Yura Yunita Bagikan Tips Menikmati Single Terbarunya, Pertiwi

Penyanyi Yura Yunita baru saja merilis single berjudul Pertiwi. Lirik lagu Pertiwi ditulis oleh Donne Maula dengan notasi dari Yura. Barisan lirik dalam lagu tersebut memang terasa sangat emosional.
Iwan Popo sebagai produser musik lagu tersebut, menghadirkan aransemen yang terbilang megah. Vokal Yura Yunita yang khas membuat lagu tersebut makin terkesan dramatis.
Pertiwi seolah bercerita tentang keberanian dari seseorang yang tangannya masih gemetar, suara masih bergetar, namun kali ini memilih tetap bicara. Sebab kebenaran tak selalu keluar dari suara paling lantang. Kadang ia lahir dari ketakutan yang memutuskan untuk tidak mundur lagi.
Meski demikian, lagu tersebut tak hanya memunculkan satu penafsiran saja. Dalam keterangan rilis yang diterima kumparan, Yura Yunita bahkan mempersilakan para pendengarnya untuk menafsirkan lagu tersebut masing-masing
Menurut Yura, usai mendengarkan lagu ini, seseorang mungkin teringat pada keadaan sekitarnya. Misalnya kepada ibunya, perempuan-perempuan yang memilih diam, ketidakadilan yang tak sanggup dilawan atau pada dirinya sendiri.
Tips Menikmati Lagu Pertiwi
Peritiwi dinilai sebagai lagu yang justru baru mulai bekerja setelah sunyi datang. Oleh karena itu, Yura memberikan tips bagaimana menikmati lagu Pertiwi.
Yura menyarankan agar para pendengarnya bisa mendengarkan Pertiwi hingga habis. Usai lagunya selesai, Yura meminta gar para pendengarnya merenungkan sosok yang muncul dalam pikiran mereka.
"Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai. Lalu tunggu beberapa detik dalam hening," tutur Yura.
"Perhatikan siapa yang muncul di kepala. Perhatikan bagian mana yang membuat dada kamu terasa sesak," tambahnya.
Pertiwi sudah dapat didengarkan di berbagai digital streaming platform. Video musik lagu tersebut juga sudah dirilis dengan visual yang memukau.
Yura bekerja sama dengan Kathleen Malay di kursi sutradara dan Siko Setyanto sebagai koreografer. Kolaborasi dari mereka melahirkan sebuah karya visual yang mengakar kuat pada emosi murni pendengarnya, namun tetap dikemas dengan sentuhan eksekusi yang apik dan matang.
