Tips Liburan saat Off-Season agar Lebih Nyaman dan Hemat

Berlibur saat musim ramai (peak season) tidak selalu menyenangkan karena harga tiket dan penginapan cenderung lebih tinggi. Tidak hanya itu, tempat wisata pun akan ramai pengunjung dan waktu akan habis untuk mengantre.
Karena itulah, sebagian orang memilih bepergian di luar musim liburan utama agar perjalanan terasa lebih tenang dengan budget yang lebih terkontrol. Pilihan ini dikenal sebagai off-season travel, yaitu bepergian ketika tingkat wisatawan lebih rendah dibanding periode puncak.
Tapi, jangan asal pilih tanggal sepi, ya. Kamu perlu ikuti beberapa hal ini agar liburan tetap nyaman dan lebih hemat.
Tips Persiapkan Liburan saat Off-Season
1. Cek Promo Perjalanan yang Sesuai
Membandingkan harga tiket dan penginapan sudah jadi hal utama yang perlu kamu lakukan sebelum berliburan. Tapi, jangan lupa juga untuk cari promo perjalanan yang dapat membantu menekan biaya, ya.
Salah satu promo yang saat ini bisa kamu nikmati adalah program kUotamasya dari by.U. Di kUotamsya, kamu bisa membeli paket internet 12 GB seharga Rp50 ribu untuk mendapatkan kesempatan mengikuti undian trip dengan harga khusus.
Pada 2026 ini, by.U menghadirkan enam destinasi kUotamasya, yaitu Bulukumba, Bintan Lasem, Nuca Molas di NTT, Bali Utara, bahkan Vietnam, lho. Setiap destinasinya memiliki periode pembelian tiket, jadwal keberangkatan, dan harga trip yang berbeda.
Caranya gampang:
Beli dan aktivasi kartu by.U
Unduh aplikasi by.U di ponsel kamu
Buka aplikasi by.U, klik section Uplan
Pilih paket kUotamasya (Rp 50 ribu/12GB/30 hari) sesuai destinasi yang kamu inginkan, dan selesaikan transaksi
Isi form sesuai paket dan destinasi yang sudah dipilih
Setiap destinasi memiliki tanggal last call (batas akhir pembelian) sebelum masuk ke tahap raffle:
Bulukumba: hingga 28 April 2026
Bintan: hingga 18 Mei 2026
Lasem: hingga 24 Juni 2026
Nuca Molas: hingga 29 Juli 2026
Bali Utara: hingga 17 September 2026
Vietnam: hingga 21 Oktober 2026
Jadi, pastikan kamu beli paket dan isi form sebelum periodenya berakhir, ya.
2. Periksa Cuaca dan Operasional Tempat Wisata
Cuaca menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa sebelum liburan saat off-season. Hujan, angin kencang, gelombang tinggi, atau suhu ekstrem bisa memengaruhi akses dan aktivitas di destinasi tujuan.
Periksa ulang jam operasional tempat wisata, restoran, transportasi umum, dan operator tour, ya. Beberapa bisnis mungkin mengurangi jadwal atau tutup sementara ketika jumlah wisatawan sedang rendah. Lakukan pengecekan mendekati hari keberangkatan karena informasi dapat berubah.
3. Siapkan Aktivitas Cadangan
Hindari menyiapkan itinerary hanya dengan kegiatan luar ruang. Siapkan beberapa pilihan aktivitas dalam ruangan, seperti mengunjungi museum, mencoba kuliner lokal, mengikuti workshop, atau mengeksplorasi pusat kerajinan.
Itinerary cadangan membuat perjalanan kamu tetap berjalan meskipun rencana utama harus berubah. Susun jadwal yang tidak terlalu padat agar kamu punya cukup waktu untuk menyesuaikan kegiatan dengan cuaca dan kondisi di lapangan.
4. Hitung Biaya Keseluruhan
Tiket pesawat dan hotel yang lebih murah belum tentu membuat total biaya perjalanan ikut turun. Saat off-season, jadwal transportasi lokal bisa lebih terbatas, kegiatan tertentu mungkin tidak beroperasi setiap hari, atau kamu perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mencari alternatif aktivitas.
Hitung seluruh kebutuhan sejak awal, mulai dari transportasi, akomodasi, makan, tiket atraksi, hingga biaya internet. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah perjalanan tersebut benar-benar lebih hemat atau hanya terlihat murah pada saat pemesanan.
Dengan seluruh persiapan ini, off-season travel kamu akan lebih nyaman dan hemat pula. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan program kUotamasya dar by.U, ya. Cek informasi detailnya melalui website kuotamasya.com.
Lalu, follow dan pantau terus Instagram @byu.id untuk cek pengumuman pemenang untuk masing-masing keberangkatan.
