Konten dari Pengguna

5 Penyebab Ban Motor Benjol yang Bikin Tidak Nyaman saat Berkendara

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab ban motor benjol. Foto: Unsplash/ Robert Laursoo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab ban motor benjol. Foto: Unsplash/ Robert Laursoo

Penyebab ban motor benjol bisa muncul tanpa disadari, padahal kondisi ini sangat berbahaya. Ban yang benjol membuat motor terasa bergetar dan tidak stabil, bahkan meningkatkan risiko tergelincir.

Benjolan ini umumnya disebabkan oleh rusaknya kawat atau benang di dalam dinding ban.

Kerusakan ini membuat bagian ban menjadi lemah, lalu tekanan udara dari dalam mendorongnya keluar hingga terbentuklah tonjolan. Kondisi ini mengurangi kenyamanan dan keamanan berkendara.

Penyebab Ban Motor Benjol

Ilustrasi penyebab ban motor benjol. Foto: Unsplash//Adam Kring

Penyebab ban motor benjol umumnya dipicu oleh kebiasaan berkendara sehari-hari maupun faktor usia pakai ban.

Mulai dari tekanan angin yang tidak sesuai, benturan keras di jalan, menikung terlalu kencang, pengereman mendadak, hingga ban yang sudah melewati masa pakai ideal. Agar lebih jelas, berikut beberapa faktor utama penyebab ban motor bisa benjol menurut www.ultimatemotorbikes.com.au.

1. Tekanan Angin Tidak Tepat

Ban yang terlalu kempis atau terlalu keras membuat permukaan ban tidak menapak dengan seimbang di jalan. Akibatnya, bagian tertentu aus lebih cepat dan menimbulkan benjolan atau cupping.

2. Suspensi yang Melemah

Jika suspensi motor sudah aus, ban akan sering memantul berlebihan saat melaju. Pantulan ini menimbulkan tekanan tidak merata di permukaan ban hingga memicu keausan berbentuk tonjolan.

3. Pengereman Mendadak

Kebiasaan melakukan pengereman keras secara tiba-tiba memberi tekanan besar hanya pada sebagian ban. Tekanan ini mempercepat kerusakan pola tapak dan memunculkan cupping.

4. Gaya Berkendara di Tikungan

Menikung dengan kecepatan tinggi atau sambil menekan rem membuat beban pada ban tidak seimbang. Hal ini memicu gesekan berlebih di satu sisi ban sehingga aus tidak merata.

5. Beban Motor Terlalu Berat

Mengangkut muatan melebihi kapasitas akan menambah tekanan pada ban. Lama-kelamaan, struktur ban jadi cepat lemah dan bagian tertentu bisa menonjol keluar.

Ban motor yang benjol tidak boleh diabaikan karena bisa membahayakan pengendara. Jika kondisi ini terjadi, solusi terbaik adalah segera mengganti ban dengan yang baru.

Selain itu, biasakan mengecek tekanan angin, menghindari benturan keras, serta menjaga gaya berkendara agar ban lebih awet dan terhindar dari kerusakan. (Arif)

Baca juga: Ukuran Ban Belakang PCX 160 yang Sesuai Standar Pabrik