Konten dari Pengguna

Susunan Acara Pernikahan di Rumah dan di Masjid, Bedanya Cuma Sedikit

Hello Ladies

Hello Ladies

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi susunan acara pernikahan di rumah. (Dok. Pexels/Danu Hidayatur Rahman)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi susunan acara pernikahan di rumah. (Dok. Pexels/Danu Hidayatur Rahman)

Apa saja yang harus dimasukkan ke dalam susunan acara pernikahan di rumah dan di masjid? Bagaimana dengan urutannya?

Menikah di rumah jadi salah satu momen yang banyak terjadi sejak COVID-19 melanda. Namun, tak sedikit pula orang-orang yang memilih menikah di masjid atau gedung.

Ada sedikit perbedaan antara ketentuan dan prosedur menikah di rumah dan di masjid. Susunan acara pernikahan di rumah dan di masjid pun agak berbeda. Di manakah letak perbedaan itu? Mari simak ulasan berikut ini, ladies.

Susunan Acara Pernikahan di Rumah

Pertama-tama, mari bahas serangkaian acara pernikahan di rumah. Mengutip buku Menjadi MC Acara Pernikahan (2013) karya Lies Aryati, berikut ini rinciannya:

1. Calon mempelai pria dan keluarga tiba di rumah calon mempelai wanita.

Catatan: orang tua dan keluarga calon mempelai wanita menyambut di depan rumah.

2. Pembukaan oleh pembawa acara.

3. Wakil keluarga calon mempelai pria menyampaikan maksud dan tujuan.

4. Wakil keluarga calon mempelai wanita memberi jawaban.

5. Persilakan rombongan calon mempelai pria untuk duduk.

6. Pembawa acara mempersiapkan sesi ijab kabul.

7. Pembacaan ayat suci Al-Quran dan terjemahannya.

8. Serah terima maskawin, lalu berlanjut ke sesi pemasangan cincin kawin.

9. Ijab kabul telah selesai.

10. Sesi sungkeman oleh mempelai pria dan mempelai wanita, kemudian mempelai duduk di pelaminan.

11. Pemberian sambutan dari keluarga.

12. Pembacaan doa.

13. Sesi ramah tamah.

14. Waktu makan siang.

15. Penutup.

Susunan Acara Pernikahan di Masjid

Ilustrasi susunan acara pernikahan di masjid. (Dok. Pexels/Danu Hidayatur Rahman)

Selanjutnya, yuk bahas mengenai rangkaian acara pernikahan di masjid atau di gedung. Berikut ini rincian susunan acara pernikahan di masjid atau di gedung:

1. Pembukaan oleh pembawa acara, termasuk menginformasikan tentang calon mempelai pria dan wanita.

2. Pembawa acara menyiapkan sesi upacara ijab kabul.

3. Pembacaan ayat Alquran beserta saritilawahnya.

4. Ijab kabul yang dipimpin oleh petugas KUA.

5. Sesi serah terima maskawin.

6. Pemasangan cincin kawin oleh kedua mempelai.

7. Sesi ijab kabul telah selesai.

8. Momen sungkeman mempelai ke orang tua.

9. Nasihat pernikahan dan pembacaan doa.

10. Ramah tamah disertai sesi makan siang.

11. Penutup.

Ilustrasi susunan acara pernikahan di gedung. (Dok. Pexels/Emma Bauso)

Sebagai tambahan, para tamu dan keluarga mempelai yang datang ke masjid atau gedung harus menaati aturan yang berlaku, seperti:

- Menghormati masjid dan lingkungan sekitarnya.

- Melepas alas kaki (sepatu atau sandal) di area tertentu.

- Menjaga tingkah laku dan perkataan.

- Bila akad digelar di dalam masjid, maka seluruh pihak yang datang mesti duduk di bawah.

- Kedua mempelai harus duduk menghadap kiblat.

- Suara pengiring baiknya merupakan selawat atau ayat-ayat suci Alquran.

- Jika akad nikah di masjid dilanjutkan dengan momen resepsi atau syukuran, maka lebih baik acara itu digelar di area lain masjid. Contohnya: ruang serba guna atau aula masjid.

Nah, kurang lebih seperti itulah perbedaan antara rangkaian acara pernikahan di rumah dengan di masjid atau gedung. Semoga informasi yang Hello Ladies himpun dapat membantu kamu dan pasangan dalam menyiapkan hari besar kalian ya!

(TDI)