Sebulan Bersama LRT Jabodebek: Magang yang Mengajarkan Arti Ketelitian

Mahasiswa Manajemen UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Gigih prasetyo wibowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah satu bulan menjalani program magang di LRT Jabodebek, pengalaman saya sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) semakin penuh makna dan pelajaran berharga. Bersama tiga rekan lainnya, saya ditempatkan di Divisi Keuangan dan Passenger — dua bidang yang menjadi jantung dari operasional perusahaan transportasi modern ini.
Sebagai anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), LRT Jabodebek bukan hanya menghadirkan layanan transportasi publik masa kini, tetapi juga menjadi tempat belajar yang luar biasa bagi mahasiswa seperti saya. Dunia kerja yang nyata, ritme yang dinamis, serta tuntutan profesionalisme yang tinggi memberi warna baru dalam perjalanan akademik saya.
Satu bulan pertama saya lalui dengan berbagai tugas penting, salah satunya adalah membuat checklist permohonan dana. Tugas ini terlihat sederhana, tetapi sejatinya membutuhkan ketelitian dan pemahaman mendalam terhadap alur keuangan perusahaan. Setiap data harus dicek ulang agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pencairan dana. Dari sini saya belajar bahwa keuangan tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang tanggung jawab yang menyertainya.
Selain itu, saya juga mulai terbiasa dengan pekerjaan administratif seperti membuat dan mencetak dokumen faktur pajak. Tugas ini membuka wawasan saya tentang bagaimana perusahaan mengelola kewajiban perpajakan secara profesional dan sesuai regulasi. Saya jadi lebih memahami pentingnya dokumen pajak sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas keuangan.
Namun, yang paling menguji diri saya sejauh ini adalah mengarsipkan dokumen. Tugas ini memerlukan kesabaran luar biasa karena jumlah dokumen yang sangat banyak dan harus disusun secara sistematis — baik dalam bentuk hard file maupun soft file. Awalnya saya cukup kewalahan, tetapi seiring waktu saya menyadari bahwa kerapian arsip adalah fondasi penting dalam mendukung kelancaran proses kerja di divisi keuangan.
Pengalaman ini membuat saya semakin menghargai peran kecil yang ternyata memiliki dampak besar bagi perusahaan. Di balik tumpukan berkas dan angka, saya belajar arti ketelitian, ketekunan, dan tanggung jawab. Semua hal tersebut tidak hanya menjadi bekal penting untuk menyelesaikan masa magang, tetapi juga menjadi pondasi kuat saat saya nantinya terjun langsung ke dunia kerja profesional.
Magang di LRT Jabodebek tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga memberikan pemahaman nyata tentang bagaimana teori yang saya pelajari di kampus diterapkan dalam praktik. Setiap hari selalu ada pelajaran baru yang membuat saya semakin siap menghadapi tantangan masa depan. Dan perjalanan ini belum selesai — masih banyak hal yang ingin saya pelajari dan capai selama sisa masa magang saya di sini.
