun eksistensi diri, agar bisa belajar dari sosok Putri Ariani gadis cantik tunanetra ini yang telah menorehkan prestasi meski dengan kekurangannya.
Sebelum saya menerangkan lebih jauh kenapa kita harus belajar dan terinspirasi darinya. Terlebih dahulu perlu diketahui bahwa Putri Ariani ini seorang gadis yang memiliki talenta dalam dunia seni suara, sekaligus ia mampu memainkan alat musik.
Belakangan namanya memang sudah kian dikenal sebagai penyanyi tunanetra dan sempat mengisi beberapa acara televisi nasional. Hal itu dilatarbelakangi karena di balik kekurangannya ia memiliki kelebihan diluar nalar manusia yakni, sebagai penyanyi berbakat. Sehingga berkat kemampuannya itu, tatkala penampilannya mampu menghipnotis para penonton dengan suaranya yang indah nan merdunya.
Tidak selesai sampai di situ saja, seperti penyanyi berbakat pada umumnya atau profesi apapun itu tentu memiliki mimpi dan cita-cita untuk bisa maju selangkah di level yang lebih tinggi. Hal yang sama jiwa tersebut dimiliki oleh Putri Ariani supaya ia dapat berkarya dalam mewujudkan mimpi selanjutnya.
Keinginannya untuk menjadi diva populer masa depan akhirnya terjawab dengan mendapatkan kesempatan sebagai peserta audisi di salah satu pencarian bakat ternama dunia. Namanya adalah America’s Got Talent (AGT) 2023.
Panggung Got Talent inilah sosok Putri Ariani menunjukkan penampilan dan kemampuan spektakulernya dibidang seni suara di hadapan para juri dan para penonton di seluruh dunia.
Seperti yang lihat dalam acara tersebut, ada empat orang juri yang menyaksikan penampilan Putri apakah layak di babak selanjutnya atau tidak. Dengan suara emas yang super keren dan indah keempat juri sempat terdiam dan terpukau hingga memberikan standing ovation.
Namun, ada hal menarik yang menurut banyak orang jarang terjadi di panggung America’s Got Talent kali ini. Simon Cowell, ya! Simon Cowell, dia adalah juri yang dikenal paling kritis, killer dan pelit pujian kepada audisi.
Tetapi kali ini dengan penampilan spektakuler dari Putri yang bernyanyi sambil bermain piano, Simon Cowell pun terpesona. Tidak tanggung-tanggung sang juri killer tersebut langsung menekan tombol keramat sebagai tiket Golden Buzzer kepada Putri.
Dikutip dari celebrity.okezone.com tiket Golden Buzzer ini merupakan undangan jalan pintas untuk dapat tampil langsung di babak Live Show. Tiket tersebut hanya memiliki satu kesempatan dari juri kepada audisi pilihannya. Jadi, Golden Buzzer ini tiket emas yang paling istimewa bagi kontestan untuk melaju ke babak semi final tanpa harus penyaringan yang panjang.
Melalui lagu berjudul Loneliness yang diciptakan Putri Ariani sendiri, penyanyi tunanetra itu mampu memikat hati para juri hingga mendapatkan tiket impiannya di panggung America’s Got Talent (AGT) 2023.
Setelah tampil luar biasa dan mendapatkan tiket Golden Buzzer. Gadis yang mengalami gangguan pada indra penglihatan ini akhirnya menghebohkan dunia. Media asing dan nasional ikut memberi respons positif terhadap dirinya. Bahkan namanya pun mendadak trending topic diberbagai platform media sosial di Indonesia.
Belajar dari Sosok Putri Ariani
Prestasi yang ditorehkan Putri Ariani di panggung America’s Got Talent (AGT) 2023 sudah pasti suatu kebanggaan bagi kita semua. Ini menjadi bukti nyata dan sebagai pelajaran berharga bagi generasi muda, bahwa pencapaian atau sukses adalah milik semua orang.
Keterbatasan, kekurangan dan latar belakang sosial apapun itu tidak menjadi alasan mutlak untuk tidak melakukan sesuatu yang kreatif dan produktif. Berani melawan kenyataan diri sendiri, keluar dari zona “tidak mungkin” adalah pesan moral yang diberikan Putri Ariani untuk kita saat ini. Karena kemungkinan pasti akan datang dengan sendirinya dengan usaha dan doa yang dilakukan.
Tidak hanya Putri Ariani yang menjadi teladan kita hari ini, banyak sahabat dan teman-teman kita difabel lainnya yang patut di contoh dengan segala maha karya mereka. Ini menandakan, siapapun boleh menjadi apapun selama baik buat bersama, baik buat peradaban dan kemanusiaan.
Terakhir, sebuah kata bijak mengatakan “Sadari kelemahanmu dan ubah menjadi kekuatanmu”.
