Konten dari Pengguna

Curug Cipeuteuy: Oase Hijau Instragamable di Kaki Gunung Ciremai

Harley B Sastha

Harley B Sasthaverified-green

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu spot d Curug Cipeuteuy. Foto: Harley Sastha
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu spot d Curug Cipeuteuy. Foto: Harley Sastha

Kalau bicara soal Taman Nasional Gunung Ciremai, kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sana bukan cuma pendakian ke puncaknya. Banyak destinasi wisata alam yang keren, kekinian, dan instragamable di sekitar kaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu yang bisa sobat kumparan travel kunjungi.

Selain itu, destinasi tersebut juga sekaligus menjadi tempat sobat belajar tentang alam dan konservasinya. Salah satunya, Curug Cipeuteuy yang berada di Dukuh Pasir, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka.

Pesona alam yang disajikan laksana oase hijau, memesona siapa saja pun mengunjunginya. Nama "cipeuteuy" sendiri konon diambil dari nama pohon pete atau peuteuy yang dulunya tumbuh banyak di sekitar curug.

Sebenarnya, bukan Curug Cipeteuy saja. Ada beberapa destinasi wisata alam keren lain di sekitarnya yang siap memanjakan sobat kumparan travel. Tiga di antaranya: Bumi Perkemahan Awilega, Bukit Batu Semar, dan Terasering Ciboer Pass.

instagram embed

Tidak heran kalau Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang mengunjunginya pada Minggu (23/6) sampai terpesona akan keindahan semua destinasi alam tersebut. Bahkan, beliau juga nyebur dan mandi di kolam curug tersebut. Sementara saya, baru pertama kali melihatnya pada awal Agustus lalu.

Jadi, walaupun air terjunnya tidak terlalu tinggi, di Curug Cipeteuy sobat kumparan travel dapat merasakan langsung kesegaran aliran air curug yang bersumber dari Gunung Ciremai tersebut. Sobat kumparan travel bisa mandi di kolam pemandian yang telah ditata sedemikian rupa di dalam hutan konservasi yang rindang dan asri.

Bening, bersih, rapi, kekinian, dan instragamable. Begitu kesan yang saya dapat ketika berkunjung langsung ke sana, awal Agustus lalu.

instagram embed

Di sini juga sangat banyak spot foto. Semuanya keren-keren. Fasilitasnya juga lengkap. Gerbang masuk, papan petunjuk, dan informasi, toilet, jembatan, tempat sampah, toko suvenir, makanan, gazebo, musala, dan lainnya.

Yang menarik, semua juga ditata dengan rapi dan kekinian oleh pengelola yang merupakan mitra pariwisata Taman Nasional Gunung Ciremai. Sehingga, fasilitas-fasilitas itu bisa jadi spot untuk foto-foto juga.

Tidak jauh dari Curug Cipeuteuy, sobat kumparan travel bisa juga camping di Bumi Perkemahan Awilega. Dari curug bisa tracking ke sini. Atau sebaliknya juga bisa, camping dulu, kemudian tracking menuju curug.

Acara Kemping di Buper Awilega. Foto: Harley Sastha

Berada di antara hutan pinus, Buper Awilega cocok banget untuk sobat kumparan travel yang ingin camping, baik bersama teman-teman maupun keluarga. Sama seperti di Curug Cipeuteuy, fasilitas di sini juga lengkap: Tempat parkir, gazebo, area panahan, serta sarana dan prasana pendukung, seperti toilet, kantin dan musala.

Pilihan yang tepat kalau ingin mengadakan acara sambil camping mendirikan tenda atau hammock-an. Ada arboretrum pohon, di mana sobat dapat belajar tentang tumbuh-tumbuhan. Semua pohon di arboretrum tersebut masing-masing tertera nama jenis pohonnya, termasuk nama latinnya.

Nama "Awilega", menurut ceritanya, berasal dari banyaknya pohon bambu--dalam Bahasa Sunda disebut "awi"--yang tumbuh di sekitar sana, sebagaimana yang saya lihat sendiri.

Sharing malam pun nyamai di Buper Awilega. Foto: Gimbal

“Tempatnya, gue suka karena lokasinya yang private. Tetapi lengkap, ada toilet bersih, warung, musala, listrik yang mendukung buat acara lebih meriah. Suasana alamnya enak dikelilingi pohon pinus dan hutan. Dekat dengan objek-objek wisata alam lainnya. Seperti Curug Cipeuteuy dan Bukit Batu Semar. Udaranya gue juga suka, soalnya enggak terlalu dingin. Jadinya pas saat kegiatan sharing santai di luar tenda, walaupun malam, tetap nyaman tanpa kedinginan,” kata Media Kamil, dari tim Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia yang juga founder gudang alam di Buper Awilega, di sela-sela acara Berkemah Bersama Sahabat.

instagram embed

Sebagaimana kata Medina Kamil, destinasi lain yang letaknya sangat dekat dengan Buper Awilega, yaitu Bukit Batu Semar. Dari pertigaan buper, cukup jalan kaki sekitar 15-20 menit.

Dari atas Bukit Batu Semar, sobat kumparan travel bisa melihat keindahan matahari terbit dan landskap serta bentang alam hutan sekitarnya. Saat pagi hari, setelah matahari terbit, dari atas bukit juga dapat melihat aktivitas Monyet Ekor Panjang, Surili, dan Lutung.

Cioboer Pass. Foto: Harley Sastha

Berkemah, mandi di curug, naik ke bukit batu semar, dan tracking sudah. Tidak lengkap kalau tidak mengunjugi terasering Ciboer Pass yang memanjakan mata dengan pesona persawahan sistem terasering serta suasana eksotis dan magis saat matahari terbenam. Sambil menikmati kopi asli Ciremai berpayung langit jingga keemasan. Lokasinya sendiri berada persis di lembah yang menghadap langsung Gunung Ciremai.

Salah satu spot yang instragamable di Ciboer Pass. Foto: Harley Sastha

Ciboer Pass juga sangat instragamable dan kekinian. Pengelola telah membangun fasilitas untuk duduk-duduk santai lengkap dengan meja dan kantin yang menyediakan minuman kopi atau teh. Bangku, meja dan kantin melengkapi beberapa tempat spot foto yang sengaja dibuat oleh pengelola dengan sangat menarik.

Aksesnya yang untuk menuju Curug Cipeuteuy dan destinasi sekitarnya mudah, kok. Dari Cirebon tidak, jika tidak macet hanya sekitar satu jam. Melalui jalan menuju Kantor Kecamatan Sindangwangi, menuju arah desa Bantargung. Sepanjang jalan tersebut banyak petunjuk arahnya.

Jadi, gimana sobat kumparan travel? Sudah siap mengunjungi destinasi-destinasi alam asri, kekinian, dan instragamable tersebut? Tetapi jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan fasilitas, sarana dan prasana yang sudah disediakan dengan baik dan bijak.

Menikmati senja di Ciboer Pass sambil bercengkerama dan minum kopi. Foto: Harley Sastha