Lada Sebagai "King of Spices" Dunia Dengan Beragam Manfaat Yang Luar Biasa

Dosen Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lada (Piper nigrum) atau yang sering dikenal sebagai "King of Spices" (Raja Rempah-rempah) merupakan salah satu rempah tertua di dunia. Lada berasal dari pantai Malabar di India, terutama di daerah Kerala. Penggunaan lada telah tercatat sejak tahun 372 SM oleh masyarakat Romawi Kuno, dimana lada digunakan tidak hanya sebagai bumbu masakan, tetapi juga sebagai mata uang dan barang berharga dalam perdagangan. Di Eropa abad pertengahan, lada begitu penting sehingga digunakan sebagai alat pembayaran pajak dan mas kawin. Lada juga berperan besar dalam mendorong penjelajahan dunia, termasuk penemuan rute laut baru oleh para penjelajah Eropa yang berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah. Di Indonesia, lada dikenal juga dengan nama "merica" yang mulai berkembang sejak abad ke-16, dibawa oleh bangsa Portugis. Pada abad ke-17, lada menjadi komoditas penting dalam perdagangan internasional dan menarik minat banyak negara.
Lada merupakan tanaman merambat yang tumbuh hingga 10 meter dengan bantuan penyangga. Buahnya berbentuk bulat kecil, berdiameter sekitar 5 mm, dan berubah warna dari hijau menjadi merah saat matang. Setelah dipanen, buah ini dijemur hingga menghitam dan mengecil, menjadi biji lada yang sering kita lihat di dapur.
Lada digunakan terutama sebagai bumbu masakan di seluruh dunia. Citarasanya yang pedas dan aromatik membuatnya menjadi salah satu bumbu utama dalam berbagai masakan, baik dalam bentuk butiran maupun bubuk. Di luar penggunaan kuliner, lada juga digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan baku obat, dalam industri parfum, serta dalam pengobatan tradisional.
Lada mengandung sejumlah komponen nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa kandungan gizi utama dalam lada:
Piperin
Senyawa alkaloid yang memberikan rasa pedas pada lada serta memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi.
Vitamin C dan K
Lada mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta vitamin K yang penting untuk kesehatan tulang dan pembekuan darah.
Serat
Kandungan serat dalam lada dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Mineral
Lada mengandung beberapa mineral penting seperti mangan, zat besi, dan kalium.
Selain kegunaan dan kandungan fitokimia yang beragam pada lada, terdapat juga berbagai manfaat kesehatan yang tidak kalah pentingnya dari konsumsi lada, diantaranya:
Meningkatkan Pencernaan
Piperin, senyawa aktif dalam lada, membantu meningkatkan produksi enzim pencernaan, yang dapat memperbaiki proses pencernaan dan mengurangi gejala perut kembung atau gangguan pencernaan lainnya.
Mengandung Antioksidan
Lada kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
Membantu Penurunan Berat Badan
Piperin dalam lada dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat pembakaran lemak.
Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
Lada dapat meningkatkan bioavailabilitas atau penyerapan nutrisi seperti vitamin dan mineral di dalam tubuh.
Memiliki Sifat Anti-inflamasi
Lada juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Di samping itu, harga lada bervariasi tergantung pada kualitas dan jenisnya. Di pasar internasional, harga lada bisa mencapai sekitar $5 hingga $10 per kilogram. Lada memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama bagi negara-negara penghasil utama seperti Indonesia, Vietnam dan India. Di Indonesia, lada merupakan salah satu komoditas ekspor penting yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian.
