Konten dari Pengguna

Berapa Daya Listrik untuk Cas Mobil Listrik di Rumah? Ini Jawabannya

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daya listrik cas mobil listrik. Foto: Unsplash/ Zaptec
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daya listrik cas mobil listrik. Foto: Unsplash/ Zaptec

Daya listrik untuk cas mobil listrik sering menjadi pertanyaan utama bagi masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

Banyak yang penasaran berapa besar konsumsi energi ketika melakukan pengisian baterai di rumah, apakah biayanya lebih hemat dibandingkan dengan mengisi bahan bakar, dan seberapa cepat proses pengisian dapat dilakukan.

Memahami kebutuhan daya listrik sangat penting agar pemilik mobil listrik dapat mengatur biaya operasional sekaligus merencanakan strategi pengisian yang lebih efisien.

Berapa Daya Listrik untuk Cas Mobil Listrik di Rumah?

Ilustrasi daya listrik cas mobil listrik. Foto: Unsplash/go-e

Berapa daya listrik untuk cas mobil listrik di rumah? Dikutip dari laman gencellenergy.com, rata-rata konsumsi listrik mobil listrik adalah 34,6 kWh per 100 mil. Itu setara dengan 0,346 kWh per mil.

Dengan kata lain, secara umum mobil listrik mengonsumsi 34,6 kWh untuk menempuh jarak 100 mil (160 km) dan 0,346 kWh untuk menempuh 1 mil atau 1,6 km. Jika dihitung dalam satuan kilometer, konsumsi energi mobil listrik adalah sekitar 0,216 kWh per km.

Artinya, untuk perjalanan sejauh 100 km, mobil listrik hanya membutuhkan sekitar 21,6 kWh energi. Dengan tarif listrik rumah tangga di Indonesia sekitar Rp1.500 per kWh, maka biaya yang dibutuhkan hanyalah sekitar Rp32.400 untuk jarak tersebut.

Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 1 liter per 12 km akan membutuhkan sekitar 8 liter untuk jarak yang sama. Jika harga BBM Rp10.000 per liter, maka biaya bahan bakarnya mencapai Rp80.000.

Selain konsumsi energi, kecepatan pengisian juga menjadi faktor penting. Menggunakan charger Level 1 (stopkontak rumah standar),

pengisian bisa memakan waktu lebih dari 40 jam hingga penuh. Namun, dengan charger Level 2 (240V), pengisian menjadi jauh lebih cepat, sekitar 4–10 jam untuk mobil listrik penuh (BEV) dan 1–2 jam untuk hibrida plug-in (PHEV).

Dari sisi biaya, rata-rata pemilik EV hanya menghabiskan listrik sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan, jauh lebih hemat dibanding mobil bensin yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Dari data tersebut, jelas bahwa daya listrik untuk cas mobil listrik di rumah tidaklah besar dan justru jauh lebih ekonomis dibandingkan biaya bahan bakar minyak.

Dengan konsumsi rata-rata 0,216 kWh per km, biaya operasional mobil listrik bisa ditekan hingga seperempat dari biaya mobil konvensional.

Selain ramah lingkungan, efisiensi energi mobil listrik juga menjadikannya solusi transportasi masa depan yang lebih hemat dan berkelanjutan. (Arif)

Baca juga: Besaran Pajak Mobil Listrik yang Perlu Diketahui oleh Masyarakat