Konten dari Pengguna

Masyarakat Indonesia Lebih Gemar Ngopi Kafe Lokal Walau Kafe Asing Bertebaran

Hanna Hanifa Hira

Hanna Hanifa Hira

Mahasiswa UIN Jakarta

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hanna Hanifa Hira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber dari Canva.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber dari Canva.com

Mengonsumsi kopi sudah menjadi gaya hidup bagi Masyarakat di Indonesia. Gaya hidup ini didukung oleh pertumbuhan gerai kopi di berbagai kota, baik merek lokal maupun internasional. Persaingan antar gerai kopi menyebabkan pergeseran strategi para pemilik gerai dari yang semula hanya menawarkan produk, kini juga menonjolkan aspek pelayanan untuk menarik lebih banyak pengalaman. Larisnya bisnis gerai kopi juga ditunjang oleh gaya hidup Masyarakat Indonesia.

Studi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Paramadina menunjukan bahwa di Tengah menjamurnya gerai kopi asing, nyatanya Masyarakat Indonesia lebih doyan nongkrong di kafe lokal. Buktinya, pertumbuhan gerai kopi lokal di Indonesia terus meningkat tajam. Pada tahun 2019 sampai dengan 2020, terdapat kurang lebih 3000 gerai kopi dan diperkirakan akan terus meningkat sebesar 20% setiap tahunya. Hal tersebut perlu diapresiasi karena lebih memilih gerai kopi lokal dibandingkan gerai kopi asing menunjukkan bahwa Masyarakat kita cinta produk lokal. Kemudian, dari persaingan gerai kopi yang ada, apa sebetulnya yang membuat konsumen lebih menggemari merek lokal ?

Hasil studi yang dilakukan tim dari Universitas Paramadina menunjukan banyak faktor yang menyebabkan Masyarakat Indonesia lebih puas dan loyal terhadap gerai kopi lokal. Faktor-faktor yang memegang pengaruh mencakup kualitas pelayanan, status sosial, dan esteem (harga diri) yang di dalamnya mengandung elemen-elemen seperti pelarian, estetika, serta hiburan. Hal ini menunjukan bahwa gerai kopi lokal sudah mampu memenuhi kepuasaan pelanggannya, tidak kalah dengan gerai kopi asing yang produknya dibanderol lebih mahal.

Tak kalah penting, preferensi Masyarakat terhadap kopi produksi dalam negeri juga menjadi pertimbangan mengapa Masyarakat menggemari gerai kopi lokal yang umumnya menyediakan berbagai ragam jenis kopi lokal. Studi tersebut juga menunjukan bahwa alasan responden pergi ke gerai kopi lokal adalah sebagai bentuk pelarian dan pembuktian kelas sosial. Kafe lokal yang memiliki fasilitas pendukung memudahkan seseorang untuk “lari” dari rutinitas, melupakan sejenak pekerjaan yang dilakukan, atau membuat konsumen merasa santai Ketika melakukan pekerjaan atau aktivitas tertentu. Kafe lokal yang tenang mempengaruhi kondisi psikologis konsumen untuk menikmati suasana sambil minum kopi. Hal ini dilirik oleh para pengusaha kafe lokal di kota besar sebagai peluang untuk memberikan layanan kepada konsumen yang baru pulang kerja.

Hasil dari penelitian tersebut juga menyatakan bahwa responden memiliki persepsi bahwa jenis kopi lokal memiliki kualitas yang lebih baik dari pada kopi impor. Mereka percaya bahwa gerai kopi lokal menyediakan kualitas merek lokal yang memiliki rasa yang lebih baik daripada merek dari kafe luar negeri. Selain itu kecenderungan Masyarakat menyukai merek lokal juga didorong oleh rasa memiliki dan aspek emosional. Cerita tentang era kolonialisme yang menjadikan kopi sebagai daya Tarik penjajah untuk datang ke Indonesia. Misalnya memperkuat presentasi tentang betapa berkualitasnya kopi lokal.Potensi ini tentu menjadi kabar baik bagi bisnis produksi kopi agar bisa lebih dilirik oleh Masyarakat, investor, dan juga pemerintah.

Sejalan dengan hal itu, produksi kopi lokal Indonesia terus bertumbuh dan semakin mendunia. Volume ekspor kopi Indonesia merangkak stabil sejak 2018, naik 37% hingga mencapai 380.200 ton pada 2021. Data dari Badan Pusat Statistika (BPS) menunjukan bahwa Amerika Serikat, Mesir, Malaysia, Jepang, dan India merupakan sasaran ekspor kopi terbesar Indonesia. Hal ini memperkuat alasan mengapa produksi kopi lokal perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kafe lokal masih menjadi pilihan dan memiliki daya Tarik tersendiri. Hal ini disebabkan maraknya kafe lokal yang mengandung elemen-elemen berbaik serta kualitas kopi lokal yang masih belum terkalahkan. Elemen-elemen terbaik tersebut membuat bisnis ini akan semakin bertumbuh jika dikembangkan dengan baik. Oleh karena itu, sudah saatnya kita dukung bisnis kopi dan kafe lokal agar semakin mendunia karena sudah sepatutnya kita bangga terhadap produk lokal Indonesia.