Konten dari Pengguna

Ketelitian Bukan Sekadar Keterampilan: Refleksi Sebulan Magang di LRT Jabodebek

Gigih prasetyo wibowo

Gigih prasetyo wibowo

Mahasiswa Manajemen UMY

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gigih prasetyo wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kantor Divisi LRT Jabodebek
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Divisi LRT Jabodebek

Dunia kerja sering kali terlihat sederhana dari luar. Kita membayangkannya sebagai rutinitas yang hanya perlu dijalani sesuai prosedur. Namun, pandangan itu berubah total ketika saya menjalani magang selama satu bulan di Divisi Keuangan LRT Jabodebek, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menjadi bagian penting dari wajah baru transportasi publik di Indonesia.

Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saya mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung ke lingkungan kerja profesional yang menuntut ketelitian, ketekunan, dan tanggung jawab tinggi. Sejak awal penempatan, saya menyadari bahwa dunia keuangan perusahaan bukan sekadar urusan angka dan laporan, tetapi tentang bagaimana detail kecil dapat memengaruhi keputusan besar.

Salah satu tugas utama saya selama magang adalah membuat checklist permohonan dana. Sekilas terlihat sederhana, tetapi pekerjaan ini menjadi fondasi penting bagi proses pencairan dana perusahaan. Setiap informasi harus dicek secara menyeluruh — mulai dari kelengkapan dokumen hingga kesesuaian data. Satu kesalahan kecil dapat berakibat pada keterlambatan proses atau bahkan kesalahan pencatatan yang berdampak luas. Dari sinilah saya belajar bahwa ketelitian bukan hanya keterampilan teknis, melainkan juga bentuk tanggung jawab profesional.

Selain itu, saya juga terlibat dalam proses pembuatan dan pencetakan dokumen faktur pajak, yang membuka wawasan saya terhadap praktik nyata pengelolaan keuangan perusahaan. Pekerjaan ini tidak hanya mengajarkan pentingnya akurasi data, tetapi juga bagaimana kepatuhan terhadap regulasi perpajakan menjadi bagian dari citra dan kredibilitas perusahaan. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana teori perpajakan dan akuntansi yang saya pelajari di kelas diterapkan dalam konteks nyata dunia kerja.

Tugas lain yang tak kalah penting adalah mengarsipkan dokumen keuangan, baik dalam bentuk hard file maupun soft file. Pekerjaan ini menjadi tantangan tersendiri karena jumlah dokumen yang sangat banyak dan harus disusun secara sistematis. Awalnya saya cukup kewalahan menghadapi tumpukan berkas, tetapi dari proses ini saya menyadari bahwa pengarsipan bukan sekadar menyimpan dokumen — ia adalah kunci untuk memastikan proses audit berjalan lancar, memudahkan pencarian data, dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Selama sebulan di Divisi Keuangan, saya mendapatkan pemahaman baru tentang arti profesionalisme. Saya belajar bahwa keuangan bukan hanya tentang mencatat dan menghitung, tetapi juga tentang menjaga keakuratan, membangun kepercayaan, dan memastikan setiap detail berjalan sesuai prosedur. Pengalaman ini juga mengasah kemampuan saya untuk bekerja secara sistematis, berpikir kritis terhadap data, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis.

Magang ini bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga mengubah cara pandang saya terhadap dunia kerja. Saya kini memahami bahwa ketelitian dan ketekunan adalah fondasi penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke bidang keuangan. Meski waktu satu bulan terasa singkat, pelajaran yang saya dapatkan sangat berarti dan akan menjadi bekal berharga untuk perjalanan karier saya ke depan.