Kumparan Logo

5 Berita Populer: Stephen Chow Jual Bisnis; Kontroversi FFI 2026

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stephen Chow. Foto: Lintao Zhang/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Stephen Chow. Foto: Lintao Zhang/Getty Images

Penjualan bisnis bioskop Stephen Chow dengan harga murah menjadi berita populer pada Rabu (14/10).

Selain itu, penjelasan Prilly Latuconsina terkait kontroversi FFI 2026 juga menjadi sorotan. Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.

1. Ruben Onsu Mulai Rasakan Dampak Video Viral, Brand Ikut Diserang

Konferensi Pers Ruben Onsu dan pelapor kasus dugaan penipuan di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Presenter Ruben Onsu kini tengah menghadapi dampak cukup pelik akibat beredarnya video viral yang dikait-kaitkan dengannya. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terungkap bahwa sejumlah akun media sosial tidak hanya membombardir Ruben dengan ujaran kebencian, tetapi juga mulai menyerang brand serta bisnis yang bekerja sama dengannya.

Pihak Ruben menegaskan bakal memantau situasi di ruang publik sebelum mengambil tindakan tegas. Jika serangan siber dan narasi memojokkan ini terus berlanjut, mereka tak segan membawa permasalahan ini ke jalur hukum demi melindungi nama baik serta kehormatan sang artis.

Minola juga mengingatkan publik untuk menghormati proses legal yang sedang berjalan dan tidak asal menyebarkan materi yang berpotensi melanggar hukum, seperti hasil dari akses ilegal. Saat ini, Ruben sendiri masih fokus menyelesaikan beberapa perkara hukum lain yang tengah dihadapinya.

2. Bisnis Bioskopnya Rugi, Stephen Chow Akhirnya Jual Perusahaan Cuma Rp 2 Ribu

Aktor asal Hong Kong, Stephen Chiau, berbicara dalam konferensi pers untuk mempromosikan merek bir lokal Hong Kong di Hong Kong, Senin (8/7/2002). Foto: Kin Cheung/REUTERS

Kerap sukses mencetak rekor box office lewat karya-karyanya, raja komedi Stephen Chow justru harus menelan pil pahit dalam bisnis bioskopnya di China. Lewat perusahaan Bingo Group, sang aktor resmi melepaskan anak usahanya, B8 Cinema Investment Limited, dengan harga yang sangat murah, yakni hanya 1 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 2.300 saja.

Langkah drastis ini diambil lantaran bisnis pengelolaan bioskop fisik tersebut terus mencatatkan kerugian beruntun selama beberapa tahun terakhir, dengan akumulasi utang atau liabilitas bersih mencapai sekitar Rp 19 miliar. Penutupan bioskop terakhir milik Bingo Group di Hangzhou pada September lalu menjadi penanda berakhirnya riwayat bisnis bioskop Stephen Chow yang sempat dipertahankan bahkan dengan mengagunkannya properti mewah.

Kendati dijual secara nominal murah, keputusan strategis ini justru diproyeksikan bakal memberikan keuntungan pencatatan bagi Bingo Group serta mengurangi beban finansial perusahaan. Ke depannya, Stephen Chow bakal memfokuskan sumber dayanya pada lini utama yang menjadi keahlian utamanya, yaitu pengembangan konten film dan produksi audiovisual.

3. Benidictus Siregar: Kayaknya Tuhan Terlalu Baik, Peran Ini Melebihi Impian Saya

Benidictus Siregar saat Media Visit Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati di kumparan, Kamis (17/9/2026). Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Komedian Benidictus Siregar tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagianya usai dipercaya menjadi pemeran utama dalam film drama Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Terbiasa mengocok perut penonton lewat karakter komedi, sosok yang akrab disapa Beni ini mengaku sempat tak menyangka sekaligus merasa ragu saat awal mendapatkan kesempatan emas tersebut.

Beni secara jujur mengungkapkan rasa khawatirnya apabila akting dramatisnya malah memicu tawa penonton. Bahkan, saat mengikuti proses casting, ia sempat berpikir hidupnya akan lebih tenang jika tidak lolos. Namun, rasa cemas itu perlahan luntur seiring jalannya produksi yang ia sebut sebagai pengalaman paling menyenangkan sepanjang kariernya.

Dalam film garapan Kuntz Agus ini, Beni memerankan karakter Ale yang membawa penonton menyelami makna hidup lewat hal-hal sederhana. Diproduksi oleh Sinergi Pictures dan Ben Film serta didukung sederet aktor ternama, film ini dijadwalkan bakal menyapa pecinta bioskop Tanah Air mulai 12 November 2026.

4. Prilly Latuconsina Beri Penjelasan soal Nominasi FFI 2026

Ketua Pelaksana dan Ketua Bidang Program Festival Film Indonesia (FFI), Prilly Latuconsina dalam acara pembukaan FFI 2026 di Hutan Kota GBK Senayan, Jakarta pada Kamis (18/6/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2026 menuai perbincangan hangat di kalangan pencinta film Tanah Air. Sorotan netizen tertuju pada absennya aktris Irma Rihi dari daftar nominasi, padahal lawan mainnya di film yang sama berhasil menembus kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik. Gelombang kritik pun meramaikan media sosial menuntut kejelasan dari pihak komite.

Menanggapi riak kekecewaan publik tersebut, Prilly Latuconsina selaku Ketua Pelaksana FFI 2026 langsung memberikan klarifikasi secara terbuka. Prilly menjelaskan bahwa seluruh penentuan nama yang masuk ke dalam daftar nominasi murni merupakan hasil voting dari Akademi Citra dan asosiasi terkait, bukan penunjukan langsung dari komite.

Prilly menegaskan bahwa pihak komite FFI tidak memegang kewenangan untuk mengintervensi atau mengubah hasil penilaian yang sudah masuk demi menjaga independensi penjurian. Malam puncak penganugerahan Piala Citra yang menghadirkan 23 kategori utama dan 4 penghargaan khusus ini sendiri rencananya bakal digelar pada November 2026 mendatang.

5. Film NAZA tentang Gaza Diputar di Sala de Arte, Ketuk Empati Penonton

Konferensi pers Malang World Cinema di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Melalui program Sala de Arte, bioskop Cinépolis dan platform KlikFilm resmi menghadirkan pemutaran film dokumenter investigasi berjudul NAZA. Karya garapan Yuval Abraham dan Rachel Szor yang sempat menyabet Special Jury Prize di Festival Film Venesia ini mengupas tuntas tragedi pembunuhan sistematis serta penderitaan warga sipil di Jalur Gaza.

Direktur KlikFilm, Frederica, menyebutkan bahwa pihak mereka bertindak cepat dalam mengamankan lisensi penayangan NAZA agar pesan kemanusiaannya dapat tersampaikan secara mendalam kepada penonton Indonesia. Pengalaman menonton dokumenter ini dinilai tidak sekadar memberikan tontonan hiburan, melainkan juga mampu membakar empati dan menyentuh sisi emosional yang terdalam.

Pemutaran NAZA turut mencuri perhatian figur publik seperti sutradara Gina S. Noer yang sengaja memboyong buah hatinya untuk menyaksikan tayangan berharga ini. Program Sala de Arte ini dipastikan bakal tayang secara reguler di enam cabang Cinépolis, serta disusul gelaran Malang World Cinema 2026 pada pertengahan November mendatang.