Cara Menghilangkan Stres: Stres Tidak Selalu Buruk!

Psikolog Klinis, Dosen di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hanifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Anda pernah merasa begitu tertekan dan kesulitan karena stres ketika harus menghadapi tantangan atau pekerjaan?
Tenggat waktu menyelesaikan tugas yang menumpuk, tuntutan dari atasan, keluarga, dan lingkungan, saat akan menghadapi ujian, dan kondisi lainnya yang dirasa membebani diri kita sehingga merasa begitu stres menjalaninya.
Sekilas, stres dihayati sebagai sebuah hal yang buruk dan ingin kita hindari. Namun, apakah hal tersebut tepat?
Secara definisi, stres adalah respon diri yang dialami ketika menghadapi tekanan atau hal yang dirasa mengancam. Setiap orang sangat wajar merasa stres dalam hidupnya. Memiliki stres bukan berarti kita memiliki gangguan mental selama stres tersebut dapat dikelola dan dihadapi dengan baik.
Terdapat 3 (tiga) hal yang perlu diketahui dalam memahami stres, yaiut:
Stres adalah hal yang personal
Seberapa tinggi tingkat stres bagi seseorang berbeda-beda, tergantung pada sudut pandang dan penghayatan tiap orang terhadap stresor atau pemicu stres. Stres bisa dilihat sebagai hal yang positif maupun negatif. Sebuah kejadian bisa dinilai sebagai hal yang mudah dihadapi bagi seseorang, namun bagi orang lain masalah yang sama bisa dianggap sangat berat.
Reaksi diri dari kejadian yang dialami
Reaksi kita terhadap kejadian yang kita alami akan menentukan apakah kejadian tersebut berdampak positif atau negatif dalam hidup kita. Misalnya, ketika kita mendapatkan deadline tugas yang mendadak, apakah kita akan bereaksi menjadi panik, marah, dan menolak karena merasa diberikan pekerjaan yang tidak adil atau justru merasa tertantang dan bersemangat untuk mencapai hasil terbaik. Respon dan reaksi yang diberikan tiap orang akan berbeda dan akan mempengaruhi hasilnya menjadi positif atau negatif.
Stres bergantung pada kapasitas tubuh dalam menerima tekanan
Ketika kapasitas tubuh kita sehat dan kuat dalam menerima tekanan, maka hasil yang didapatkan bisa saja positif. Namun, ketika kita tubuh kita sedang dalam kondisi tidak baik untuk megatasi tekanan dan tuntutan, maka hasil yang didapatkan cenderung negatif.
Stres juga ternyata memiliki 2 macam jenis, di mana tidak selalu stres itu berdampak negatif. Apa saja macam-macam stres yang perlu kita ketahui?
Distress
Distress adalah stres yang berdampak negatif. Saat diri kita terlalu banyak menerima stress, akan muncul perasaan cemas, khawatir, kelelahan, dan kecewa. Di sisi lain, ketika kita mengalami terlalu sedikit stress maka hidup kita menjadi kurang produktif, seperti munculnya perasaan bosan, apatis, kurangnya minat melakukan kegiatan, tidak fokus, dan tidak bergairah.
Eustress
Eustress adalah stres yang berdampak positif yang mana kita mengalami porsi stres yang tepat dan sesuai di dalam hidup. Perasaan-perasaan yang mungkin timbul adalah rasa percaya diri menghadapi tantangan, mampu mengendalikan diri dan tekanan, mengalirnya potensi diri, kepuasan dan kegembiraan, juga perasaan bangga dapat mengembangkan potensi diri karena mampu menghadapi tantangan.
Lalu apa saja yang dapat kita lakukan untuk bisa mengatasi stres secara efektif? Berikut Cara Menghilangkan Stres
Lakukan relaksasi. Relaksasi adalah salah satu cara untuk menurunkan ketegangan yang dialami saat stres. Teknik relaksasi yang paling sering digunakan adalah 4-7-8, di mana dalam 4 detik kita menghirup nafas perlahan, 7 detik menahan nafas, dan 8 detik menghembuskan nafas perlahan-lahan. Melakukan relaksasi dapat membuat tubuh lebih tenang dan nyaman karena kadar oksigen yang masuk ke tubuh akan lebih banyak.
Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas self-care. Beri jeda atau kesempatan bagi diri untuk beristirahat sejenak dengan melakukan aktivitas self-care. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari melakukan hobi, menulis, berolahraga, melakukan perawatan diri ke salon, dan masih banyak lagi. Berikan apresiasi pada diri saat berhasil melakukan suatu tantangan sebagai cara untuk mengumpulkan energi.
Lakukan pola hidup sehat. Asupan makanan yang bergizi dan berolahraga secara rutin dapat meningkatkan sistem imunitas diri. Kesehatan fisik sangat mendukung kita untuk menghadapi berbagai tantangan. Ketika fisik kuat, maka kita cenderung lebih siap dan fit untuk melakukan banyak hal.
Mencari dukungan sosial. Relasi dengan orang terdekat dan dipercaya bisa jadi salah satu cara mencurahkan perasaan dan hal ini dapat mengurangi stres. Sering kali beban terasa lebih berat jika hanya disimpan dan dipendam seorang diri. Maka dari itu, penting bagi kita memiliki lingkungan yang dapat menjadi social support ketika merasa sedang tertekan.
Jadi, jangan salah kaprah dulu melihat stres sebagai hal yang buruk. Karena dalam porsi yang pas, stres justru bermanfaat dan membantu diri kita untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bayangkan jika hidup tidak ada tantangan dan tekanan, maka hidup akan terasa datar tanpa adanya kesempatan untuk berkembang dalam mencapai tujuan hidup.
