FIKOMDIGI UNIMUS Lepas 61 Calon Wisudawan, Tekankan Integritas di Tengah Perkembangan AI

Akun resmi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital Universitas Muhammadiyah Semarang. Informasi mahasiswa baru kunjungi pmb.unimus.ac.id
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital UNIMUS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Semarang | Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melepas 61 calon wisudawan dan wisudawati dalam rangkaian menuju Wisuda ke-50 UNIMUS. Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) II UNIMUS, Selasa (27/10/2026). Pelepasan tersebut menjadi momentum bagi FIKOMDIGI untuk mengantarkan para mahasiswa menuju fase baru setelah menyelesaikan pendidikan akademiknya. Tidak sekadar merayakan capaian akademik, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa lulusan FIKOMDIGI akan memasuki dunia yang terus berubah, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

FIKOMDIGI memandang bahwa perubahan teknologi membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, beradaptasi, berkolaborasi, serta memiliki integritas dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FIKOMDIGI UNIMUS, Dr. Muhammad Munsyarif, M.Kom., Ph.D., bersama jajaran wakil dekan, ketua program studi S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, S1 Sains Data, S1 Kecerdasan Buatan, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Rekayasa Keamanan Siber, serta Magister Informatika. Dalam laporan panitia, Dr. Wendi Sarasjati, S.C., M.Cs., menyampaikan bahwa sebanyak 61 mahasiswa tercatat sebagai calon wisudawan dan wisudawati FIKOMDIGI pada Wisuda ke-50 UNIMUS. Penetapan tersebut mengacu pada Surat Dekan Nomor 98/UNIMUS.AJ/SK/2026 tertanggal 15 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, Tri Wulan Suci Ramadhan tercatat sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97. Momen pelepasan berlangsung dalam suasana haru ketika perwakilan mahasiswa menyampaikan pesan dan kesan. Tri Wulan Suci Ramadhan menyampaikan bahwa capaian yang diraih tidak terlepas dari proses panjang yang diwarnai perjuangan, kelelahan, air mata, serta dukungan dari berbagai pihak.Bagi para calon wisudawan, penyelesaian studi bukan sekadar pencapaian untuk memperoleh gelar akademik. Di baliknya terdapat perjalanan panjang yang mempertemukan mereka dengan berbagai tantangan akademik, pengalaman organisasi, relasi pertemanan, serta proses pembentukan diri selama berada di lingkungan kampus. Apresiasi juga disampaikan kepada para dosen dan tenaga kependidikan FIKOMDIGI yang telah mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Tidak kalah penting, para calon wisudawan menyampaikan penghargaan kepada orang tua yang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan mereka melalui doa, dukungan, tenaga, dan harapan. Bagi FIKOMDIGI, capaian para lulusan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan studi. Lebih dari itu, pendidikan diarahkan untuk membangun kesiapan lulusan menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Dekan FIKOMDIGI UNIMUS, Dr. Muhammad Munsyarif, M.Kom., Ph.D., mengingatkan para calon wisudawan bahwa ijazah merupakan bukti telah diselesaikannya pendidikan formal, tetapi kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, gelar akademik menjadi titik awal untuk memasuki ruang pengabdian dan profesional yang lebih luas. Para lulusan akan berhadapan dengan perubahan teknologi, kebutuhan industri, dinamika masyarakat, serta persoalan-persoalan baru yang tidak selalu dapat dijawab hanya dengan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Karena itu, FIKOMDIGI menempatkan kompetensi, karakter, dan integritas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam pembentukan lulusan. Pesan tersebut semakin relevan ketika perkembangan teknologi berlangsung dengan sangat cepat. Kecerdasan buatan, sains data, komputasi awan, keamanan siber, dan berbagai teknologi digital lainnya telah mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, mengolah informasi, hingga mengambil keputusan. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang kini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi dalam waktu yang jauh lebih singkat. Di sisi lain, perubahan tersebut menghadirkan kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang mampu memahami teknologi sekaligus menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab. FIKOMDIGI melihat perkembangan tersebut bukan semata sebagai tantangan, melainkan sebagai ruang bagi lulusan untuk menciptakan peluang dan memberikan kontribusi.
Penguasaan teknologi memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan strategis, mulai dari perkembangan ekonomi digital, persaingan global, keamanan data, transformasi industri, hingga kemandirian teknologi. Karena itu, kompetensi yang dimiliki lulusan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat. Pada saat yang sama, perkembangan AI juga menghadirkan persoalan etis yang semakin kompleks. Teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan dan menyebarkan informasi palsu, memanipulasi konten, melanggar privasi, maupun menghasilkan keputusan yang berpotensi merugikan kelompok tertentu apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran etis. Sebagai bagian dari UNIMUS yang menjunjung nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), FIKOMDIGI memandang bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan bersama dengan akhlak, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap kemanusiaan.
Lulusan tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem yang menciptakan teknologi dan inovasi dengan mempertimbangkan manfaat, keamanan, keadilan, serta dampaknya bagi masyarakat. Pesan tersebut menjadi salah satu fondasi FIKOMDIGI dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi dunia profesional maupun melanjutkan pengembangan keilmuan. Perubahan teknologi menuntut pembelajar sepanjang hayat, sehingga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi modal penting setelah mahasiswa meninggalkan ruang kelas. Di sisi lain, FIKOMDIGI terus mengembangkan lingkungan akademik yang mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang teknologi digital. Penguatan berbagai bidang keilmuan di dalam fakultas menjadi bagian dari upaya untuk merespons kebutuhan industri sekaligus menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks. Melalui pembelajaran, riset, kolaborasi, dan kemitraan strategis, FIKOMDIGI berkomitmen mendorong lahirnya lulusan yang mampu menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Pelepasan 61 calon wisudawan dan wisudawati pada akhirnya bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi. Bagi FIKOMDIGI, momentum tersebut merupakan bagian dari perjalanan untuk mengantarkan lulusan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di FIKOMDIGI diharapkan menjadi fondasi bagi para lulusan untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi di tengah perubahan zaman. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari seberapa banyak mahasiswa yang menyelesaikan studi, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu membawa pengetahuan yang diperolehnya menjadi karya, solusi, dan manfaat bagi masyarakat. Di tengah percepatan digitalisasi dan perkembangan AI, FIKOMDIGI percaya bahwa teknologi harus tetap berpihak pada manusia. Para lulusan diharapkan mampu membuktikan bahwa kecanggihan teknologi dapat berjalan bersama integritas, tanggung jawab, dan semangat menghadirkan perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan.
