kumparan
Bola & Sports23 Mei 2020 10:53

Radamel Falcao Pertanyakan Aturan Selebrasi Tanpa Pelukan

Konten kiriman user
WhatsApp Image 2020-05-23 at 10.02.42.jpeg
sumber foto: instagram Radamel Falcao
Bundesliga Jerman menjadi salah satu liga sepak bola di dunia yang mulai melangsungkan lagi kompetisi yang sempat tertunda sejak Maret lalu imbas COVID-19.
ADVERTISEMENT
Seperti yang diketahui, sejak minggu lalu, Bundesliga mulai memainkan laga pertama sejak dilarang dengan catatan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan pemerintah Jerman.
Salah satunya ialah dilarang melakukan selebrasi berpelukan antara sesama rekan setim setelah mencetak gol dengan tujuan mengantisipasi dan minimalisir penyebaran COVID-19.
Gol yang dicetak Erling Haaland pada laga kontra Schalke 04 menjadi gambaran bagaimana aturan itu diterapkan. Haaland hanya berlari ke pojok lapangan dan menari sementara rekan lainnya berdiri dengan jarak kurang lebih dua meter dan memberikan tepuk tangan.
Namun mantan pemain Manchester United Radamel Falcao melalui akun twitternya justru mempertanyakan aturan selebrasi tersebut. Pemain timnas Kolombia ini beralibi bahwa sepanjang pertandingan pemain melakukan kontak dengan pemain lawan maupun dengan rekan setim. Lalu mengapa berpelukan dengan rekan setim justru tidak diperbolehkan.
ADVERTISEMENT
"Melihat kembalinya sepak bola saya bertanya pada diri sendiri: Apakah ada alasan teknis mengapa memeluk tidak diperbolehkan setelah mencetak gol? Sepanjang permainan kami dalam kontak langsung terjadi,"cuitnya.
Twit Falcao ini pun memantik perdebatan di kolom komentarnya. Beberapa warganet justru memiliki pandangan sebaliknya.
"Saya pikir ini adalah pesan sepak bola kepada seluruh dunia,"jawab Andrea Guerrero, yang berprofesi sebagai jurnalis di ESPN.
"Tentunya lebih simbolis, tidak ada penjelasan lain. Sepak bola akan menjadi patokan untuk memahami bagaimana kita harus hidup dari hari ke hari dalam banyak kegiatan kita," ujar rekan Guerrero, Ricardo Henao, menimpali.
Radamel Falcao yang saat ini bermain untuk klub Turki, Galatasaray masih menunggu berlangsungnya Turkish Super League yang tertunda sejak dua bulan lalu akibat pandemi Corona.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan