6 Bulan Tidak Digaji, Puluhan Karyawan KCBS Maumere Aksi di Hadapan Bupati Sikka
·waktu baca 3 menit

MAUMERE - Puluhan karyawan KCBS Maumere membentang spanduk bertuliskan "Selesaikan Hak Kami (Gaji) dari Bulan Mei-Oktober 2021".
Selain itu, mereka juga membawa spanduk yang bertuliskan "Selesaikan Iuran BPJS Kami".
Puluhan karyawan KCBS yang terdiri dari pria dan wanita ini menggelar spanduk di hadapan Bupati Sikka, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing dan Penguatan Sumber Daya Maritim Kemenko Marinves, CEO fishOn, serta tamu undangan lainnya di sela-sela acara peluncuran ikan Tuna dan Cakalang ke Jepang dan Malaysia, Sabtu (30/10).
Sebelumnya, salah satu karyawan KCBS, Fransiskus Juang kepada media ini mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya belum mendapatkan pembayaran gaji sejak bulan Mei hingga Oktober 2021.
“Ada yang enam bulan, ada yang lima bulan belum di bayar, ada yang mereka pakai panjar, itu yang pertama, terus yang kedua, iuran BPJS kesehatan itu dari bulan Desember 2020 masuk ke Januari 2021 dia sudah mandek, terus BPJS ketenagakerjaan juga belum di bayar, tetapi gaji kami tetap di potong, di slip gaji itu tetap di potong karena saat saya berobat saya punya anak, dari rumah sakit bilang BPJSnya belum di bayar,” kata Fransiskus yang mengaku bekerja di KCBS sejak tahun 2015.
Meski belum mendapatkan upah, kata Fransiskus yang ditemui media ini di Kelurahan Wailiti, Sabtu (30/10) siang, mengatakan bahwa, mereka tetap melaksanakan aktvitasnya di KCBS seperti biasa.
Kondisi itu dikatakan Fransiskus bahwa sudah sering dikeluhkan ke pihak manajemen KCBS namun selalu mendapat jawaban agar bersabar.
Dengan itu, Fransiskus mengatakan sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebuthan rumah tangga bahkan ia terpaksa menggadai beberapa barang berharga guna memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Selain itu, Hilarius Ama Muda, karyawan KCBS lainnya juga mengeluhkan hal senada.
Akibat keterlambatan gaji, ia mengaku kesulitan untuk mengirimkan uang untuk anak dan istrinya yang ada di Adonara, Kabupaten Flores Timur dan membayar uang sewa rumah kontrakan.
Menanggapi aksi gelar spanduk bertepatan dengan acara peluncuran ikan tuna dan cakalang yang akan di ekspor ke Jepang dan Malaysia di KCBS itu, CEO fishOn, Fajar Widiasasono dalam sambutannya di hadapan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing dan Penguatan Sumber Daya Maritim Kemenko Marinves, serta tamu undangan lainnya, mengatakan bahwa fishOn hadir dan mencoba recovery KCBS.
“Dalam recovery ini, pastinya butuh proses jadi kalau ada saudara-saudara kita yang di luar saat ini mungkin manajemen lama belum menyelesaikan tanggung jawabnya, maka kita pelan-pelan akan coba bantu,” tandas Fajar dan disambut tepuk tangan para karyawan dan juga undangan yang sempat hadir.
Usai mendapatkan penjelasan langsung dari CEO fishOn, para karyawan itupun kemudian menurunkan spanduk yang digelar.
Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, terkait aksi unjuk rasa puluhan karyawan KCBS itu akan juga di urus oleh Pemerintah Kabupaten Sikka.
Kontributor : Albert Aquinaldo.
