Drama The Early Spring Mengajarkan Satu Hal Penting dalam Hubungan Komunikasi

Pranata Humas, ASN BRIN, ASNation
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Fitria Rizki Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kadang hubungan tidak gagal karena tidak ada rasa, tetapi karena dua orang gagal memahami pesan yang disampaikan satu sama lain. Dari Luan Nian dan Shang Zhi Tao, kita bisa belajar bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara.

Kalau hanya melihat premisnya, The Early Spring mungkin terlihat seperti kisah tentang hubungan antara atasan dan bawahan yang perlahan berubah menjadi hubungan personal. Namun, bagi saya yang melihatnya dari perspektif ilmu komunikasi, drama ini menawarkan sesuatu yang jauh lebih menarik: bagaimana manusia membangun, mempertahankan, sekaligus merusak hubungan melalui komunikasi.
Luan Nian digambarkan sebagai sosok yang tegas, dingin, kritis, dan tidak mudah mengungkapkan perasaan. Sementara Shang Zhi Tao hadir sebagai perempuan muda yang berusaha membuktikan kemampuan profesionalnya di lingkungan kerja.
Pertemuan keduanya kemudian berkembang menjadi hubungan yang tidak sederhana.
Ada pekerjaan, ada perasaan, ada perbedaan persepsi, dan tentu saja ada banyak hal yang tidak dikatakan.
Justru bagian terakhir inilah yang menurut saya paling menarik.
Tidak Semua Pesan Diterima Sesuai Maksud Pengirimnya
Dalam ilmu komunikasi, pesan yang disampaikan komunikator belum tentu dimaknai dengan cara yang sama oleh komunikan.
Sederhananya, kita bisa mengatakan sesuatu dengan maksud tertentu, tetapi orang lain menangkapnya dengan makna yang berbeda.
Luan Nian bisa saja bermaksud memberikan kritik profesional. Namun bagi Zhi Tao, kritik tersebut dapat terasa seperti penolakan.
Sebaliknya, perhatian yang ditunjukkan melalui tindakan bisa dianggap sebagai bentuk kepedulian oleh satu orang, tetapi belum tentu cukup jelas bagi orang lain.
Di sinilah persepsi memainkan peranan penting.
Manusia tidak menerima pesan secara netral. Kita menafsirkan pesan berdasarkan pengalaman, emosi, ekspektasi, dan hubungan kita dengan komunikator.
Karena itu, komunikasi tidak berhenti pada pertanyaan, "Apa yang saya katakan?"
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, "Apa yang dipahami orang lain dari apa yang saya katakan?"
Hubungan Atasan dan Bawahan Membuat Komunikasi Semakin Kompleks
Dinamika Luan Nian dan Zhi Tao juga memperlihatkan bahwa komunikasi di tempat kerja tidak pernah sesederhana menyampaikan instruksi.
Ada struktur kekuasaan di dalamnya.
Ketika seorang atasan berbicara kepada bawahannya, pesan tersebut memiliki konteks yang berbeda dibandingkan percakapan antara dua rekan kerja yang setara.
Satu kalimat dari atasan dapat dipersepsikan sebagai evaluasi, tekanan, ketidakpercayaan, atau bahkan ancaman terhadap posisi seseorang.
Karena itu, komunikasi organisasi membutuhkan lebih dari sekadar kejelasan pesan. Dibutuhkan pula empati dan kesadaran terhadap posisi komunikator dan komunikan.
Seorang pemimpin tidak hanya perlu memastikan instruksinya dipahami. Ia juga perlu menciptakan ruang agar orang lain dapat menyampaikan pendapat, bertanya, bahkan tidak setuju.
Yang Sering Merusak Hubungan Bukan Konflik, Tetapi Asumsi
Ada satu hal yang membuat kisah seperti The Early Spring terasa dekat dengan kehidupan nyata: kita sering menganggap orang lain tahu apa yang kita pikirkan.
"Aku kira dia mengerti."
"Aku kira dia tahu maksudku."
"Aku kira dia tidak peduli."
Masalahnya, "kira-kira" bukanlah komunikasi.
Ketika informasi tidak lengkap, manusia akan mengisinya dengan interpretasi sendiri. Jika interpretasi itu keliru, muncullah konflik.
Dalam komunikasi interpersonal, klarifikasi menjadi sangat penting.
Daripada menyimpulkan, lebih baik bertanya.
Daripada menebak, lebih baik memastikan.
Daripada memendam, lebih baik membicarakan.
Memang tidak selalu mudah. Justru percakapan yang paling penting sering kali merupakan percakapan yang paling tidak nyaman untuk dimulai.
Diam Juga Merupakan Pesan
Hal lain yang menarik adalah bagaimana diam dapat menjadi bagian dari komunikasi.
Kita sering menganggap seseorang yang diam berarti tidak mengatakan apa-apa.
Padahal, diam bisa berarti kecewa, marah, takut, bingung, atau tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan.
Masalahnya, pesan nonverbal seperti diam sangat mudah disalahartikan.
Ketika seseorang berkata, "Saya tidak apa-apa," kita masih bisa meminta penjelasan.
Namun ketika seseorang diam, kita terpaksa menebak.
Dan ketika komunikasi bergantung pada tebakan, peluang terjadinya salah persepsi menjadi semakin besar.
Karena itu, membaca bahasa tubuh memang penting, tetapi tidak dapat sepenuhnya menggantikan komunikasi verbal.
Pada akhirnya, kita tetap membutuhkan percakapan.
Komunikasi Yang Baik Bukan Berarti Tidak Pernah Bertengkar
Dari hubungan Luan Nian dan Zhi Tao, kita juga bisa melihat bahwa komunikasi yang sehat bukan berarti hubungan tanpa konflik.
Konflik adalah bagian alami dari hubungan manusia.
Yang membedakan adalah bagaimana konflik tersebut dikelola.
Dua orang dapat berbeda pendapat tanpa saling merendahkan.
Dapat marah tanpa sengaja menyakiti.
Dapat kecewa tanpa memilih menghilang.
Dan dapat memiliki sudut pandang berbeda tanpa berhenti mendengarkan.
Inilah yang disebut sebagai kompetensi komunikasi. Bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi kemampuan menyampaikan pesan secara efektif sekaligus menjaga hubungan dengan orang lain.
Pada Akhirnya, Komunikasi adalah Tentang Memahami
Mungkin ini yang membuat The Early Spring menarik jika dilihat dari perspektif ilmu komunikasi.
Kisah Luan Nian dan Zhi Tao sebenarnya bukan hanya tentang siapa yang mencintai siapa.
Lebih jauh, kisah itu berbicara tentang bagaimana dua manusia berusaha memahami satu sama lain.
Kita bisa mencintai seseorang, tetapi belum tentu memahami cara orang tersebut menerima cinta.
Kita bisa merasa sudah memberikan perhatian, tetapi orang lain mungkin membutuhkan bentuk perhatian yang berbeda.
Kita bisa merasa sudah menjelaskan sesuatu dengan sangat jelas, tetapi ternyata orang lain menangkap makna yang berbeda.
Maka, komunikasi yang baik bukan tentang seberapa banyak kita berbicara.
Komunikasi adalah tentang seberapa jauh pesan kita berhasil dipahami tanpa kehilangan makna.
Dan mungkin, itulah pelajaran paling sederhana yang bisa kita bawa dari The Early Spring ke kehidupan nyata: jangan berharap orang lain selalu bisa membaca pikiran kita.
Jika ada yang ingin disampaikan, katakan.
Jika ada yang belum dipahami, tanyakan.
Jika ada yang terasa berbeda, klarifikasi.
Sebab dalam sebuah hubungan, terkadang yang dibutuhkan bukan lebih banyak rasa, melainkan komunikasi yang lebih jujur dan terbuka.
