Konten dari Pengguna

Let's meet : Alfred Wegener

Fajar A Nawawi

Fajar A Nawawi

korban vonvon dan bungkus chitato

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar A Nawawi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurutmu, siapakah ilmuwan yang paling revolusioner? Einstein? Newton? Darwin? Copernicus? Bohr? Siapapun jawabannya tidak ada yang salah. Tetapi ada suatu ilmuwan yang memiliki penemuan yang sangat berharga namun namanya kurang dikenal. Bagi yang pernah mengenyam bangku pendidikan di bidang ilmu kebumian mungkin tidak asing lagi, ialah Alfred Wegener.

Let's meet : Alfred Wegener
zoom-in-whitePerbesar

Alfred Wegener adalah seorang ilmuwan di bidang geofisika dan meteorologi, namun penemuannya memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu geologi setelahnya. Penemuan terbesarnya adalah teori pergerakan lempeng yang menjelaskan bahwa lempeng benua sebenarnya bergerak secara perlahan-lahan di sepanjang bumi. Hasil dari pemikirannya ini adalah dahulu hanya ada satu benua saja di bumi dan perlahan-lahan terjadi pemisahan sehingga terbentuklah bumi yang saat ini terbagi menjadi beberapa benua. Buktinya adalah terdapatnya fosil-fosil dan batuan yang memiliki kemiripan walaupun letaknya sangat jauh.

Bukti-bukti yang menjelaskan terjadinya pergerakan lempeng :

- Bentuk garis pantai antara bagian timur Amerika Selatan dan bagian barat Afrika yang saling melengkapi seperti potongan puzzle. Namun begitu beberapa potongan tidak terlalu pas karena pengaruh erosi dan peningkatan muka air laut.

Let's meet : Alfred Wegener (1)
zoom-in-whitePerbesar

- Kesamaan singkapan batuan yang berumur lebih dari 2 milyar tahun antara kedua bagian benua di atas.

Let's meet : Alfred Wegener (2)
zoom-in-whitePerbesar

- Kesamaan fosil yang ditemukan di belahan benua yang berbeda.

Let's meet : Alfred Wegener (3)
zoom-in-whitePerbesar

Adapun yang menyebabkan lempeng-lempeng ini bergerak adalah adanya pergerakan mekanik dan magnetik yang terjadi di bagian kerak dan mantel bumi yang merupakan pengembangan dari teori pergerakan lempeng ini. Walaupun teori pergerakan lempeng ditemukannya di tahun 1912, teori ini baru bisa diterima pada tahun 1950-an ketika penemuan tentang paleomagnetisme mampu menyokong keberadaan teori pergerakan lempeng. Teori ini pun dianggap revolusioner karena menjadi dasar bagi teori-teori lainnya yang muncul belakangan di bidang kebumian.

Let's meet : Alfred Wegener (4)
zoom-in-whitePerbesar