Saat Scholes Terkena 'Hairdryer Treatment' Terburuk dari Sir Alex Ferguson

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!
Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa waktu lalu, Ryan Giggs mengungkapkan bahwa cuma ada empat pemain Manchester United yang luput dari amukan Sir Alex Ferguson, mereka adalah Eric Cantona, Cristiano Ronaldo, Roy Keane, dan Bryan Robson.
Selain ke empat pemain tersebut, semua pemain pernah kena treatment ala Ferguson yang jamak dikenal dengan sebutan Hairdryer Treatment. Tidak terkecuali Paul Scholes.
Itu saat terjadi pada September 2001 saat Manchester United bertemu dengan Newcastle United di Saint James Park. Manchester United tertinggal 3-1 sebelum Scholes yang masuk dari bangku cadangan dan membantu Setan Merah menyamakan skor kedudukan menjadi 3-3.
Namun sayang, backheel yang ia lakukan berujung pada gol Alan Shearer sekaligus mengunci kemenangan The Magpies. Hal itulah yang kemudian membuat Sir Alex Ferguson mencak-mencak dan memarahinya dan diakuinya sebagai Hairdryer Treatment terburuk yang pernah ia alami.
"Saya mungkin tidak mendapatkan sebanyak pemain lain (Hairdryer Treatment), tapi saya ingat satu yang paling buruk adalah saat bertandang ke Newcastle," ujarnya melalui podcast Savage Social di BBC Sounds.
"Saya sebenarnya bermain sebagai pemain pengganti, dan masih saja dimarahi!
"Saya pikir kami tertinggal dua atau tiga kosong. Saya masuk dan kami menyamakan kedudukan 3-3, saya tidak mengatakan itu karena saya!"
“Saya bermain baik, saya membuat beberapa peluang dan saya pikir saya bisa mencetak gol, bahkan saya bisa saya membuat beberapa peluang. Jadi saya pikir kehadiran saya membuat sedikit perbedaan,” ujar Scholes menambahkan.
"Kemudian sekitar 15 menit sebelum usai saya mencoba melakukan backheel, mungkin di area sekitar garis tengah, dan pemain Newcastle menggagalkannya dan Alan Shearer mencetak gol.”
Insiden itu juga diakui Scholes sebagai insiden pertama kali ia melawan gertakan Ferguson, padahal sebelumnya, diakuinya, ia tak sekalipun melawan teguran pelatih asal Skotlandia tersebut.
"Kemudian setelah itu manajer benar-benar marah pada saya, dan itu adalah pertama kalinya saya melawannya. Itu bukan sesuatu yang pernah saya lakukan, karena saya melihat Paul Ince dan Peter Schmeichel melawannya dan itu tidak berakhir dengan baik! Percayalah!
"Setiap kali saya dimarahi saya hanya pasrah, tetapi untuk saat itu saya tidak pantas dimarahi karena saya pikir saya membuat perbedaan bagi tim pada pertandingan tersebut."
Pada pertandingan itu tiga gol Manchester dicetak Ruud van Nistelrooy di babak pertama serta Ryan Giggs dan Juan Sebastian Veron tak berhasil menolong Setan Merah dari kekalahan. Apalagi kartu merah yang diterima Roy Keane karena konfrontasinya dengan Alan Shearer semakin membuat kacau mood Fergie.
Pada musim 2001-2002, Manchester United harus rela gelar Liga Inggris yang 3 tahun sebelumnya diraih, jatuh ke tangan Arsenal.
Pada musim itu juga untuk pertama kalinya sejak era Premier League mereka harus terlempar dari posisi dua besar. The Reds Devils finish di urutan ketiga di bawah Arsenal dan Liverpool.
