Buah Kabau: Buah Unik dari Sumatera yang Mulai Jarang Ditemukan

Dosen Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah kabau (Archidendron bubalinum), juga dikenal sebagai jengkol hutan, jering antan atau jolang-jaling, merupakan tanaman tropis yang banyak ditemukan di daerah Sumatera, Indonesia. Buah kabau memiliki bentuk bulat memanjang dan berwarna hijau seperti kacang polong. Dalam satu polong, biasanya terdapat 8-12 biji kabau yang tersusun rapi.
Tanaman kabau memiliki nilai ekonomis dan kultural yang signifikan, terutama di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Buah kabau telah lama digunakan oleh masyarakat setempat sebagai lalapan dan bahan masakan tradisional. Tanaman kabau tumbuh liar di hutan-hutan tropis, terutama di daerah dataran rendah hingga ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.
Buah kabau mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut adalah beberapa kandungan nutrisi yang terdapat dalam buah kabau:
Protein: Sebagai sumber protein nabati, kabau dapat menjadi alternatif bagi mereka yang menghindari protein hewani.
Karbohidrat: Kabau juga mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, memberikan energi bagi tubuh.
Serat: Serat dalam kabau baik untuk pencernaan dan dapat membantu mengatasi sembelit.
Vitamin dan Mineral: Kabau mengandung beberapa vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalsium, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Senyawa Organosulfur: Seperti petai dan jengkol, kabau juga mengandung senyawa organosulfur yang memberikan aroma khas pada bijinya.
Meskipun baunya sering dianggap mengganggu, kabau memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang patut diperhitungkan. Beberapa manfaat kesehatan dari kabau antara lain:
Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat dalam kabau membantu memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C dalam kabau membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa organosulfur dalam kabau dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Mencegah Anemia
Zat besi yang terkandung dalam kabau penting untuk pembentukan sel darah merah, sehingga dapat mencegah anemia.
Sumber Energi
Dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, kabau dapat menjadi sumber energi yang baik untuk aktivitas sehari-hari.
Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Fosfor dalam kabau sangat baik untuk kesehatan tulang dan gigi.
Selain itu, buah kabau juga sering digunakan sebagai lalapan atau bahan tambahan dalam berbagai masakan. Buah mudanya biasanya dijadikan lalapan yang membangkitkan selera makan, sementara buah yang sudah tua diolah menjadi berbagai sambal, seperti sambal goreng balado dengan ikan salai atau teri.
Walaupun popularitasnya tidak seperti petai dan jengkol, kabau tetap menjadi bagian penting dari kuliner masyarakat Sumatra. Sayangnya, seiring berjalannya waktu dan perubahan pola konsumsi, penggunaan kabau sedikit mengalami penurunan, terutama di luar daerah asalnya.
