Hindari 6 Kesalahan Ini untuk Maksimalkan Kunjungan Kamu ke Taman Nasional

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha
Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kamu, kalau saat ini Indonesia telah memiliki 54 Taman Nasional yang tersebar dari ujung timur hingga ujung barat dan terhampar dari utara hingga selatan? Semua taman nasional tersebut memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing serta memberikan daya magis dan pengalaman bagi yang pernah mengunjunginya.
Luas kawasan yang mencapai 16,3 juta hektare, taman nasional Indonesia menampilkan berbagai keragaman ekosistem dan menjadi kawasan yang paling berharga dan ikonik dari negeri ini. Mulai dari dalam bawah laut hingga pegunungan. Mangrove, sabana, hutan dataran rendah hingga tinggi dan bersalju. Tempat terbaik untuk menyaksikan kehidupan liar Indonesia.
Berbagai ragam kegiatan dapat kamu lakukan di dalam taman nasional. Menyelam dan bermain air lainnya, melihat satwa liar, berkuda, bersepeda, berlari, hiking, berkemah hingga mendaki gunung.
Banyaknya hal yang dapat kamu lihat dan lakukan di taman nasional, mungkin terkadang membuat kamu melakukan beberapa kesalahan yang dapat membuat kunjungan kamu tidak berjalan maksimal dan tidak mendapat pengalaman sebenarnya. Berikut enam hal ya
1. Tidak Merencanakan Perjalanan Sebelumnya
Tidak ada perjalanan tanpa persiapan. Demikian ungkapan penting yang harus kamu selalu ingat jika akan melakukan perjalanan. Termasuk aktivitas wisata alam. Merencanakan perjalanan dengan riset dan mempersiapkan perlengkapan serta perbekalan akan meminimalisir hal-hal yang mungkin menghambat perjalanan kamu. Apalagi jika kamu melakukan perjalanan ke kawasan-kawasan konservasi, seperti taman nasional dan taman wisata alam. Kondisi alam setiap kawasan yang berbeda, luasnya, akses, cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, penutupan dan waktu ramai atau sepi dan lainnya.
Lakukan riset singkat melalui situs atau akun media sosial resmi masing-masing taman nasional. Cek kembali semua perlengkapan dan logistik yang akan kamu bawa. Kemas dengan benar dan pastikan kembali dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai aturan perizinan yang berlaku di setiap kawasan. Terlebih, jika kamu berencana berkemah di tempat-tempat tersebut.
Sisihkan juga waktu untuk perubahan mendadak, jika sewaktu-waktu terjadi. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang mungkin terjadi di depan, sehingga akan mempengaruhi aktivitas wisata alam kamu.
2. Melewati Pusat Informasi Pengunjung dan Peta Jalan Setapak Wisata Alam
Pusat informasi pengunung memiliki banyak informasi dan pengetahuan tentang kawasan yang kamu kunjungi. Bukan hanya peta jalan setapak wisata alam saja, kamu juga dapat berbicara dengan petugas pengelola mengenai hal-hal menarik yang dapat kamu lakukan dan temui di dalam kawasan, acara khusus, waktu-waktu buka dan penutupan, yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan informasi detail lainnya.
Jadi, jangan lewatkan tempat ini, luangkan waktu sesaat untuk singgah dan menggali berbagai hal serta informasi menarik dan penting mengenai kawasan di dalamnya.
3. Hanya Terpaku pada Kamera dan Melupakan Untuk Melihat Alam Sebenarnya
Memenuhi feed instagram dengan foto-foto dan video aktivitas dan perjalanan wisata di alam, saat ini seperti menjadi hal lumrah dan penting. Beberapa foto dan video menakjubkan yang kamu abadikan tersebut akan menjadi kenangan kamu, sekaligus dibagi pada teman-teman atau pengikut kamu.
Tetapi, kamu jangan sampai lupa, taman nasional yang kamu kunjungi tersebut merupakan tempat yang luar biasa. Tempat kamu dapat melepaskan diri, mencari udara bersih dan segar, melakukan berbagai aktivitas alam yang beberapa di antaranya dapat memacu adrenalin, melihat berbagai keajaiban alam, perilaku satwa dan lain-lain. Tentunya, penting untuk mengambil beberapa foto dan video sebagai dokumentasi dan kenangan.
Tetapi, jangan lupa sesekali tinggalkan pandangan kamu dari layar kamera atau smartphone kamu, berinteraksi langsung dengan alam serta orang-orang sekitar kamu dan nikmati pesona serta keindahan alam sebenarnya dengan semua panca indra yang kamu miliki. Nikmati malam dengan gemerlap bintang gemintang serta magisnya suasana saat matahari keluar dari peraduannya di pagi hari. Juga suara-suara alam sebenarnya di tengah keheningan malam.
4. Salah atau Tidak Berinteraksi Secara Benar dengan Satwa Liar
Taman nasional di Indonesia merupakan tempat yang sangat sempurna untuk kamu dapat melihat kehidupan satwa liar. Seperti: Rusa, Orang Utan dan Bekantan serta primata lainnya, berbagai jenis burung, badak, banteng dan lain-lain. Namun, sayangnya masih banyak yang salah saat berinteraksi dengan mereka di alam liar. Seperti: memberi makan mereka secara langsung maupun tidak langsung dan tidak memberi ruang yang cukup, sehingga mereka tidak merasa terancam. Termasuk mendirikan tenda dan berkemah pada tempat yang tidak seharusnya.
Selain itu, masih juga banyak yang tidak menyadari, kalau taman nasional bukanlah kebun binatang, tempat penampungan satwa, atau tempat yang dapat dikontrol untuk bertemunya berbagai jenis satwa. Satwa-satwa di alam liar tersebut bukanlah yang dijinakkan. Mereka hidup secara alami sesuai nalurinya untuk mencari makan dan bertahan hidup. Satwa-satwa ini pastinya akan refleks bereaksi terhadap berbagai hal.
Karenanya, untuk keamanan kamu sendiri dan satwa tersebut serta kenyamanan selama berkegiatan, pastikan untuk mengikuti dan mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pengelola taman nasional dan wisata alam, terkait satwa-satwa liar dalam kawasan yang kamu kunjungi.
5. Keluar dari Jalan Setapak yang Sudah Ditetapkan Pengelolan
Menjaga keamanan, keselamatan, kenyamanan dan kesehatan tetap harus menjadi prioritas tinggi dalam beraktifitas di alam terbuka. Hal ini yang terus didorong oleh pengelola taman nasional dengan terus membenahi kawasannya.
Pengelola selalu mengingatkan hal-hal yang harus kamu persiapkan dan kemas untuk berkunjung ke dalam kawasan taman nasional. Selain dalam semua akun media sosial resminya, juga daftar list tersebut dapat dilihat dalam situs atau website resmi serta di kantor pengelola itu sendiri.
Namun, adalah aturan keselamatan yang juga tidak boleh kamu abaikan, yaitu keluar jalur atau jalan setapak resmi yang sudah ditetapkan. Tidak sedikit pejalan atau pendaki berpengalaman tersesat ketika mengabaikan hal ini. Perilaku ini juga dapat mengakibatkan kecelakaan hingga timbulnya cidera dan bahkan kematian.
Bukan hanya diri sendiri, hal tersebut juga dapat menyebabkan orang lain tersesat dan merusak lingkungan kawasan. Memang, beberapa kawasan taman nasional memiliki jalur yang tidak umum dan bahkan berkemah pun di pedalaman belantara. Tetapi, ini hanya berlaku bagi mereka berpengalaman dan harus memiliki izin khusus serta surat izin masuk kawasan konservasi (simaksi) dan pendampingan.
Jadi, lebih baik ikuti jalur atau jalan setapak yang sudah ditetapkan sesuai peta jalur wisata alam dalam kawasan taman nasional dan wisata alam. Kalau perlu didampingi pemandu atau orang lain/teman yang sudah pernah melaluinya. Selalu perhatikan papan petunjuk dan informasi yang sudah dipasang oleh pengelola dan jangan merusak atau melakukan vandalism pada properti tersebut.
6. Pergi Hanya Pada saat Puncak Musim Liburan atau Atraksi Populer Saja
Tidak semua taman nasional dapat dikunjungi sepanjang waktu dan memiliki waktu-waktu terbaik kunjungan. Tetapi, berkunjung dalam waktu yang bersamaan dalam satu lokasi di kawasan, tentu sedikit tidak membuat nyaman.
Pada akhir pekan, hari besar dan libur panjang biasanya menjadi pilihan sebagian besar orang untuk berlibur, termasuk berkunjung ke kawasan taman nasional dan wisata alam. Mungkin saja termasuk kamu. Terlebih untuk tempat-tempat yang memilki atraksi populer. Seperti: Penanjakkan, Bromo dan Semeru di TN Bromo Tengger Semeru; jalur pendakian Cibodas dan Gunung Putri – TN Gunung Gede Pangrango atau jalur Sembalun – TN Gunung Rinjani. Padahal, setiap taman nasional dan wisata alam mempunyai beberapa spot atraksi alam dan bahkan sebagian di antarannya jarang dikunjungi. Karenanya, lakukan riset mengenai taman nasional dan wisata alam yang akan kamu kunjungi. Minta rekomendasi kepada pengelola.
Kamu dapat mengunjungi taman nasional lain yang mungkin belum pernah kamu dengar selama ini dengan berbagai atraksi dan pesona alam yang dimilikinya.
Ayo persiapkan semuanya dengan baik dan benar. Jadi pejalan cerdas, bijak dan bertanggung jawab.
