Konten dari Pengguna

Jengkol: Bahan Masakan Dengan Aroma Khas Yang Kaya Manfaat

Firsta Ninda Rosadi

Firsta Ninda Rosadi

Dosen Universitas Andalas

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jengkol Yang Siap Diolah atau Dikonsumsi (sumber: shutterstock.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jengkol Yang Siap Diolah atau Dikonsumsi (sumber: shutterstock.com)

Jengkol (Archidendron pauciflorum), salah satu tanaman polong-polongan yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Jengkol juga dikenal dengan nama "jering" di Malaysia, "luk neang" di Thailand, dan "da nyin thee" di Myanmar. Tanaman jengkol memiliki buah yang beraroma khas dan sering diolah menjadi berbagai masakan. Jengkol diperkirakan berasal dari wilayah India dan menyebar ke Asia Tenggara pada masa lalu. Di Indonesia, jengkol banyak dibudidayakan di daerah Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Meskipun memiliki aroma yang tajam dan sering kali dianggap mengganggu, jengkol tetap menjadi favorit banyak orang, terutama di Indonesia. Di samping itu, jengkol mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, diantaranya:

  • Protein: Jengkol mengandung protein nabati yang cukup tinggi, sehingga bisa menjadi alternatif sumber protein bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian.

  • Karbohidrat: Sebagai sumber energi, jengkol juga mengandung karbohidrat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi harian.

  • Serat: Kandungan serat dalam jengkol membantu dalam proses pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna.

  • Vitamin dan Mineral: Jengkol kaya akan berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, dan fosfor yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

  • Antioksidan: Jengkol juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

Di berbagai daerah di Indonesia, jengkol diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat yang menggugah selera, seperti:

  1. Semur Jengkol

    Hidangan ini mungkin yang paling populer, di mana jengkol dimasak dengan bumbu semur yang kaya rempah, berkuah kecokelatan, dan memiliki cita rasa manis-gurih.

  2. Rendang Jengkol

    Variasi dari rendang, di mana jengkol dimasak dengan bumbu rendang hingga empuk dan bumbunya meresap.

  3. Sambal Goreng Jengkol

    Jengkol yang digoreng kemudian dicampur dengan sambal terasi pedas, memberikan sensasi pedas dan aroma khas jengkol yang menggugah selera.

  4. Gulai Jengkol

    Jengkol yang dimasak dalam kuah santan dengan bumbu gulai, memberikan rasa gurih dan sedikit pedas.

Selain digunakan dalam kuliner, jengkol juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional sebagai bahan herbal untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

Di samping itu, jengkol juga memiliki nilai ekonomi yang cukup signifikan, terutama di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, jengkol sering dijual di pasar tradisional dengan harga yang bisa bervariasi tergantung musim. Pada saat panen melimpah, harga jengkol bisa lebih terjangkau, namun pada saat tertentu harga jengkol bisa melonjak tinggi karena permintaan yang meningkat sementara pasokan terbatas. Budidaya jengkol juga menjadi salah satu mata pencaharian bagi petani di beberapa daerah. Karena permintaan yang stabil dan kecintaan masyarakat terhadap olahan jengkol, komoditas ini memberikan kontribusi ekonomi yang tidak sedikit bagi para petani.