West Ham, Godam yang Tak Lagi Bertaji

Slaven Bilic terus menggaruk-garuk kepalanya. Raut wajahnya mengekspresikan kebingungan. Sesekali terlihat kepalanya tertunduk. Tatapannya tak lagi tertuju ke lapangan hijau. Juru taktik West Ham United ini tampaknya tahu nasibnya kini berada di ujung tanduk.
Memasuki tahun baru, tak ada yang baru bagi Bilic. Pelatih asal Kroasia ini masih gagal mengangkat performa timnya. Kekalahan 0-5 atas Manchester City dalam pertandingan babak ketiga Piala FA di kandang sendiri, Sabtu (7/1/2016) dini hari WIB, semakin memperburuk masa depannya.
Musim ini West Ham total telah menelan 14 kali kekalahan dari total 28 laga di semua kompetisi. Sementara, sisanya lima kali meraih hasil imbang dan sembilan kali menang. Godam yang tadinya ampuh kini seakan kehilangan tajinya.
Tragisnya sepak terjang West Ham musim ini tergambar jelas dari klasemen sementara Premier League. Hingga pekan ke-20, “The Hammers” berada di posisi ke-13 dengan raihan total 22 poin. Mereka hanya berjarak tujuh poin dari Sunderland yang menempati posisi ke-18 sebagai batas teratas zona merah.
Kabar pemecatan Bilic pun semakin kencang berhembus. Pasalnya, Bilic telah “dimanjakan” dengan kedatangan 11 pemain baru musim ini. Total, West Ham telah mengeluarkan hingga 62 juta euro untuk membeli sederet nama yang cukup mumpuni di antaranya Sofiane Feghouli (Valencia), Simone Zaza (Juventus), Gokhan Tore (Besiktas), Andre Ayew (Swansea) dan Alvaro Arbeloa (Real Madrid).
Transfer pemain menjadi sorotan utama West Ham musim ini. Kendati di awal musim sempat dipuji karena transfer yang dilakukan terbilang jeli pada beberapa posisi, tetapi tetap saja ada beberapa lini yang tidak benar-benar dibenahi.

Sektor bek tengah dan bek kanan menjadi perhatian serius dari transfer yang dilakukan West Ham. Pasalnya, mereka tidak melakukan perubahan besar. Di bek tengah, West Ham tidak membeli satu pun pemain baru. Lima bek tengah musim lalu yakni Winston Reid, Angelo Ogbonna, dan James Collins, hanya dilapisi oleh bek muda Reece Oxford.
Dengan hanya memiliki tiga bek, ditambah fakta bahwa ketiga pemain ini bukanlah tipikal pemain bertahan yang memiliki kecepatan, sektor bek tengah otomatis menjadi satu posisi yang cukup riskan dan rawan dieksplorasi oleh lawan-lawan dengan daya jelajah yang tinggi. Laga melawan City memperlihatkan bagaimana keteterannya Ogbonna dan Reid mengantisipasi gesitnya pergerakan Sergio Aguero dan Raheem Sterling.
Selain bek tengah, posisi bek kanan juga menjadi sorotan pendukung West Ham. Meski ada dua pemain baru musim ini, yaitu Sam Byram dan Alvaro Arbeloa, West Ham bukan tanpa celah. Byram yang masih berusia 23 tahun, baru memiliki pengalaman bermain di Divisi Championship. Sementara Arbeloa, sudah kelewat jauh dari usia emasnya.
Selain transfer yang tak tepat guna, badai cedera juga menjadi problematika lain yang dihadapi oleh West Ham musim ini. Dalam beberapa kasus proses pencarian pemain, manajemen West Ham tampak tidak memperhatikan riwayat cedera yang dialami oleh pemain incarannya.
Andre Ayew menjadi contoh nyata. Meski dalam satu musim terakhir ia tidak memiliki riwayat cedera yang memprihatinkan, tetapi Ayew adalah salah satu eks pemain Olympique Marseille yang dikenal memiliki “kaki kaca”.
Menurut transfermarkt, Ayew tercatat telah mengalami tiga cedera selama kariernya. Terakhir, dia harus absen 15 hari karena mengalami robek otot. Paling lama, pemain Tim Nasional (Timnas) Ghana ini harus absen menyingkir dari lapangan hijau selama 91 hari karena cedera bahu.
Pada musim 2016/2017, dari 33 pemain yang didaftarkan oleh West Ham ke Premier League, bahkan ada 17 pemain yang pernah mengalami cedera. Dari 17 pemain tersebut, Diafra Sakho, Sam Byram dan Gokhan Tore menjadi pemain yang paling sedikit tampil. Hingga Januari 2017, Sakho bahkan baru tampil dalam dua pertandingan.
Lalu, mampukah Slaven Bilic selamat dari isu pemecatan yang semakin kencang? Patut dinantikan.
