Investasi BYD di Indonesia Membengkak Jadi Rp 16 Triliun, Ini Alasannya

PT BYD Motor Indonesia mengonfirmasi adanya penyesuaian nilai investasi pengembangan fasilitas pendukung dan manufaktur di Tanah Air. Sebelumnya pabrikan menyebut investasi hanya senilai Rp 11,2 triliun, kini total investasinya membengkak hingga mencapai Rp 16 triliun.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menjelaskan angka tersebut merupakan kalkulasi secara komprehensif atas ekosistem industri yang dibangun BYD di Indonesia.
"Karena ini berurusannya dengan informasi publik yang berkaitan dengan kepemerintahan, dia secara numbers itu juga memperhatikan ekosistem investasi yang ada. Salah satunya kita punya part center, kita juga punya distribution center, logistik, hingga jaringan penunjang ekosistem manufacturer," ujar Luther saat ditemui di pabrik BYD Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).
"Mungkin di awal media-media menginformasikan Rp 11,2 triliun itu adalah building ini saja. Tapi secara keseluruhan kita daftarkan secara resmi di sistem OSS," lanjutnya.
Melalui sistem Online Single Submission (OSS), nilai komitmen investasi sebesar Rp 16 triliun tersebut dicatat dan dipantau realisasinya oleh pemerintah secara presisi.
Nilai investasi yang melonjak ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung lokal untuk komponen serta sparepart guna mengejar standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Langkah penambahan modal investasi ini menegaskan komitmen jangka panjang BYD dalam mendukung percepatan elektrifikasi kendaraan di pasar domestik.
Besaran nilai investasi yang mencapai Rp 16 triliun tersebut, pabrik BYD di Subang diproyeksikan menjadi salah satu basis produksi terbesar BYD di kawasan Asia Tenggara.
