Konten dari Pengguna

Arti Kode 14 Aerox dan Solusi Mengatasinya yang Akurat

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Kode 14 Aerox, Foto: Unsplash/Francisco Requena
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Kode 14 Aerox, Foto: Unsplash/Francisco Requena

Bagi para pemilik motor Yamaha Aerox, arti dari kode 14 Aerox penting untuk diketahui. Solusi untuk mengatasi masalahnya pun harus dipahami dengan akurat agar motor tidak rusak.

Dikutip dari Pengaruh Variasi Injector Hole terhadap Torsi, Daya, dan Emisi Gas Buang Yamaha Aerox 155 VVA, oleh Azhar Permana A. (2019), dalam situs lib.unnes.ac.id, perkembangan bidang otomotif sangat pesat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor.

Contohnya, minat masyarakat terhadap Yamaha Aerox. Banyak masyarakat, khususnya anak muda zaman sekarang yang tertarik dengan salah satu motor andalan dari Yamaha ini karena spesifikasi dan tampilannya yang kekinian.

Arti Kode 14 Aerox dan Solusi Mengatasinya yang Akurat

Ilustrasi Arti Kode 14 Aerox, Foto: Unsplash/Harley-Davidson

Berdasarkan kanal YouTube Aripitstop, dengan judul “Yamaha Aerox 155 Mogok Kena Kode 14”, jika membaca buku panduan, dijelaskan bahwa kode 14 ini artinya ada kebocoran pada sensor.

Namun, biasanya jika dilihat secara fakta nyata, masalah kode 14 Aerox juga bisa jadi karena runt keteng atau gigi timingnya tidak pas. Misalnya karena tensioner yang sudah lemah akhirnya rantai ketengnya loncat atau terlepas.

Dikutip dari situs blog.pro-x.com, rantai ini dapat menyinkronkan gerakan rotasi poros engkol dengan gerakan bolak-balik piston, katup masuk, dan katup buang sehingga masing-masing dari empat langkah mesin dapat dikontrol dengan tepat.

Dalam jenis pengaturan ini, poros engkol memberikan daya ke rantai melalui roda gigi. Dari roda gigi poros engkol, rantai diarahkan ke satu atau dua roda gigi cam, tergantung pada mesinnya, dan dipandu kembali ke roda gigi engkol.

Tensioner rantai motor dan sepasang pemandu rantai juga merupakan bagian dari sistem. Tensioner rantai dipasang di antara roda gigi engkol dan roda gigi cam terakhir dalam sistem untuk memastikan rantai tetap pada tegangan konstan.

Jika rantai keteng aus, lama kelamaan rantai menjadi kendur yang jika dibiarkan akan membuat rantai terlepas bahkan bisa menyebabkan rantai putus.

Jika mesin menggunakan desain cam ganda, tegangan pada rantai keteng di antara roda gigi keteng dapat dirasakan dengan menarik rantai ke atas dan menekannya ke bawah.

Penggaris logam, jangka sorong, atau bahkan pita pengukur dapat digunakan untuk mengukur kekenduran rantai.

Metode ini sangat membantu jika membuat baseline rantai baru dan memantau kekenduran tersebut selama masa pakai rantai.

Solusi lain untuk menilai kekenduran rantai dengan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan apakah rantai memanjang tidak merata.

Hal ini dapat diperiksa dengan mengamati kekenduran di antara roda gigi di beberapa posisi poros engkol yang berbeda. Tips bermanfaat untuk memastikan posisi rantai adalah dengan menandai salah satu mata rantai dengan spidol.

Untuk memperbaiki rantai timing sepeda motor yang kendur, pertama-tama tentukan apakah masalahnya adalah penyetelan atau penggantian rantai dengan memeriksa tensioner dan kondisi rantai.

Untuk penyetelan kendur sederhana, kencangkan tensioner rantai keteng (jika motor memiliki fitur penyetelan otomatis) atau setel secara manual jika memungkinkan. Jika rantai kendur atau tensioner aus, maka perlu mengganti seluruh rantai, tensioner, dan mungkin juga pemandunya.

Demikianlah penjelasan arti dari kode 14 Aerox dan solusi mengatasi masalahnya yang akurat agar motor tidak rusak. (IF)

Baca juga: Ganti Oli Motor Berapa KM? Ketahui Waktu Idealnya agar Mesin Tetap Awet