Liburan Rasa Kewajiban: Studi Industri kelas X tahun 2025 SMA Trinitas Bandung
Tulisan dari Gisela Alverina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta - Setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk membuat murid-murid tertawa sembari menghirup ilmu baru. Salah satu cara tersebut adalah dengan melakukan studi industri, seperti yang dilakukan oleh SMA Trinitas Bandung yang melakukan studi industri ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sea World, dan Dufan yang berlokasi di Kota Jakarta. Melalui studi industri ini, para peserta didik diharapkan dapat mengenal tentang dunia perekonomian seperti bisnis, saham, investasi, dll.
Pada suatu pagi yang cerah, lebih tepatnya pada 9 Desember 2025, rombongan SMA Trinitas Bandung melakukan perjalanan panjang dari Bandung ke Jakarta. Meskipun Desember sudah memasuki hari-hari liburan, murid-murid tahu bahwa mereka masih memiliki kewajiban. Karena liburan ini berjudul studi industri, bukan bermain bersama industri.
Suasana di kota megah boleh saja berisik, tetapi di dalam bus, kita semua akan teringat pada suasana di pasar baru. Di satu sisi, ada tim karaoke. Di sisi lain, ada tim pemain kartu handal. Beberapa murid tertidur, sementara beberapa murid lainnya menutup bibir mereka rapat bukan karena silent treatment, tetapi karena berada dalam mode serius menonton drama dan kartun. Mengingat perjalanan cukup jauh, rasa nyeri di pinggang mulai menjadi hal biasa. Beruntungnya, tingkat keterjangkauan dari Bandung ke Jakarta terbilang mudah dengan banyaknya jalan tol yang ada sehingga rasa sakit di pinggang itu akan segera berakhir. Betapa meriahnya suasana di dalam bus.
Setelah melakukan perjalanan sejauh 147 kilometer selama empat jam, gedung-gedung tinggi akhirnya mulai tampak di kawasan SCBD. Melihat gedung-gedung tinggi, siapapun akan mulai membayangkan masa depan di kawasan perekonomian ini.
Begitu melihat gedung-gedung tersebut, seketika, rombongan yang tadinya sibuk untuk memeriahkan suasana berubah menjadi serius, siap untuk menerima pasokan ilmu. Rombongan SMA Trinitas turun dengan tertib, menuju ke dalam gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Terdapat berbagai ruangan di dalamnya, di mana salah satunya adalah Galeri Investasi. Segala sesuatu di dalamnya benar-benar memukau. Kita dapat melihat sejarah dari pasar modal, jenis-jenis saham, investasi, dll. Auditorium yang luas juga menyediakan berbagai pengetahuan. Di tempat ini, para siswa dapat bertanya secara aktif kepada para karyawan tentang pertanyaan yang ingin diketahui.
Begitu pembicara selesai memberikan materi, para siswa berkumpul di sekitar karyawan-karyawan yang bekerja di Bursa Efek Indonesia dan melakukan wawancara singkat, salah satunya adalah pertanyaan mengenai pengertian deviden dan capital gain.
"Singkatnya, deviden adalah pendapatan sementara capital gain adalah keuntungannya," ucap salah satu karyawan yang menjawab pertanyaan wawancara.
Selain mendapatkan edukasi di Bursa Efek Indonesia, semua orang dapat mempelajari lebih lanjut, serta melakukan perhitungan saham dan investasi melalui aplikasi resmi, yakni IDX Mobile. Melalui aplikasi ini, kita dapat dengan mudah melihat angka di grafik saham, maupun jenis pasar modal lainnya.
Rumus perhitungan dari persen perubahan adalah harga akhir dikurangi harga awal dikalikan 100% lalu semuanya dibagi dengan harga awal. Dengan demikian, para investor dapat memperhitungkan keuntungan dan kerugian yang didapat dari investasi.
Setelah menyerap ilmu untuk menjadi calon investor Indonesia, rombongan SMA Trinitas singgah sejenak di Sea World yang berada di Jl. Lodan timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430. Ancol memang tempat yang paling tepat untuk hiburan sejenak dari sibuknya perkotaan dan merupakan tempat khusus untuk wisata. Di kawasan ini, rombongan singgah sejenak untuk melakukan vlog dan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan tentang kehidupan di bawah laut, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke tempat yang selalu membuat mata setiap orang terbuka lebar ketika memikirkannya.
Karena Dufan hanya terletak 1,9 kilometer dari Sea World, setelah lima menit berjalan, sampailah rombongan SMA Trinitas di Dufan. Awalnya, terdapat beban akademik yang menghantui di pundak, mengingat bayangan lembar kerja peserta didik yang masih harus dikerjakan. Tetapi, begitu melihat semua wahana bermain, semua beban akademik itu hilang seketika, terbawa angin segar dari wahana-wahana ekstrim yang menarik untuk dicoba.
Tepat setelah makan siang, rombongan SMA Trinitas menyerbu semua wahana yang ada di Dufan. Wahana seperti histeria mampu membuat pengunjung berteriak, kereta misteri mampu membuat pengunjung senam jantung, hingga istana boneka yang menampilkan budaya-budaya khas dari berbagai negara.
Memiliki inner child untuk bermain ayunan tetapi merasa malu? Ingin diayun tetapi tidak ada yang mengayun? Dufan jelas punya solusinya, yakni kora-kora yang akan terus mengayunkan penumpang hingga puas.
Segala wahana yang ada di Dufan memang menyenangkan, tetapi bukan siswa SMA Trinitas namanya jika lupa akan kewajiban. Meskipun tempat ini adalah tempat untuk liburan, tapi kali ini, siswa SMA Trinitas sedang merasakan liburan rasa kewajiban tapi menyenangkan.
Melalui kacamata ilmu sains yang telah diajarkan oleh guru-guru di SMA Trinitas, setiap siswa kelas X angkatan 2025/2026 SMA Trinitas Bandung mulai menganalisis konsep fisika apa saja yang terdapat pada wahana-wahana di Dufan. Tanpa fisika, mustahil rasanya jika wahana-wahana tersebut bisa beroperasi dengan aman.
Salah satu contoh yang paling mudah untuk diambil adalah kora-kora. Ketika melihat kora-kora, hal yang akan terpikirkan di kepala kita adalah bandul. Prinsip bandul ini sendiri terjadi pada kora-kora. Kapalnya digantung di satu titik lalu diayunkan bolak-balik. Ketika kapal naik ke titik paling tinggi, kecepatannya melambat karena energinya berubah menjadi energi potensial. Begitu turun ke tengah, energinya berubah menjadi energi kinetik. Itulah mengapa, kapalnya dapat melaju kencang. Gravitasi akan menjadi penarik agar kapal mengarah ke bawah lagi, seperti bermain ayunan. Di titik terendah, penumpang dapat merasakan dorongan kuat karena adanya gaya sentripetal.
Selain kora-kora, berbagai wahana lainnya juga menggunakan konsep-konsep fisika. Ontang-anting, halilintar, bolang-baling, dan lainnya juga menggunakan konsep fisika agar wahana dapat beroperasi dengan baik.
Sementara para siswa bermain dengan berbagai wahana terutama wahana-wahana ekstrem, para guru yang berperan sebagai orangtua murid senantiasa untuk mengawasi rombongan SMA Trinitas. Ternyata, sempat terjadi pembicaraan yang menggelitik perut. Evert, salah satu anggota kelompok, sempat bertanya alasan mengapa para guru tidak berani menaiki wahana ekstrem. Ternyata, jawaban dari para guru adalah karena dibatasi faktor usia. Begitu mendengarkan jawaban ini, beberapa dari kami berpikir tentang hal yang indah namun juga lucu. Terbesit di benak kami jika mereka juga pernah muda dan bersemangat seperti kami.
Selesai dari bermain, rombongan SMA Trinitas kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Bandung. Di Dufan, kami terlalu sibuk untuk bersenang-senang. Tetapi ketika segala euforia perlahan mereda, kami mulai menyadari bahwa setiap momen hangat yang kami rasakan sangatlah berharga. Hidup hanya sekali, dan semua momen ini tidak akan pernah dapat terulang. Awalnya, yang kami pikirkan adalah ketakutan akan tugas. Tetapi ternyata, tugasnya tidak serumit yang kami bayangkan. Studi industri ini mungkin akan menjadi pengalaman yang paling berkesan di ingatan para peserta didik. Melalui studi industri ini, kami belajar banyak hal tentang dunia bisnis berupa pasar modal dan investasi, perhitungan perubahan saham, berbagai macam biota laut, hukum fisika dalam wahana, momen-momen berharga dalam kehidupan, bahkan tanpa sengaja mempelajari geografi dari sepuluh konsep wajib geografi.
Terdapat banyak sekali perasaan positif kami saat mengikuti studi industri ini. Studi industri ini dilakukan tepat sehari setelah ujian berakhir. Oleh karena itu, kami merasa sangat lega dan gembira. Tertawa lepas dan bersenang-senang bersama teman sebaya adalah momen yang tidak terlupakan. Kami benar-benar bersyukur karena dapat mengikuti studi industri ini.
Ke depannya, harapan kami adalah semoga kegiatan menyenangkan yang mengedukasi seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena setiap momen kebersamaan tidak akan pernah dapat dibayar dengan apapun.
Kelompok: Gisela ALverina X2/10, Jill Kaithlyn Young X2/14, Keith Gunawan/15, Timothy Evert Keodenny Riwu X2/27.

