Kumparan Logo

5 Berita Populer: Ruben Onsu Lapor Polisi; Reza Rahadian Bawa Casparina ke Busan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Ruben Onsu dan pelapor kasus dugaan penipuan di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Ruben Onsu dan pelapor kasus dugaan penipuan di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Ruben Onsu lapor polisi usai rekaman video call yang diunggah Sarwendah viral menjadi berita populer pada Senin (12/10).

Selain itu, Reza Rahadian kenalkan proyek Casparina di Busan International Film Festival juga menjadi sorotan. Berikut ini 5 berita populer sepanjang hari kemarin.

1. Ruben Onsu Lapor Polisi Usai Rekaman Video Call yang Diunggah Sarwendah Viral

Presenter Ruben Onsu dan Sarwendah saat menjalani sidang mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, (22/7/2026). Foto: Agus Apriyanto

Ruben Onsu kembali jadi sorotan usai rekaman video call dirinya yang diunggah Sarwendah viral. Setelah video tersebut viral, Ruben Onsu langsung membuat laporan kepolisian ke Polda Metro Jaya.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno. Onkoseno mengatakan bahwa laporan itu sudah terdaftar sejak Minggu (11/10) kemarin.

"Terkait dengan dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik," kata Onkoseno dalam keterangannya.

"Adapun dalam laporan ini terlapor masih dalam penyelidikan selanjutnya pihak penyidik akan menyelidiki dan dalam proses mendalami laporan ini lebih lanjut," tambahnya.

Saat ini laporan itu masih dalam penyelidikan. Dalam laporan tersebut, pihak Ruben Onsu juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti.

2. Produser Terpikat Cerita Horor Komedi Ghosthing, Kagumi Karakter Yasamin Jasem

Pemeran di film Mangkujiwo 2, Yasamin Jasem berpose saat media visit ke kumparan, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menghadirkan tawa di balik kisah mistis jadi daya tarik tersendiri bagi eksekutif produser Imperial Pictures, Peter Surya Wijaya. Melalui film Ghosthing, Peter tergerak meramu sebuah tontonan mengundang senyum dan tawa hangat para penikmat film.

Dari proses kreatif, salah satu kepuasan Peter terpancar saat menyaksikan totalitas akting para pemain, terutama Yasamin Jasem. Peter tak pernah bosan menonton film ini berulang kali sejak masa pascaproduksi berkat kepiawaian sang aktris.

Di mata Peter, Yasamin berhasil keluar dari zona nyamannya. Sosok Yasamin yang cenderung tenang dan pemalu, mampu menjadi arwah Maya yang begitu ekspresif dan cerewet.

"Biasanya Yasamin enggak terlalu cerewet, ya. Dia orangnya biasa lebih pendiam. Tapi kalau di situ, dengan cara omongannya, cerewetnya luar biasa," ujar Peter.

3. Disebut Maestro dan Legenda Hiburan, Jaja Mihardja: Berat Nanggungnya

Jaja Miharja mendapatkan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Prabowo. Foto: Istimewa

Komedian senior Jaja Mihardja mengaku punya tanggung jawab besar usai dirinya disebut sebagai maestro dan legenda di dunia hiburan Tanah Air. Menurutnya, sebutan tersebut membuat dirinya harus lebih berhati-hati dalam bersikap.

Jaja Mihardja mengatakan, status sebagai legenda bukan sekadar gelar. Ia merasa perlu menjaga sikap dan rekam jejaknya agar tetap bisa menjadi sosok yang dihormati.

“Berat, berat juga nih nanggungnya. Sebab kalau udah legend kan aduh, gimana ya? Mesti sepak terjangnya mesti benar-benar. Itu aja, penjagaan. Ayah mesti hati-hati,” kata Jaja.

Meski begitu, Jaja bersyukur masih mendapat tempat di hati masyarakat hingga saat ini. Ia menilai kecintaannya terhadap dunia hiburan menjadi salah satu alasan dirinya masih bertahan di industri tersebut.

4. Reza Rahadian Kenalkan Proyek Casparina di Busan International Film Festival

Pemeran Utama Laut Bercerita Reza Rahadian saat berkunjung ke kantor kumparan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Aktor dan sutradara Reza Rahadian memperkenalkan proyek film terbarunya berjudul Casparina di Busan International Film Festival (BIFF). Proyek tersebut merupakan bagian dari Asian Project Market, sebuah ajang yang diselenggarakan dalam rangkaian Asian Contents & Film Market (ACFM) di Busan International Film Festival.

Dilansir Variety, lewat proyek tersebut, Reza mengangkat kisah tentang neneknya, Francisca Casparina Fanggidaej. Casparina merupakan seorang jurnalis yang kewarganegaraan Indonesianya dicabut pada tahun 1965 dan kembali ke Tanah Air setelah puluhan tahun, untuk menemui anak-anak yang tumbuh besar tanpa kehadirannya.

Dalam film itu, Casparina dipaksa menjalani pengasingan karena sikapnya yang menentang pemerintah. Setelah 34 tahun, Casparina mendapat kabar kalau rezim lama sudah runtuh dan ia bebas untuk kembali pulang.

Dalam kesempatan itu, Reza mengungkapkan ketertarikannya mengangkat kisah tentang sosok ibu yang diceritakan dari sudut pandang anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran sang ibu. Dengan latar waktu ketika status kewarganegaraan seseorang bisa dicabut secara tiba-tiba, dengan paksa, dan tanpa peringatan.

Caparina menjadi film kedua garapan Reza Rahadian sebagai sutradara. Sebelumnya, lewat Pangku, Reza berhasil memenangkan empat penghargaan dalam kategori Vision di Festival Film Busan tahun 2025, termasuk penghargaan pilihan penonton dan penghargaan Fipresci.

5. Terobsesi pada Kekasih yang Tiada, Junior Roberts Terjebak Teror Aplikasi Iblis

Jajaran pemain dan tim produksi film Aplikasi Iblis dalam acara press conference di Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Foto: Hosana Solagracia Sifra/kumparan

Disutradarai oleh Dimas Anggara, film Aplikasi Iblis memadukan unsur teror supernatural, aksi, serta drama emosional yang berkaitan erat dengan bahaya teknologi masa kini.

Cerita dalam Aplikasi Iblis berfokus pada Arya (Junior Roberts) yang berduka atas kehilangan kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch), lalu menggunakan sebuah aplikasi digital yang akhirnya berakhir dengan aksi teror.

"Sesuatu yang terlalu terobsesi dan berlebihan itu tidak baik. Dalam film ini, ketika seseorang terlalu terobsesi pada orang lain hingga menggunakan aplikasi tersebut, dampaknya bisa sangat berbahaya," ujar sang sutradara, Dimas Anggara.

Sementara itu, Junior Roberts yang berperan sebagai Arya menceritakan pengalaman tentang pentingnya pendalaman karakter dan tantangan fisik selama proses syuting berlangsung. Demi mendukung performa maksimal di setiap adegan aksi, Junior menjalani pelatihan dan workshop secara intensif.

"Persiapannya cukup matang lewat workshop. Kalau untuk jaga stamina, paling minum kopi, bisa 4 sampai 5 gelas sehari saat syuting. Karena syuting adegan aksi cukup menguras energi, pegal-pegal setelahnya itu sudah jadi hal yang wajar," kata Junior.