Konten dari Pengguna

Mengenal Night Eating Syndrome : Makan Malam Akibat Gangguan Mental

Fiorenza Aiko Fildza Azain

Fiorenza Aiko Fildza Azain

Mahasiswi Psikologi di Universitas Brawijaya

·waktu baca 4 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fiorenza Aiko Fildza Azain tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mie instan, martabak, atau roti bakar adalah makanan yang cocok dijadikan sebagai late night snack, apalagi untuk Gen Z yang hobi begadang sampai subuh. Banyak orang tidak tahu bahwa kebiasaan late night snack bisa jadi merupakan salah satu gejala gangguan mental, yaitu night eating syndrom.

Nah biar tidak penasaran, langsung saja kita ulik apa itu night eating syndrome.

foto: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
foto: Dokumen Pribadi

Orang-orang sering salah paham dan mengira night eating syndrome sama dengan binge eating. Hal itu dikarenakan masyarakat lebih familiar dengan istilah binge eating bila dikaitkan dengan gangguan pola makan berlebih. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Penderita binge eating disorder makan dengan porsi besar tanpa bisa mengendalikan kapan harus berhenti, sementara orang dengan night eating syndrome cenderung makan berlebih hanya pada waktu tengah malam.

Orang yang mengalami gangguan night eating syndrome makan dengan porsi sedikit dari pagi sampai siang, namun pada malam hari penderita memiliki nafsu makan yang besar sehingga menyebabkan asupan yang masuk ke dalam tubuh berlebih.

Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas tidur menurun, dan dalam beberapa kasus yang ekstrim, night eating syndrome dapat menyebabkan penderitanya mengalami obesitas.

Gejala yang Patut Diwaspadai

Tidak semua episode makan tengah malam boleh langsung di generalisasi sebagai night eating syndrome, butuh pengecekan dari Dokter maupun seorang Psikolog untuk menyatakan seseorang memiliki night eating syndrome.

Namun sampai mana keinginan makan tengah malam dapat dikategorikan sebagai hal yang wajar, dan pada batas mana keinginan makan tengah malam dapat dikategorikan sebagai gangguan pola makan night eating syndrome?

Gejala-gejala seseorang memiliki gangguan night eating syndrome antara lain adalah :

  1. Bangun tengah malam karena keinginan untuk makan paling tidak 2 kali dalam seminggu.

  2. Sering melewatkan sarapan, dan merasa tidak nafsu makan di pagi hari.

  3. Keinginan yang kuat untuk makan pada malam hari.

  4. Memiliki masalah tidur.

  5. Percaya bahwa dengan makan sebelum tidur, seseorang akan lebih mudah tertidur.

  6. Merasa depresi, khususnya pada malam hari.

Perlu disadari bahwa gejala-gejala ini tidak hanya muncul sekali dua kali, namun gejala ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Penyebab Terjadinya Night Eating Syndrome

Night eating syndrome sendiri bisa disebabkan dari hal-hal yang mempengaruhi kesehatan mental kita, antara lain :

  • Terpengaruh kondisi gangguan pola makan lainnya, antara lain: Binge Eating maupun Bulimia

  • Depresi

  • Anxiety

  • Menggunakan obat tertentu

  • Merokok

  • Gangguan ritme sirkadian

Beberapa penelitian terbaru juga menemukan bahwa Night Eating Syndrome muncul karena adanya faktor genetik dari keluarga.

Mengatasi Gangguan Night Eating Syndrome

Setelah mendapat diagnosis dari Dokter maupun Psikolog, barulah penanganan night eating syndrome dapat dilakukan

Beberapa penanganannya antara lain adalah:

  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Proses ini merupakan salah satu terapi yang digunakan untuk mengontrol rasa lapar di malam hari, sehingga penderita makan lebih banyak di siang hari.

  • Terapi Cahaya

Terapi ini dilakukan dengan memberi paparan cahaya khusus kepada penderita sekitar 15 sampai 30 menit per hari, lampu ini akan membantu mengubah ritme sirkadian.

  • Obat antidepresan

Obat ini biasanya digunakan apabila night eating syndrome dipicu dan disertai dengan gejala depresi.

  • Meningkatkan hormon melatonin

Hormon melatonin berperan sebagai hormon yang mengatur siklus tidur seseorang, dengan mengonsumsi suplemen melatonin akan membantu memperbaiki kualitas tidur di malam hari.

Menghindari Night Eating Syndrome dengan Hidup Sehat

Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Sebelum seseorang mengembangkan gangguan pola makan night eating syndrome, kita bisa mengambil langkah pencegahan dengan :

  1. Terapkan mindful eating.

  2. Aktivitas yang teratur dari pagi hingga siang hari.

  3. Hindari melampiaskan perasaan negatif dengan makan.

  4. Rencanakan jadwal makan yang teratur.

  5. Konsumsi makanan dengan tinggi serat dan tinggi protein.

Apabila kamu merasakan gejala-gejala night eating syndrome, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Dokter maupun Psikolog, Selalu jaga pola makan dan gaya hidup sehat supaya kamu bisa terhindar dari gangguan night eating syndrome.

Menurut opini saya, night eating syndrome merupakan penyakit gangguan mental yang masih sangat awam di kalangan masyarakat. Itulah penyebab utama banyak orang terlambat menyadari bahwa, late night snack yang mereka lakukan setiap hari merupakan pertanda dari gangguan night eating syndrome.

Dengan membaca artikel ini, semoga kamu bisa terhindar dari gangguan pola makan night eating syndrome.