Perang Rusia: Finlandia dan Swedia Melirik NATO?

Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional UNAND
Tulisan dari Gina Sonia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setelah terjadinya invasi Rusia terhadap Ukraina pada 22 Februari lalu membuat kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap pertahanan dan keamanan negaranya. Seperti Finlandia dan Swedia yang merasa terancam akibat invasi Rusia terhadap Ukraina ini.

Mengapa Finlandia dan Swedia merasa terancam oleh invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina? Dilihat dari sisi geografis Finlandia dan Swedia berbatasan langsung dengan Rusia yang juga merupakan salah satu alasan mengapa kedua negara ini merasa terancam dengan invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina. Oleh karena itu, Finlandia menyatakan ingin mendaftarkan diri menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Menurut pernyataan Presiden Finlandia Sauli Niinisto, menyatakan akan mendaftarkan Finlandia menjadi anggota aliansi pertahanan NATO. Sebelum mengumumkan untuk bergabung dengan NATO, Finlandia juga telah menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bergabung dengan NATO. Namun, Vladimir Putin mengatakan bahwa hal ini akan menyakiti hubungan kedua negara.
Selain Finlandia, Swedia juga dikabarkan ingin masuk ke dalam keanggotaan NATO. Salah satu upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO adalah dengan menggalang dukungan atas rencana pemerintah. Perdana menteri Swedia, Andersson juga mengatakan bahwa menjadi anggota NATO akan menjadi hal yang terbaik dalam menjaga keamanan Swedia dan rakyat Swedia. Swedia resmi terdaftar sebagai anggota NATO setelah Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde menandatangani dokumen aplikasi yang menandai langkah resmi Stockholm untuk bergabung dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat tersebut.
Tindakan yang diambil oleh Finlandia dan Swedia ini merupakan bentuk kekhawatiran kedua negara ini terhadap pertahanan dan keamanan negaranya, setelah melihat adanya invasi oleh Rusia terhadap Ukraina.
Sejalan dengan konsep Dilema Keamanan teori ini menggambarkan bagaimana Finlandia dan Swedia mengambil keputusan untuk segera bergabung bersama NATO, hal ini berdasarkan dengan definisi dari Dilema Keamanan yang mana menggambarkan keadaan bagaimana tindakan yang diambil oleh negara dalam memperkuat sistem pertahan dan keamanannya yang sangat mempengaruhi reaksi negara lain untuk mengambil tindakan defensif sekaligus menciptakan kemitraan strategis bersama negara lain yang lebih kuat.
Semenjak Rusia melakukan invasi ke Ukraina membuat kekhawatiran Finlandia dan Swedia yang akhirnya mulai melirik NATO. Tindakan yang diambil oleh Rusia memicu kekhawatiran negara-negara lainnya terhadap pertahan dan keamanan suatu negara.
Referensi:
CNN, “Swedia Resmi Daftar Anggota NATO, Tak Hiraukan Ultimatum Rusia”. Diakses pada 30 Mei 2022 melalui https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220517150631-134-797589/swedia-resmi-daftar-anggota-nato-tak-hiraukan-ultimatum-rusia
CNN, “Finlandia Resmi Umumkan Akan Daftar NATO: Ini Hari Bersejarah”. Diakses pada 30 Mei 2022 melalui https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220515235036-134-797099/finlandia-resmi-umumkan-akan-daftar-nato-ini-hari-bersejarah
CNN, “Swedia Galang Suara Masuk NATO, Partai Berkuasa Ubah HAluan 7 Dekade”. Diakses pada 30 Mei 2022 melalui https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220516030312-134-797115/swedia-galang-suara-masuk-nato-partai-berkuasa-ubah-haluan-7-dekade
CNN, “5 Fakta Finlandia Resmi Ajukan Diri Jadi Anggota NATO”. Diakses pada 30 Mei 2022 melalui https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220516151824-134-797250/5-fakta-finlandia-resmi-ajukan-diri-jadi-anggota-nato
Suharman, Yoga. Dilema Keamanan dan Respon Kolektif ASEAN Terhadap Sengketa Laut China Selatan, Journal Of International Studies, Vol. 3, No. 2 (Mei:2019), hal 130.
