Menelisik Sejarah Musik Dunia

Generasi Milenial
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musik selalu terdengar di mana-mana, mulai bazar di kampung halaman hingga mal di perkotaan. Sangat cocok mendengarkan musik favorit saat mengerjakan tugas kuliah, kerja, belanja, bahkan saat di atas kereta. Memang, musik tak pernah terpisahkan dari kegiatan harian kebanyakan orang. Lantas, kenapa orang suka mendengarkan musik, ya?
Menjadi bagian dari kehidupan modern, musik selalu hadir dan mewakili semua emosi yang sedang dirasakan seseorang. Dalam situasi apa pun, mendengarkan musik menjadi hal yang menyenangkan. Musik bisa membuat suasana lebih ceria saat bahagia atau menemani pendengarnya saat hati terluka.
Musik merupakan karya seni gabungan antara suara vokal dan instrumental yang menghasilkan keindahan ekspresi emosional. Mulai lagu cerita rakyat yang sederhana hingga komposisi musik yang kompleks, musik nyatanya memiliki gaya atau style khas dalam periode sejarah di dunia.
Lalu, bagaimana awal mula terciptanya musik itu sendiri?
Jauh sebelum manusia mengenal tulisan, mereka kerap menirukan suara-suara alam, seperti gesekan dedaunan, aliran air sungai, hingga suara binatang buas untuk kepentingan ritual maupun hiburan semata. Manusia primitif mengembangkan seruling yang dibuat dari tulang binatang, batu, dan kayu sebagai alat perkusi.
Masa Yunani Kuno
Lekat dengan masyarakat Yunani kuno, musik dimainkan dalam setiap acara perkawinan, pemakaman, upacara keagamaan hingga teater. Meski mengenal banyak jenis alat musik, mereka sangat menyukai alat musik petik untuk komposisi dan pertunjukkan.
Nggak disangka, ada monumen yang sengaja didirikan untuk menghormati musisi legendaris Athena sekaligus menjadi saksi fisik pentingnya musik dalam budaya di sana.
Menurut Plato, seorang filsuf Yunani asal Athena, musik menggemakan harmoni ilahi yang nantinya mencerminkan moral alam semesta. Akhirnya, musik dianggap sebagai paradigma tatanan harmonis yang mencerminkan alam semesta serta jiwa manusia.
Abad Pertengahan
Kamu sering nonton YouTube? Percaya atau nggak, musik abad pertengahan sebenarnya cukup trendy di YouTube dan dan platform streaming lainnya, lho. Tidak jarang cover-cover lagu menggunakan gaya atau style historis ini.
Musik era abad pertengahan ini berpusat di sekitar gereja. Adapun instrumen yang paling populer saat itu adalah seruling, kecapi dan dulcimer. Mulai tahapan pengembangan nyanyian monofonik hingga ars nova, musik abad pertengahan ini membuka jalan bagi musik Renaisans dan menjadi titik awal sejarah musik klasik.
Renaisans
Perubahan besar dalam gaya penulisan, genre musik, metode penyebaran musik, dan instrumennya terjadi di periode ini karena pertukaran gagasan intelektual Eropa.
Pasar musik pun kian meluas meski awalnya hanya digunakan oleh gereja. Periode ini juga menjadi lompatan besar dalam kemajuan dan kecanggihan musik dari Abad Pertengahan. Seperti apa kemajuannya?
Era Renaisans mampu membuat perubahan alat musik yang lebih canggih dan bervariasi. Alat musik tersebut merupakan campuran alat musik baru dengan alat musik peninggalan sebelumnya. Beberapa contoh alat musik Era Renaisans, di antaranya kecapi, rebec, biola, gitar, piano kuno, rebana, terompet kecil, dan terompet trombone.
Abad ke-20
Musik berkembang sangat pesat di abad ke-20. Sebelumnya musisi hadir memainkan alat musik, kini musik bisa dinikmati tanpa kehadiran sang musisi. Kok bisa?
Kemajuan teknologi memungkinkan musisi berkarya dengan cara yang berbeda. Tak lagi harus memainkan alat musik untuk membuat lagu, musisi bisa menggunakan perangkat lunak untuk menciptakan sebuah karya dan mengirimkannya kepada para pendengar setia. Meski demikian, standar musik abad sebelumnya masih dipertahankan.
Musik nyatanya sudah ada sejak dulu dan menjadi bagian penting peradaban manusia hingga sekarang. Bagaimana jika dunia ini tanpa musik? (Ris)
