Dibintangi Citra Kirana, Film 'Jangan Menyerah, Ibu' Tayang Akhir Tahun

Film 'Jangan Menyerah, Ibu', baru saja merilis poster dan first look-nya beberapa waktu lalu. Film arahan sutradara Rako Prijanto itu dibintangi oleh Citra Kirana dan Roy Sungkono.
'Jangan Menyerah, Ibu', diadaptasi dari novel karya Hanum Rais yang sebelumnya dikenal dengan judul 'I Am Sarahza'. Kini, karya tersebut hadir melalui Terra Pustaka dengan judul baru, 'Jangan Menyerah, Ibu'.
Mengangkat kisah perjuangan pasangan suami istri untuk mendapat momongan, 'Jangan Buang, Ibu' mengambil sudut pandang yang berbeda dari beberapa film bertema serupa.
Jika beberapa film bertema serupa mengambil sudut pandang manusia, film ini justru memilih untuk mengambil perspektif ruh dalam penceritaannya.
"“Kita ambil perspektif ruh di alam Lauhul Mahfuz yang bisa melihat dan mendengar apa yang diusahakan dan diikhtiarkan calon kedua orang tua," kata Rako Prijanto dalam keterangannya.
Kata Rako, film ini bakal mengeksplorasi perspektif ruh yang menantikan pertemuan dengan kedua orang tua. "Inilah yang menjadi keunikan drama keluarga ini,” ujarnya.
'Jangan Menyerah, Ibu' membawa pesan yang personal sekaligus universal, di mana ada harapan, di situ ada kehidupan. Selama manusia memelihara harapan, selalu ada alasan untuk terus hidup dan melangkah.
Dalam kesempatan yang sama, Dokter Lula Kamal, mantan pejuang dua garis, menyambut baik hadirnya film itu. Dia menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga harapan di tengah perjuangan memperoleh keturunan.
“Yang digarisbawahi dalam buku dan film Jangan Menyerah, Ibu adalah bagaimana kita selalu mampu memelihara harapan, menghangatkannya, meskipun terkadang harapan dihadapkan kegagalan berulang. Di situlah keluarga berperan,” tuturnya.
Film Jangan Menyerah, Ibu diproduksi oleh SinemArt dan disutradarai oleh Rako Prijanto, dengan Citra Kirana dan Roy Sungkono sebagai pemeran utama. Film ini direncanakan tayang pada akhir tahun 2026.
