Bos Daimler Indonesia Buka Suara Soal Studi Pasar Truk dan Bus Listrik

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) terus mengkaji potensi penetrasi armada ramah lingkungan untuk pasar nasional. Agen pemegang merek truk dan bus Mercedes-Benz ini memberikan pandangan terbarunya mengenai kelanjutan studi pasar terkait truk dan sasis bus listrik di Tanah Air.
President Director PT DCVI Antonio Randazzo mengungkapkan bahwa studi internal mengenai elektrifikasi kendaraan niaga pada dasarnya mengacu pada kesiapan ekosistem pendukung. Pihaknya menegaskan komitmen prinsipal untuk memboyong teknologi electric vehicle (EV) yang telah sukses diterapkan di Eropa.
"Kami sangat berharap dapat membagikan kepemimpinan kami dalam hal elektrifikasi di Eropa, kami menginvestasikan banyak uang untuk teknologi ini dan kami sangat sukses di sana. Kami berkomitmen bahwa di negara mana pun yang sudah siap, kami akan meluncurkan kendaraan listrik," ujar Antonio saat ditemui di JIExpo, Kemayoran Rabu (9/9).
Langkah studi yang dilakukan DCVI tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis unit armada semata. Antonio menyoroti pentingnya ketersediaan infrastruktur pengisian daya (charging station) yang memadai untuk menunjang operasional harian para pengusaha transportasi.
"Untuk kendaraan listrik, bukan hanya kesiapan teknis yang diperlukan, tetapi infrastruktur pengisian daya dan seluruh ekosistemnya harus sudah siap," tuturnya.
Selain kesiapan sarana pengisian daya, ketersediaan pasokan listrik berbasis energi terbarukan (green energy) juga menjadi variabel kunci dalam studi perusahaannya. Menurutnya, penggunaan armada listrik baru benar-benar berdampak positif jika sumber energinya bebas dari emisi karbon.
"Elektrifikasi hanya akan masuk akal jika energi yang kita gunakan untuk mengisi daya juga merupakan energi hijau. Jika tidak, kita hanya memindahkan emisi dari jalanan ke lokasi pembangkit listrik," tegas Antonio secara lugas.
Evaluasi terhadap kondisi pasar domestik terus dilakukan secara berkala demi memastikan momentum peluncuran produk yang tepat. DCVI tidak ingin terburu-buru menghadirkan armada listrik sebelum regulasi dan fasilitas pendukung nasional siap sepenuhnya.
"Jadi ada dua kondisi yang perlu dipenuhi agar kendaraan listrik bisa benar-benar berkelanjutan," tambahnya saat menjelaskan kesiapan infrastruktur.
Begitu seluruh hasil studi menunjukkan bahwa ekosistem dan pasokan energi hijau Indonesia telah siap, Mercedes-Benz dipastikan siap memboyong lini truk dan sasis bus listriknya. Komitmen ini sekaligus mempertegas langkah DCVI dalam mengawal transisi energi hijau di sektor transportasi niaga.
"Segera setelah Indonesia siap dengan hal itu, kami juga siap untuk meluncurkan elektrifikasi di Indonesia," tuntas Antonio.
