Konten dari Pengguna

4 Tanda Kamu Menjalani Hubungan Satu Arah

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Hubungan satu arah bisa jadi tanda hubungan yang tidak sehat. Biasanya dalam hubungan ini satu pihak seolah mengambil kontrol, tanpa saling kompromi. Selain itu, dalam hubungan satu arah juga satu pihak selalu memanipulasi pasangannya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Agar terhindar dari hubungan macam ini, tentu ada tanda yang perlu dikenali. Nah, berikut ini merupakan empat tanda kamu jalani hubungan satu arah.

Hubungan yang Menguras Tenaga

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Hubungan satu arah biasanya menuntut salah satu pasangan untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. Tidak setimpal, tentu satu pihak akan lebih mudah lelah terkuras tenaganya. Maka dari itu, jika hubungan hanya menguras tenaga, bisa jadi hubungan tersebut berjalan satu arah.

Tidak Merasa Ikatan Hati

embed from external kumparan

Gif via Giphy

Koneksi emosional merupakan sesuatu yang hadir di dalam hubungan sehat. Namun, di dalam hubungan satu arah, ikatan tersebut tidak berasa. Malah yang seharusnya saling berbagi, malah jadi terkesan satu pihak memiliki pihak lain.

Pasangan Tidak Pernah Mengorbankan Hal yang Penting

embed from external kumparan

Gif via Giphy

Baik itu tenaga, waktu, hingga barang, bisa jadi merupakan sesuatu yang biasanya menjadi pengorbanan. Namun, jika dirasa pasangan tidak memberikan pengorbanan yang berarti, hal itu bisa jadi tanda hubungan satu arah. Di hubungan ini pasangan enggan memperjuangkannya.

Selalu Menjadi Pihak yang Meminta Maaf

embed from external kumparan

Gif via Giphy

Menjadi pihak yang selalu meminta maaf bukan menjadi tanda hubungan yang sehat. Dalam hubungan ini, satu pihak akan mudah memanipulasi pasangan untuk merasa bersalah. Jika sudah begitu, selalu meminta maaf menjadi jalan akhir dari sebuah argumen. (Ang)