Pertamina Lubricants Ungkap Penyebab Harga Oli Naik

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi produksi pelumas PT Pertamina Lubricants (PL), Sari Rachmi. Foto: Pertamina Lubricant
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produksi pelumas PT Pertamina Lubricants (PL), Sari Rachmi. Foto: Pertamina Lubricant

Kenaikan harga pelumas atau oli mesin di pasaran disebut tidak lepas dari tekanan kondisi global yang memengaruhi rantai pasok industri. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku yang menjadi komponen utama produksi pelumas.

Manager Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina Lubricants, Kartika Tiara, mengatakan ada salah satu faktor yang memberikan dampak luas terhadap industri, termasuk sektor pelumas.

“Situasi global saat ini menyebabkan dampak multidimensi yang salah satunya adalah ketersediaan bahan baku pelumas,” ujar Kartika kepada kumparan, Selasa (2/6/2026).

Ilustrasi produksi pelumas PT Pertamina Lubricants (PL), Sari Rachmi. Foto: Pertamina Lubricant

Ia menjelaskan, ketersediaan bahan baku hingga dinamika pasar domestik menjadi variabel yang turut menentukan harga jual produk ke konsumen.

“Sementara itu harga pelumas dipengaruhi berbagai faktor, antara lain ketersediaan dan harga bahan baku serta dinamika pasar domestik industri pelumas,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan menyatakan tetap menjaga kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna kendaraan maupun sektor industri. Upaya ini dilakukan untuk memastikan performa pelumas tetap optimal.

“Namun demikian, kami selalu berupaya menjaga kualitas pelumas Pertamina sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dalam berkendara maupun industri,” ucapnya.

Suasana bengkel motor di kawasan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Selain itu, Kartika konsumen juga diimbau untuk membeli produk melalui jalur resmi guna memastikan keaslian pelumas. Perawatan kendaraan secara berkala juga disebut penting untuk menjaga kinerja mesin.

Adapun terkait penyesuaian harga, Kartika menyebut kenaikannya tidak berlaku seragam untuk seluruh produk. “Terkait kenaikan harga ini setiap produk berbeda, tapi rata-rata di kisaran 17 persen,” tutupnya.