Konten dari Pengguna

Bukan Emas, Tapi Bukan Gagal: Melihat Perjalanan Timnas MLBB Indonesia

Galih Ardian Kusuma

Galih Ardian Kusuma

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Galih Ardian Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjalanan Indonesia Menuju Medali Perak

Suasana pertandingan esports yang menggambarkan persaingan dalam kompetisi gim. Sumber foto: Pexels/Yan Krukau.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pertandingan esports yang menggambarkan persaingan dalam kompetisi gim. Sumber foto: Pexels/Yan Krukau.

Bukan Emas, Melainkan Perak. Bagi sebagian orang, hasil ini mungkin terasa mengecewakan karena Timnas MLBB Indonesia datang dengan harapan membawa pulang medali emas. Namun, melihat perjalanan mereka dari awal hingga mencapai final, rasanya kurang tepat jika perjuangan tersebut hanya dinilai dari hasil pertandingan terakhir.

Kekalahan 0-4 dari Myanmar memang menjadi akhir yang pahit. Tetapi sebelum sampai di titik tersebut, Indonesia harus melewati fase grup, perempat final, hingga semifinal. Dari perjalanan itulah medali perak menjadi lebih dari sekadar hasil akhir sebuah pertandingan.

Final MLBB Asian Games 2026 Berformat Best of Seven (BO7)

Pertandingan final MLBB Asian Games 2026 menggunakan format best of seven (BO7). Dalam format ini, tim yang lebih dulu meraih empat kemenangan akan menjadi juara. Format tersebut sebenarnya masih memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengubah jalannya pertandingan selama belum ada tim yang mencapai empat kemenangan.

Namun, peluang tersebut tidak berhasil dimanfaatkan. Myanmar mampu mempertahankan permainan sejak game pertama dan terus mengambil kemenangan hingga skor berakhir 0-4. Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus puas dengan medali perak, sementara Myanmar keluar sebagai peraih medali emas.

Perjalanan Indonesia Menuju Final

Perjalanan Indonesia menuju final tidak dimulai dengan hasil yang sempurna. Pada fase grup, Indonesia harus menerima kekalahan 0-2 dari Malaysia. Hasil tersebut menjadi tantangan awal bagi tim untuk memperbaiki permainan sebelum melanjutkan pertandingan berikutnya.

Indonesia kemudian bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi 2-0. Kemenangan tersebut membawa Indonesia melanjutkan perjalanan ke babak knockout dengan peluang yang masih terbuka untuk mencapai partai puncak.

Di babak perempat final, Indonesia berhadapan dengan Filipina dan berhasil mengamankan kemenangan 2-1. Hasil tersebut membawa Indonesia melaju ke semifinal untuk menghadapi Mongolia.

Pada semifinal, Indonesia kembali menunjukkan permainan yang solid dengan mengalahkan Mongolia 2-0. Kemenangan itu memastikan Indonesia melangkah ke final sekaligus mengamankan setidaknya medali perak.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa hasil akhir di final bukan satu-satunya hal yang bisa dilihat dari perjuangan Indonesia. Ada proses panjang yang harus dilewati sebelum akhirnya mereka berdiri di pertandingan terakhir Asian Games 2026.

Medali Perak Bukan Akhir dari Perjuangan

Target emas memang belum berhasil dicapai. Kekalahan telak 0-4 dari Myanmar di final juga menjadi penutup yang pahit setelah Indonesia berhasil melewati fase grup hingga semifinal. Namun, medali perak tetap menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dan mencapai salah satu posisi tertinggi dalam kompetisi MLBB Asian Games 2026.

Bagi sebagian orang, hasil tersebut mungkin masih terasa kurang karena emas menjadi tujuan utama. Tetapi jika melihat keseluruhan perjalanan, Indonesia tidak datang ke final dengan mudah. Ada kekalahan, kebangkitan, dan kemenangan yang membawa mereka sampai ke pertandingan terakhir.

Emas memang belum menjadi milik Indonesia. Namun, perjalanan menuju medali perak menunjukkan bahwa perjuangan tim ini bukan sesuatu yang bisa disebut gagal.