Kumparan Logo

Merger Paramount-Warner Bros. Dinamai 'Skydance', Rampung 6 Oktober

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi paramount pictures. Foto: Twin Design/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi paramount pictures. Foto: Twin Design/Shutterstock

CEO Paramount, David Ellison, akhirnya akan mengambil alih Warner Bros. Discovery, dalam nilai akuisisi termahal sepanjang sejarah Hollywood, USD 111 Miliar atau setara Rp 1,981 Triliun.

Setelah Hakim Distrik AS Araceli Martínez-Olguín yang menangani kasus antimonopoli yang bertujuan menghalangi kesepakatan, Paramount-Warner Bros menyetujui penyelesaian damai antara Paramount dan 12 jaksa agung negara bagian dari Partai Demokrat yang mengajukan gugatan tersebut.

Dilansir Variety, penyelesaian damai tersebut secara resmi turut mengakhiri sengketa hukum tersebut. Berdasarkan dokumen yang diserahkan kepada regulator, Paramount telah menetapkan rencana sementara untuk meresmikan merger tersebut pada hari Selasa depan, 6 Oktober.

Hal tersebut disampaikan oleh X, CEO David Ellison. Dia juga mengungkapkan nama yang akan menjadi payung besar dalam merger kedua raksasa hollywood itu, yakni Skydance.

Skydance akan dipimpin oleh Chairman sekaligus CEO David Ellison dan Co-CEO Ynon Kreiz, mantan pimpinan Mattel yang akan bergabung dengan perusahaan pada 5 Oktober mendatang

"Dengan menggabungkan keduanya, kami tidak sedang menulis ulang sejarah, kami justru melengkapi studio-studio ikonis ini dengan mesin penggerak yang lebih tangguh. Bersama-sama, kami adalah Skydance: wadah yang mengutamakan kreativitas bagi penuturan cerita yang berani dan berkualitas," tulis Elison.

Terkait pemilihan nama, Ellison memilih jalan yang lebih personal. Skydance merupakan studio yang ia dirikan sekitar 20 tahun lalu, dan studio inilah yang ia pakai sebagai kendaraan untuk mengambil alih Paramount lalu mengincar Warner Bros.

lustrasi logo Warner Bros. Foto: Shutterstock

Nama itu juga bukan hal asing bagi dunia hiburan dunia. Skydance dikenal lewat film seperti Top Gun: Maverick dan seri Mission Impossible. Lewat pemilihan nama ini, seolah menjadi perjalanan yang kembali ke titik awal, dengan skala yang jauh lebih besar.

"Kami ingin melestarikan hal-hal yang menjadikan masing-masing studio ini begitu ikonis. Keduanya memiliki identitas yang khas, warisan luar biasa, serta merek yang telah melekat di hati penonton lintas generasi," tukasnya.

Paramount dan Warner Bros. Tetap Jalan Masing-masing

Kesepakatan merger juga memastikan bahwa brand lama akan tetap hidup. Skydance hanya jadi payung korporat, sementara Paramount dan Warner Bros. Discovery tetap beroperasi sebagai brand masing-masing.

Ellison menjelaskan alasannya dengan cukup gamblang. Ia tidak mau identitas korporat baru mengecilkan atau menutupi salah satu dari keduanya.

instagram embed

"Sebaliknya, kami ingin menjadikan nama (Skydance) sebagai identitas perusahaan gabungan ini, namun tetap membiarkan Paramount dan Warner Bros. serta seluruh merek kami yang luar biasa untuk terus melanjutkan perjalanan mereka masing-masing," tukasnya.

Skydance Otomatis Punya Daftar Aset Franchise Mewah

Kalau semua aset dijumlahkan, daftar franchise di bawah Skydance sangat banyak. Harry Potter, Lord of the Rings, Game of Thrones dan hits HBO lainnya.

Gak cuma itu, DC Universe, Yellowstone, Mission: Impossible, Top Gun, sampai kerajaan Nickelodeon, serta jaringan seperti CNN, TNT, dan TBS juga masuk dalam portofolionya.

Bagi penonton, perubahan paling terasa kemungkinan baru muncul belakangan, misalnya bagaimana layanan streaming dan katalog film kedua studio akan digabung.

Soal itu, rencana detailnya belum banyak dijelaskan. Yang jelas, Hollywood akan punya satu pemain raksasa baru yang siap bersaing langsung dengan Disney.