Kumparan Logo

Ultah ke-11 Kopi TUKU Ungkap Pencapaian Penjualan 85 Ribu Cup per Hari

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Toko Kopi Tuku (TUKU) merayakan ulang tahun ke‑11 dengan mengangkat tema "Sewelas Asih". Dalam acara kumpul tahunan yang diselenggarakan Kamis (25/6) di Urban Forest Cipete, TUKU ungkap beberapa pencapaian yang tertulis dalam "rapor" tahunan mereka.

Rapor tersebut dibuka dengan pencapaian pertumbuhan gerainya yang total kini ada 80 toko tersebar di 11 kota di Indonesia. Bahkan, tahun ini brand kopi yang sudah ada sejak 2015 tersebut sukses membuka gerai di Amsterdam, Belanda.

Kemudian, diungkapkan pula oleh CEO & Founder TUKU, Andanu Prasetyo, bahwa gerainya mampu menjual 85 ribu cup kopi per hari yang dinikmati oleh tetangga mereka di berbagai kota. Di balik angka itu, rupanya merupakan hasil kerja sama dari 1.089 barista, cook, helper, dan crew.

Andanu turut mengungkapkan kepada kumparan, perjalanan setahun belakang tidak serta-merta berjalan mulus, terlebih di tengah tekanan ekonomi, perubahan karakter kopi akibat cuaca, dan dinamika supply chain yang bergerak cepat. Hal ini turut membuat TUKU menaikkan harga menu minumannya, seperti kopi susu tetangga yang kini dijual seharga Rp 25 ribu per gelas; dulunya Rp 20 ribu per gelas.

Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

"Aku rasa terjadi di semua agrikultur kita. Ini, kan masalah kondisi supply-demand, ini masalah kesiapan kita di hulu untuk merespons ketersediaan barang yang bisa dipakai sama kayak aku brand di hilir. Jadi, sebenarnya ini yang terasa sama semua sebenarnya. Buat aku posisi kemarin dijadikan pelajaran, karena akan berulang terus, kok. Makanya penting sekali buat kami terus bertetangga baik, berkolaborasi dengan seluruh partner dari hilir sampai hulu," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyiapkan sejumlah strategi keberlanjutan misalnya melalui reforestasi bersama Yayasan Tanah Air Semesta dan Bumiterra, dengan lebih dari 13.000 pohon MPTS ditanam di Garut dan Kapuas Hulu.

Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Di sisi pengelolaan sampah, TUKU bekerja dengan Waste4Change, DUITIN, dan Envmission untuk menangani lebih dari 1.124 ton sampah operasional. Melalui kolaborasi dengan UMKM Gunung Sindur, limbah kemasan kopi dan krimer diolah menjadi tas guna pakai oleh 40 perempuan pengrajin, membuka sumber pendapatan baru bagi komunitas lokal.

Rupanya, #bertetanggabaik bagi TUKU bukan sekadar slogan, melainkan prinsip ini yang menurut Andanu akan terus mengalir dalam setiap sesapan kopi buatan para baristanya.

Di akhir perayaan, Andanu menyampaikan rasa syukurnya, “Terima kasih kepada seluruh tetangga yang sudah berjalan bersama kami selama sebelas tahun. Semua yang kami lakukan adalah bentuk rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran kalian di perjalanan ini. Karena pada akhirnya, TUKU bukan hanya tentang kopi—tetapi tentang berbagi cerita, berbagi hari, dan berbagi hidup. Perayaan ini bukan tentang kami lagi, tetapi tentang bagaimana kita semua, sebagai keluarga besar TUKU, membawa cerita ini lebih jauh dan menghadirkan hal‑hal baik bagi lebih banyak orang.”