Ini Daftar Merek Mobil yang Penjualannya Naik di September 2026

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik BYD Atto 1 ditampilkan di booth Mobil Listrik BYD saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik BYD Atto 1 ditampilkan di booth Mobil Listrik BYD saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Di tengah koreksi penjualan mobil nasional secara bulanan, sejumlah agen pemegang merek (APM) justru berhasil mencatatkan peningkatan penjualan dari Agustus ke September 2026. Lini retail sales atau penyerapan unit di tingkat konsumen dari beberapa produsen tercatat tumbuh positif sepanjang September 2026.

Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, menjadi pemuncak dalam daftar merek dengan pertumbuhan volume penjualan ritel terbesar. Penyerapan unit BYD di tingkat konsumen melonjak sebanyak 560 unit, dari 6.861 unit pada Agustus menjadi 7.421 unit pada September 2026.

Posisi kedua diisi oleh pemain kawakan segmen komersial, Isuzu, yang membukukan kenaikan penjualan ritel hingga 435 unit. Distribusi langsung ke konsumen Isuzu merangkak naik dari 2.632 unit pada Agustus menjadi 3.067 unit pada September 2026.

VinFast di GIIAS Semarang. Foto: VinFast

Pendatang baru asal Vietnam, VinFast, turut mencatatkan tren kenaikan signifikan sebesar 294 unit di pasar harian. Penjualan ritel mobil listrik VinFast terdorong naik dari 385 unit menjadi 679 unit pada periode yang sama.

Merek China lainnya, Wuling, menyusul di urutan keempat lewat penambahan penjualan ritel sebanyak 224 unit. Wuling berhasil mengerek angka transaksi konsumen dari 1.850 unit pada Agustus menjadi 2.074 unit pada September 2026.

Daihatsu menjadi satu-satunya raksasa Jepang di jajaran lima besar yang mencatatkan pertumbuhan ritel positif. Pengiriman unit Daihatsu ke konsumen naik 217 unit, dari 12.100 unit pada Agustus menjadi 12.317 unit pada bulan berikutnya.

Daihatsu di GIIAS Semarang 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Pabrikan kendaraan niaga berat FAW mengamankan posisi keenam usai membukukan lonjakan penjualan sebanyak 134 unit. Penyerapan unit FAW meningkat pesat dari 83 unit pada Agustus menjadi 217 unit pada September 2026.

Lini SUV dari Jaecoo mengekor ketat dengan tambahan volume transaksi ritel sebesar 100 unit secara bulanan. Angka penyerapan unit Jaecoo di tingkat konsumen merangkak dari 3.300 unit menjadi 3.400 unit.

Merek kendaraan listrik Xpeng mencatatkan performa niaga yang terus menguat lewat penambahan 98 unit transaksi ritel. Penjualan Xpeng melesat dari 437 unit pada Agustus menjadi 535 unit pada September 2026.

Xpeng G6 di GIIAS 2026. Foto: Dok. Xpeng

Pabrikan kawakan asal Jepang, Honda, menguji ketahanan pasar dengan mencatatkan peningkatkan ritel sebanyak 97 unit. Penjualan kendaraan Honda ke tangan konsumen bergeser tipis dari 4.117 unit menjadi 4.214 unit.

Jajaran sepuluh besar ditutup oleh Jetour yang mengantongi peningkatkan transaksi konsumen sebesar 60 unit secara bulanan. Penjualan ritel Jetour meningkat dari 351 unit pada Agustus menjadi 411 unit pada September 2026.

Daftar pertumbuhan ini membuktikan bahwa penyerapan pasar otomotif nasional masih bergerak cukup dinamis di berbagai segmen.

Berikut adalah daftar rincian 18 merek mobil yang mencatatkan kenaikan retail sales pada Agustus ke September 2026:

  1. BYD: 7.421 unit (sebelumnya 6.861 unit / +560 unit)

  2. Isuzu: 3.067 unit (sebelumnya 2.632 unit / +435 unit)

  3. VinFast: 679 unit (sebelumnya 385 unit / +294 unit)

  4. Wuling: 2.074 unit (sebelumnya 1.850 unit / +224 unit)

  5. Daihatsu: 12.317 unit (sebelumnya 12.100 unit / +217 unit)

  6. FAW: 217 unit (sebelumnya 83 unit / +134 unit)

  7. Jaecoo: 3.400 unit (sebelumnya 3.300 unit / +100 unit)

  8. Xpeng: 535 unit (sebelumnya 437 unit / +98 unit)

  9. Honda: 4.214 unit (sebelumnya 4.117 unit / +97 unit)

  10. Jetour: 411 unit (sebelumnya 351 unit / +60 unit)

  11. Mazda: 443 unit (sebelumnya 393 unit / +50 unit)

  12. Citroen: 141 unit (sebelumnya 112 unit / +29 unit)

  13. DFSK: 135 unit (sebelumnya 110 unit / +25 unit)

  14. Mercedes-Benz (CV): 167 unit (sebelumnya 146 unit / +21 unit)

  15. BMW: 329 unit (sebelumnya 310 unit / +19 unit)

  16. Mercedes-Benz (PC): 112 unit (sebelumnya 95 unit / +17 unit)

  17. Polytron: 37 unit (sebelumnya 27 unit / +10 unit)

  18. Nissan: 63 unit (sebelumnya 60 unit / +3 unit)