5 Penyebab Busi Hitam dan Cepat Mati yang Harus Diwaspadai
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab busi hitam sering menjadi pertanyaan para pemilik kendaraan, karena kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada sistem pembakaran maupun perawatan mesin.
Dikutip dari Analisis Penggunaan Busi terhadap Daya pada Sepeda Motor, oleh Muhammad Iskandar M., et al, (2023), dalam situs ojs.unm.ac.id, salah satu bagian vital pada mesin bensin adalah busi (spark plug).
Komponen busi ini berperan dalam memunculkan percikan api yang berfungsi menyalakan campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang silinder.
5 Penyebab Busi Hitam dan Cepat Mati yang Harus Diwaspadai
Dikutip dari situs carparts.com, inilah beberapa penyebab busi hitam dan cepat mati yang harus diwaspadai para pengendara.
1. Termostat Rusak
Bila mesin berjalan terlalu dingin (termostat macet terbuka atau membuka terlalu cepat), ia berjalan lebih sering dan mungkin sedikit mengotori busi dengan endapan hidrokarbon jika mesin berjalan terlalu dingin, terutama di musim dingin.
2. Campuran Udara dan Bahan Bakar yang Terlalu Banyak Bahan Bakarnya
Kondisi bahan bakar yang terlalu banyak berarti tidak ada cukup oksigen untuk menyamai jumlah bahan bakar.
Terlalu banyak bahan bakar dapat menyebabkan terbentuknya jelaga karbon pada busi, yang mungkin tidak menyebabkan salah pengapian hingga mencapai titik tertentu.
Jika kondisi bahan bakar terlalu banyak sehingga membasahi busi, mesin mungkin tidak dapat dihidupkan.
3. Sensor Aliran Udara Massal
Sensor aliran udara massal membantu PCM menentukan jumlah bahan bakar yang dibutuhkan berdasarkan suhu dan volume udara yang masuk. Sensor ini dipasang di antara filter udara dan badan katup gas.
Jika terdeteksi adanya masalah pada sensor aliran udara massal, komputer mesin akan menggunakan pembacaan dari sensor posisi throttle dan kecepatan mesin untuk menghitung pengiriman bahan bakar.
Seiring waktu, kotoran, oli, silikon, dan kontaminan lainnya dapat melapisi kabel sensor, tetapi perlu diingat bahwa hal ini tidak menyebabkan mesin menjadi terlalu kaya.
Kemungkinan besar, hal ini hanya akan membuat sensor MAF lambat merespons akselerasi, yang membuat mesin terasa lambat.
4. Pengatur Tekanan Bahan Bakar
Pengatur tekanan bahan bakar bekerja dengan pompa bahan bakar untuk mempertahankan jumlah penurunan tekanan yang tepat di ujung injektor.
Jika regulator tekanan bahan bakar macet, tekanannya bisa mencapai batas maksimal. Hal ini bahkan dapat terjadi pada sistem bahan bakar yang regulator tekanan bahan bakarnya terpasang di tangki bersama pompa.
Jika regulator tekanan bahan bakar terpasang pada rel bahan bakar, akan ada selang vakum yang terhubung dengannya, dan jika diafragma pecah, bahan bakar akan mengalir melalui selang vakum ke manifold.
5. Output Sistem Pengapian Lemah
Output sistem pengapian yang lemah dapat disebabkan oleh koil pengapian. Namun, hal ini biasanya menyebabkan mesin tidak dapat dihidupkan, alih-alih busi yang berjelaga.
Itulah penyebab busi hitam dan cepat mati yang harus diwaspadai. Mengetahui penyebab busi hitam menjadi langkah penting agar performa mesin tetap optimal dan usia pakai komponen lebih panjang. (IF)
Baca juga: Cara Mengetahui Busi Motor Rusak dengan Mudah