Mahasiswa UMY Magang di LRT Jabodebek: Belajar Langsung dari Dunia Kerja

Mahasiswa Manajemen UMY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Gigih prasetyo wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saya adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang saat ini sedang mengikuti program magang di LRT Jabodebek, salah satu anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI). Program ini menjadi bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi kesempatan mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja.
Dalam program ini, saya tidak sendiri. Ada tiga teman saya dari Program Studi Manajemen UMY yang juga ikut serta. Kami ditempatkan di dua divisi, yaitu divisi keuangan dan divisi passenger, sesuai dengan program kerja yang sudah disusun oleh pihak LRT Jabodebek.
Kesan Pertama Magang
Saat pertama kali memasuki lingkungan kerja di LRT Jabodebek, saya merasa cukup gugup sekaligus antusias. Sebagai mahasiswa, tentu ada rasa khawatir apakah bisa beradaptasi dengan cepat, mengingat lingkungan perusahaan berbeda jauh dengan dunia perkuliahan. Namun, staf dan mentor di LRT Jabodebek menyambut kami dengan hangat dan memberikan arahan yang jelas. Hal ini membuat saya dan teman-teman lebih percaya diri untuk memulai aktivitas magang.
Apa yang Dipelajari?
Selama di divisi keuangan, saya banyak belajar tentang bagaimana perusahaan transportasi publik mengelola keuangan secara profesional, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan anggaran, hingga laporan keuangan. Saya jadi semakin paham bahwa keuangan bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang ketelitian, tanggung jawab, dan transparansi.
Sementara itu, di divisi passenger, teman saya bersama tim lain mendapat kesempatan untuk memahami bagaimana layanan penumpang dijalankan. Ternyata ada banyak detail yang harus diperhatikan, mulai dari aspek pelayanan, kenyamanan, hingga evaluasi terhadap kebutuhan masyarakat. Hal-hal kecil yang sering tidak terlihat oleh penumpang, justru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.
Tantangan yang Dihadapi
Tentu saja magang ini tidak selalu mudah. Tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan ritme kerja yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan aktivitas di kampus. Selain itu, kami dituntut untuk proaktif, tidak hanya menunggu instruksi, tetapi juga mencari tahu dan belajar secara mandiri. Tantangan ini pada akhirnya justru membuat saya berkembang dan lebih siap menghadapi dunia kerja.
Manfaat Magang
Bagi saya pribadi, magang di LRT Jabodebek bukan hanya sekadar menambah pengalaman kerja, tetapi juga membuka wawasan baru tentang dunia transportasi publik di Indonesia. Saya bisa melihat langsung bagaimana perusahaan BUMN ini berkontribusi dalam menyediakan sarana transportasi massal modern bagi masyarakat Jabodetabek.
Selain itu, saya belajar tentang pentingnya kerja sama tim, komunikasi yang efektif, dan sikap profesional dalam setiap tugas. Hal-hal ini merupakan soft skill yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan akademik.
Penutup
Mengikuti program magang di LRT Jabodebek adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya merasa lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti. Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman, mencoba tantangan baru, dan terus belajar dari berbagai kesempatan yang ada.
