Konten dari Pengguna

Emping: Makanan Tradisional dari Biji Melinjo dengan Rasa yang Unik dan Khas

Firsta Ninda Rosadi

Firsta Ninda Rosadi

Dosen Universitas Andalas

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Emping yang Siap Dikonsumsi (sumber: shutterstock.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Emping yang Siap Dikonsumsi (sumber: shutterstock.com)

Emping, salah satu makanan ringan khas Indonesia, sejenis keripik tradisional yang terbuat dari biji melinjo (Gnetum gnemon). Biji melinjo sendiri sudah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Nusantara sejak zaman dahulu kala, baik sebagai bahan makanan maupun obat tradisional. Melinjo tumbuh subur di wilayah tropis Indonesia, dan bijinya menjadi sumber utama dalam pembuatan emping. Emping telah menjadi bagian dari kuliner tradisional Indonesia sejak lama, terutama di daerah Jawa dan Sumatera. Emping memiliki rasa yang khas, mulai dari rasa tawar, gurih, hingga sedikit pahit tergantung pada jenis dan proses pembuatannya.

Pembuatan emping secara tradisional melibatkan proses yang cukup sederhana namun memerlukan ketelatenan. Biji melinjo yang telah dikupas direndam dalam air panas atau dikukus hingga lunak. Setelah itu, biji tersebut dipukul-pukul hingga pipih menggunakan alat penumbuk khusus. Lembaran pipih inilah yang kemudian dijemur hingga kering sebelum digoreng menjadi emping. Emping biasanya disajikan sebagai camilan atau pelengkap hidangan tradisional Indonesia seperti soto, nasi uduk, gado-gado, dan lontong sayur.

Emping memiliki beberapa kandungan gizi, meskipun tidak tergolong makanan yang sangat kaya nutrisi. Kandungan utama emping antara lain:

  • Karbohidrat: Sebagai sumber energi utama, emping mengandung karbohidrat yang berasal dari biji melinjo.

  • Lemak: Emping memiliki kandungan lemak yang berasal dari minyak goreng yang digunakan dalam proses penggorengan.

  • Protein: Biji melinjo mengandung sejumlah kecil protein nabati.

  • Vitamin dan mineral: Melinjo mengandung beberapa vitamin dan mineral, seperti vitamin B1, B2, serta zat besi, kalsium, dan fosfor.

Namun, perlu dicatat bahwa emping juga memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Purin adalah senyawa yang dapat diubah menjadi asam urat dalam tubuh, sehingga konsumsi emping dalam jumlah besar tidak dianjurkan bagi penderita asam urat atau gout.

Ilustrasi Tanaman Melinjo (sumber: shutterstock.com)

Meskipun emping lebih dikenal sebagai camilan, biji melinjo yang menjadi bahan dasar emping memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, seperti:

  1. Antioksidan

    Biji melinjo mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.

  2. Menjaga kesehatan tulang

    Kandungan kalsium dan fosfor dalam melinjo dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

  3. Menjaga kesehatan jantung

    Konsumsi emping dalam jumlah sedang dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meskipun konsumsi berlebihan harus dihindari karena kandungan lemak dan purin yang tinggi.

Di samping itu, emping juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik, terutama bagi industri rumah tangga di daerah-daerah penghasil melinjo. Produksi emping menjadi salah satu mata pencaharian penting bagi masyarakat pedesaan di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.